Radar Surabaya- Peluang usaha sekecil apa pun dapat berkembang bila dijalani dengan tekad dan kerja keras. Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Sari Handayani Daulay, pelaku usaha perempuan asal Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara.
Perjalanan usaha Sari dimulai pada 2015 dari bisnis sederhana, berjualan es buah keliling kampung dan menitipkannya di kedai-kedai kecil di wilayah Karo. Dari aktivitas tersebut, Sari mulai membaca peluang lain di sekitarnya, yakni kebutuhan mainan anak yang saat itu masih sulit ditemukan di daerahnya.
“Awalnya hanya jualan es buah, tapi saya melihat banyak anak-anak di sini yang sulit mendapatkan mainan. Akhirnya saya mulai jualan mainan eceran untuk membantu ekonomi keluarga,” ungkap Sari.
Baca Juga: Transformasi BRIVolution Reignite Antar BRI Raih Bank of The Year 2025
Namun, peluang tersebut tidak lepas dari tantangan, terutama keterbatasan modal. Kewajiban pengambilan barang dalam jumlah tertentu agar mendapatkan harga lebih murah dari distributor menjadi kendala tersendiri bagi pengembangan usahanya.
Titik balik datang ketika petugas mengunjungi rumah-rumah di lingkungannya. Dari pertemuan itu, Sari mengenal Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebagai solusi pembiayaan usaha. “Jadi ada petugas BRI yang mungkin tahu saya punya usaha, lalu ditawari KUR BRI. Saya dijelaskan apa itu KUR dan persyaratannya dan dari situ saya tertarik mencoba,” imbuhnya.
Baca Juga: Manfaatkan LinkUMKM BRI, NM Kitchen Perluas Pasar dan Perkuat Usaha
Proses pengajuan KUR BRI dirasakan Sari relatif mudah. Pada pengajuan pertama, ia memperoleh pinjaman sebesar Rp5 juta. Setelah melunasi pinjaman tersebut, pembiayaan kembali meningkat menjadi Rp25 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk memperluas usaha, mulai dari menambah stok barang hingga merekrut pegawai.
Ketika pandemi COVID-19 melanda, Sari kembali melihat peluang baru. Kebutuhan pendampingan belajar anak yang tidak dapat mengikuti sekolah tatap muka mendorongnya mendirikan usaha bimbingan belajar. Tak berhenti di situ, Sari juga merintis usaha laundry express yang mendapatkan dukungan pembiayaan KUR BRI sebesar Rp100 juta pada 2023.
Kini, roda usaha Sari semakin stabil. Usaha mainan anak dilanjutkan oleh sang adik, sementara ia fokus mengembangkan bimbingan belajar dan laundry express yang kian ramai pelanggan.
“KUR sangat membantu, terutama di awal menjalankan usaha. Kemajuan bisnis saya sekarang ini tentu berkat KUR BRI. Proses pencairan dana juga cepat, sekitar 3–4 hari. Sebelumnya, kalau pinjam uang di sini kan ke rentenir, duitnya nggak bisa muter, malah habis buat bayar utang. Kalau di BRI bunganya ringan, jadi sebagai pemilik usaha nggak merasa berat,” jelasnya.
Baca Juga: Kebab Endul Makin Berkembang Berkat Dukungan LinkUMKM BRI
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa KUR BRI ditujukan untuk mendorong produktivitas pelaku UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan. Pembiayaan KUR dinilai memberikan dampak nyata terhadap penguatan sektor riil sekaligus penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.
“Kisah dari Sari Handayani Daulay menjadi salah satu contoh dengan pendanaan KUR, pelaku UMKM di daerah bisa terus berkembang usahanya. Kami juga terus memberikan pendampingan kepada dan pemberdayaan bagi pelaku usaha untuk bisa naik kelas,” imbuhnya.
Baca Juga: Danantara Serahterimakan Huntara di Aceh Tamiang, BRI Perkuat Dukungan Logistik dan Pembiayaan
Ia menegaskan bahwa KUR BRI tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembiayaan, tetapi juga menjadi katalis penggerak ekonomi rakyat. Langkah ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi inklusif, dengan UMKM sebagai penopang utama.
Hingga Desember 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur. Penyaluran tersebut didominasi sektor produksi yang mencakup pertanian, perikanan, perdagangan, industri pengolahan, serta jasa lainnya dengan porsi mencapai 64,49 persen. Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan pembiayaan Rp80,09 triliun atau setara 44,97 persen dari total penyaluran KUR BRI, mencerminkan komitmen perseroan dalam memperkuat sektor riil nasional.
Editor : M Firman Syah