RADAR SURABAYA – Nilai ekspor Jawa Timur pada Mei 2025 mencatat lonjakan signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat, nilai ekspor mencapai 2,92 miliar dolar AS, naik lebih dari 37 persen dibandingkan Mei tahun lalu.
Kepala BPS Jatim Zulkipli mengatakan, kenaikan tersebut didorong ekspor nonmigas yang meningkat tajam, terutama dari produk olahan kakao. "Kakao dan olahannya mencatat pertumbuhan tertinggi, sementara perhiasan atau permata justru turun," ujarnya, Rabu (2/7).
Dilihat dari sektor, ekspor hasil industri pengolahan dan pertanian kompak naik. Sementara ekspor hasil tambang mengalami penurunan.
Di sisi lain, nilai impor Jatim selama Januari hingga Mei 2025 tercatat turun tipis dibanding periode yang sama tahun lalu. Penurunan terbesar terjadi pada impor migas, sedangkan impor nonmigas justru naik sedikit. Komoditas impor yang melonjak paling tinggi adalah perhiasan, sementara serealia mencatat penurunan signifikan.
Menurut Zulkipli, bahan baku atau penolong masih mendominasi impor, diikuti barang modal. Sedangkan impor barang konsumsi cenderung turun.
"Secara umum, tren ekspor kita membaik, sedangkan impor terutama migas turun cukup dalam," kata Zulkipli.
Ia berharap tren positif ekspor ini bisa terus berlanjut untuk mendukung perekonomian Jawa Timur di tengah dinamika global. (mus)
Editor : Lambertus Hurek