Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jangan Asal Beli, Pakar Ungkap Momen Harga Emas Turun Tajam

Muhammad Firman Syah • Rabu, 8 Oktober 2025 | 16:27 WIB

 

Ilustrasi emas batangan sebagai instrumen investasi.
Ilustrasi emas batangan sebagai instrumen investasi.

Radar Surabaya – Tren investasi emas kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Seorang pengguna platform X memantik diskusi publik setelah menanyakan waktu ideal untuk membeli logam mulia di tengah harga emas yang kini melambung tinggi.

“Guis saran dong, ak ada uang dingin 10jt yg sebenernya mau tak beliin logam mulia tapi kog saat ini hargany naik tinggi bngt, mending nunggu harga emas turun atau beliin saham aja? thx,” tulis salah satu akun.

Pertanyaan tersebut kemudian ramai ditanggapi. Beberapa warganet berpendapat, harga emas biasanya menurun menjelang periode tertentu seperti bulan Ramadan, Lebaran, atau akhir tahun. Namun, apakah benar demikian?

Perencana keuangan Andy Nugroho menjelaskan bahwa tren penurunan harga emas kerap terjadi ketika masyarakat membutuhkan likuiditas tinggi secara bersamaan.

"Harga emas biasanya akan relatif turun di momen-momen banyak orang yang membutuhkan uang lebih banyak lagi pada waktu bersamaan,” ujar Andy.

Ia mencontohkan sejumlah periode seperti Ramadan, Hari Raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, serta awal tahun ajaran baru sekolah. Selain itu, penurunan harga emas juga bisa terjadi saat musim tanam padi di wilayah dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani.

"Selain pada momen-momen itu, secara umum harga emas turun saat berbagai konflik global mereda dan dunia aman-aman saja," tambahnya.

Pandangan serupa disampaikan oleh Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Eddy Jurnasin, yang menilai harga emas cenderung melemah ketika kondisi ekonomi menunjukkan perbaikan.

"Harga emas menurun ketika kondisi perekonomian bagus. Orang-orang akan lebih memilih berinvestasi di aset-aset dengan return dan risiko lebih tinggi di saat ekonomi ciamik," terang Eddy.

Eddy menambahkan, instrumen yang kerap diminati investor pada periode ekonomi stabil antara lain pasar uang, pasar modal, derivatif, dan aset kripto. Berkurangnya minat terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai turut menekan harga logam mulia tersebut.

Dengan demikian, memahami pola musiman dan kondisi ekonomi makro menjadi strategi penting bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas. Menentukan waktu pembelian yang tepat dapat memaksimalkan potensi keuntungan sekaligus mengurangi risiko kerugian. (mel/fir)

Editor : M Firman Syah
#turun #Saham #ramadhan #emas #harga emas