Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

KUR BRI Perkuat Produktivitas Petani dan Ketahanan Pangan Nasional

Muhammad Firman Syah • Kamis, 5 Februari 2026 | 16:38 WIB
KUR BRI yang tidak hanya menjaga keberlanjutan usaha, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga petani.
KUR BRI yang tidak hanya menjaga keberlanjutan usaha, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga petani.

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam mendukung sektor pertanian nasional melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Skema pembiayaan tersebut menjadi solusi permodalan bagi petani untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Manfaat KUR BRI dirasakan langsung oleh Syiro Judin Abbas, Ketua Kelompok Tani Maju Rorotan di Kota Administrasi Jakarta Utara. Petani padi sawah yang mengelola lahan seluas sekitar 2,5 hektare ini telah menekuni sektor pertanian sejak lama. Setelah menempuh pendidikan di Jawa Timur, Syiro memilih kembali ke Jakarta untuk melanjutkan usaha pertanian sekaligus beternak kambing.

Pada fase awal pengembangan usaha, keterbatasan permodalan menjadi tantangan utama. Kondisi tersebut kerap memaksa petani bergantung pada tengkulak, yang berdampak pada lemahnya posisi tawar, termasuk dalam penentuan harga gabah.

Perubahan mulai dirasakan setelah Syiro memperoleh informasi mengenai program KUR dari penyuluh pertanian setempat. Sejak memanfaatkan KUR BRI, usaha pertaniannya berkembang secara bertahap dan berkelanjutan. Selama lebih dari tiga tahun terakhir, KUR dimanfaatkan secara rutin pada setiap musim tanam.

Seiring meningkatnya kapasitas usaha, plafon pembiayaan yang diterima juga bertambah, mulai dari Rp8 juta hingga mencapai Rp20 juta. Pembiayaan tersebut digunakan sepenuhnya sebagai modal usaha pertanian, mulai dari pengolahan lahan, pengadaan benih dan pupuk, hingga perawatan tanaman.

Keberadaan KUR dinilai krusial, terutama ketika petani menghadapi risiko serangan hama dan penyakit tanaman di tengah keterbatasan keuangan. Dengan dukungan permodalan yang memadai, kebutuhan produksi tetap terpenuhi sehingga hasil panen dapat terjaga secara optimal.

Dari hasil pertanian tersebut, Syiro mampu menghidupi keluarganya yang terdiri dari seorang istri dan tiga anak, termasuk membiayai pendidikan salah satu anaknya yang saat ini menempuh pendidikan di pesantren. Hal ini mencerminkan peran KUR BRI yang tidak hanya menjaga keberlanjutan usaha, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga petani.

Di sisi lain, KUR juga berperan dalam mendorong perekonomian petani seiring dengan dukungan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga hasil panen, termasuk melalui penyerapan gabah oleh Bulog. Ke depan, peningkatan produktivitas pertanian menjadi kunci untuk memperkuat kesejahteraan petani sekaligus menopang ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa KUR merupakan instrumen strategis BRI dalam mendukung sektor usaha mikro dan sektor produktif, termasuk pertanian. Melalui KUR, BRI berupaya menghadirkan pembiayaan yang mudah diakses, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

"BRI tidak hanya memberikan akses modal, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas usaha agar pelaku UMKM, termasuk petani, dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan, ujarnya.

Hery menambahkan, BRI terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, kelompok tani, hingga penyuluh pertanian, guna memastikan penyaluran KUR memberikan dampak ekonomi yang nyata.

Sepanjang tahun 2025, BRI mencatat penyaluran KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur di seluruh Indonesia. Lebih dari 60 persen penyaluran KUR tersebut dialokasikan ke sektor produksi, dengan porsi sektor produksi mencapai 64,49 persen dari total penyaluran.

Sektor pertanian menjadi kontributor utama penyaluran KUR BRI dengan nilai pembiayaan mencapai Rp80,09 triliun atau setara 44,97 persen dari total KUR BRI sepanjang 2025. Capaian tersebut mencerminkan komitmen BRI dalam memperkuat sektor riil sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan.

Hingga akhir Desember 2025, sekitar 18 dari setiap 100 rumah tangga di Indonesia tercatat telah mengakses fasilitas KUR BRI. Secara kumulatif, sejak 2015 hingga akhir 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.435 triliun kepada sekitar 46,4 juta penerima.

Melalui penyaluran KUR yang dilakukan secara prudent, transparan, dan akuntabel, BRI optimistis dapat terus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor : M Firman Syah
#BRI #umkm #kur #BBRI