Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BRI Gelar RUPSLB, Perkuat Struktur Organisasi dan Arah Bisnis 2026

Muhammad Firman Syah • Kamis, 18 Desember 2025 | 15:56 WIB
RUPSLB Setujui Perubahan Pengurus, BRI Perkuat Kinerja Berkelanjutan 2026.
RUPSLB Setujui Perubahan Pengurus, BRI Perkuat Kinerja Berkelanjutan 2026.

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 17 Desember 2025. RUPSLB yang diselenggarakan di Kantor Pusat BRI, Jakarta, dan dihadiri jajaran Dewan Komisaris serta Direksi tersebut menyetujui tiga mata acara rapat, yakni perubahan Anggaran Dasar Perseroan, pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026, serta perubahan susunan Pengurus Perseroan.

Pada agenda pertama, RUPSLB menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan sebagai penyesuaian terhadap peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang berlaku. Perubahan tersebut antara lain menyesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara sebagaimana terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025, termasuk pengaturan mengenai hak istimewa atas Saham Seri A Dwiwarna milik Negara Republik Indonesia.

Selain itu, penyesuaian Anggaran Dasar juga dilakukan sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.

Agenda kedua RUPSLB menyetujui pendelegasian kewenangan kepada Dewan Komisaris, dengan terlebih dahulu memperoleh persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Seri B Terbanyak, untuk menyetujui RKAP Perseroan Tahun 2026, termasuk perubahannya.

Sementara pada agenda ketiga, RUPSLB menyetujui perubahan susunan Pengurus Perseroan. Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris dan Direksi BRI menjadi sebagai berikut.

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Kartika Wirjoatmodjo
Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen: Parman Nataatmadja
Komisaris: Helvi Yuni Moraza
Komisaris: Awan Nurmawan Nuh
Komisaris Independen: Lukmanul Khakim
Komisaris Independen: Edi Susianto

Direksi

Direktur Utama: Hery Gunardi
Wakil Direktur Utama: Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari
Direktur Micro: Akhmad Purwakajaya
Direktur Commercial Banking: Alexander Dippo Paris Y.S
Direktur Treasury and International Banking: Farida Thamrin
Direktur Corporate Banking: Riko Tasmaya
Direktur Network and Retail Funding: Aquarius Rudianto
Direktur Information Technology: Saladin Dharma Nugraha Effendi
Direktur Operations: Hakim Putratama
Direktur Legal and Compliance: Mahdi Yusuf
Direktur Manajemen Risiko: Ety Yuniarti
Direktur Finance and Strategy: Achmad Royadi
Direktur Consumer Banking: Aris Hartanto

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa kinerja Perseroan menunjukkan tren yang konsisten menuju capaian akhir tahun yang solid. Pertumbuhan kredit dan pembiayaan diupayakan tetap berada dalam kisaran guidance tahun 2025 dengan mempertimbangkan dinamika makroekonomi global dan domestik, sementara kualitas aset diperkirakan tetap terjaga pada level yang terkendali.

Hingga Triwulan III Tahun 2025, BRI mencatatkan kinerja keuangan yang solid, ditopang pertumbuhan bisnis berkelanjutan serta pengelolaan risiko yang pruden. Secara konsolidasian, total aset Perseroan meningkat menjadi Rp2.123 triliun, didorong pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar 6,26 persen secara tahunan.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga tercatat sebesar Rp1.475 triliun atau tumbuh 8,25 persen secara tahunan, dengan komposisi dana murah berupa giro dan tabungan mencapai 67,7 persen. Struktur pendanaan tersebut mendukung efisiensi biaya dana Perseroan secara berkelanjutan.

Kualitas aset tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan di level 3,1 persen, dengan NPL Coverage mencapai 183,1 persen. Capaian tersebut mencerminkan kehati-hatian Perseroan dalam mengelola risiko kredit di tengah dinamika perekonomian.

“Dari sisi profitabilitas, laba bersih konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp41,23 triliun, didukung oleh capaian Return on Asset sebesar 2,7 persen dan Return on Equity sebesar 17,0 persen. Sementara itu, tingkat permodalan Perseroan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio konsolidasi dan bank only masing-masing sebesar 25,4 persen dan 23,0 persen, yang memberikan ruang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang,” ungkap Hery Gunardi.

Editor : M Firman Syah
#BRI #npl #RUPSLB #BBRI