Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menjaga Warisan dalam Balutan Modern, Pekatan Batik Tumbuh Bersama Rumah BUMN BRI

Muhammad Firman Syah • Minggu, 15 Maret 2026 | 10:54 WIB
Pekatan batik manfaatkan pelatihan dan expo rumah BUMN BRI
Pekatan batik manfaatkan pelatihan dan expo rumah BUMN BRI

 
 DEPOK – Kain bukan sekadar lembaran tekstil. Lebih dari itu, kain menyimpan cerita, perjalanan, serta identitas budaya yang melekat lintas waktu. Kecintaan terhadap wastra Nusantara inilah yang mendorong Ifti, pengusaha batik yang berdomisili di Kota Depok, mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan kekayaan budaya tersebut.
 
Perempuan asal Pekalongan ini semakin meneguhkan kecintaannya terhadap wastra Nusantara setelah bertemu dengan sang suami yang memiliki minat serupa. Keduanya gemar mengoleksi kain dari berbagai daerah yang mereka kunjungi dan menjadikannya sebagai bagian dari perjalanan hidup sekaligus inspirasi usaha.
 
Pada akhir November 2019, Pekatan Batik resmi berdiri di Depok, Jawa Barat. Namun, perjalanan awal usaha tersebut tidak berjalan mulus. Pandemi COVID-19 yang melanda tak lama setelah usaha dirintis membuat aktivitas bisnis sempat terhenti.

Baca Juga: Berkat Jadi BRILink Agen, Wanita di Merauke Ini Berhasil Kembangkan Usaha hingga Perbaiki Ekonomi Keluarga
 
Usaha ini sempat vakum sebelum akhirnya kembali bangkit melalui penjualan secara daring. Sejak saat itu, Pekatan Batik berkembang perlahan, tidak hanya sebagai unit usaha, tetapi juga sebagai ruang kreatif untuk menjaga agar wastra Nusantara tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.
 
Pekatan Batik fokus melestarikan batik tulis, tenun Badui, serta lurik Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) melalui koleksi pesisiran dan produk ready-to-wear. Bagi Ifti, batik dan tenun bukan sekadar kain, melainkan warisan budaya yang perlu terus dijaga agar dapat dikenakan lintas generasi.
 
Melalui desain yang modern, terbatas, dan eksklusif, Pekatan berupaya mengubah stigma bahwa batik hanya identik dengan acara formal atau generasi lama. Wastra Nusantara dihadirkan sebagai busana yang dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan, tetap modis tanpa kehilangan nilai budaya yang melekat.

Baca Juga: Dari Tanah Liat ke Harapan, Ini Kisah Hena Gian Hermana Mengangkat Usaha Genteng Bersama BRI
 
Dalam proses produksinya, Pekatan Batik juga mengedepankan prinsip keberlanjutan. Sisa potongan bahan tidak dibiarkan terbuang, melainkan diolah kembali menjadi produk baru yang tetap memiliki nilai. Dengan pendekatan tersebut, setiap koleksi hadir dalam jumlah terbatas sekaligus lebih ramah lingkungan.
 
Berbagai koleksi Pekatan Batik kini telah menjangkau pasar lokal dan nasional, bahkan dibawa ke sejumlah negara seperti Korea serta beberapa negara di Eropa. Produk Pekatan juga kerap digunakan sebagai suvenir oleh instansi maupun perusahaan dalam agenda internasional.
 
Perkembangan usaha Pekatan Batik semakin signifikan ketika Ifti bergabung dengan Rumah BUMN BRI Jakarta pada 2024. Melalui program tersebut, ia tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga mendapatkan kesempatan meningkatkan kapasitas bisnis melalui berbagai pelatihan dan fasilitasi pengembangan usaha.
 
“Saya mengikuti pelatihan fashion, desain, bisnis, dan keuangan. Meski tidak berlatar belakang desainer, saya banyak belajar tentang desain dan pengelolaan bisnis, serta mendapat kesempatan pameran dan business matching,” ungkapnya. “Menurut saya, proses yang paling berdampak adalah expo dan pelatihan desain. Dari expo saya bisa melihat produk dan model yang paling diminati pasar. Dari pelatihan desain, saya belajar banyak karena tidak punya latar belakang sebagai seorang desainer,” ujar Ifti.

Baca Juga: KUR BRI Tingkatkan Omzet, Pengusaha Genteng di Majalengka Banjir Pesanan
 
Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menambahkan bahwa kehadiran Rumah BUMN BRI ditujukan sebagai wadah kolaboratif bagi para pelaku usaha agar mampu meningkatkan kapasitas sekaligus daya saing bisnis. Inisiatif ini disusun untuk mendukung UMKM dalam memperluas jaringan serta menangkap peluang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
 
Ia juga menekankan bahwa pembinaan UMKM merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Hingga saat ini, BRI tercatat telah membina 54 Rumah BUMN serta menyelenggarakan lebih dari 18.218 pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.

Editor : M Firman Syah
#BRI #Batik #BUMN #BBRI