RADAR SURABAYA - Beberapa waktu lalu Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir mengimbau pemerintah daerah (pemda) untuk mewaspadai potensi kenaikan harga beras dan minyak goreng.
Tomsi mengungkapkan, harga beras di sejumlah wilayah, khususnya zona 1 seperti Kota Bandar Lampung, Kota Surabaya, Kabupaten Dompu, Kota Jakarta Timur, dan Kota Jakarta Utara, telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Bahkan, menembus angka di atas Rp 15.000 per kilogram.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (Disperindag) Jatim Yudi Arianto kepada Radar.Surabaya, Selasa (24/6).
Menurutnya, harga beras medium di Jatim mengalami kenaikan diatas HET sejak dua minggu ini. "HET kan Rp12. 500 ya, kenaikanya sekitar 1,4 persen," jelasnya.
Menurutnya, kenaikan harga beras ini tidak hanya di Jawa Timur saja, melainkan seluruh Indonesia.
Meski demikian, lanjut Yudi, jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di Pulau Jawa, bahkan di luar Jawa, kenaikan harga beras di Jatim paling rendah.
"Hingga saat ini kita masih mencari penyebab naiknya harga beras. Karena produksinya saat ini kan melimpah. Selain itu kita juga menunggu kebijakan pusat seperti apa," tuturnya.
"Kami Pemprov Jatim kalau Disperindag memiliki pasar murah untuk menjaga stabilitas harga. Sedangkan Dinas Pertanian ada Gerakan Pangan Murah," imbuhnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode Januari-Juli 2025, potensi produksi padi Jatim diperkirakan hampir mencapai 9 juta ton gabah kering panen (GKP) atau lebih tepatnya 8.784.027 ton GKP, setara dengan 7.305.785 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau 4.218.508 ton beras.
Kenaikan produksi padi dan beras Jatim di tahun 2025 ini juga ditopang dari penambahan luas tanam yang berimplikasi pada peningkatan luas panen padi Jatim di tahun 2025 ini.
Luas panen Jatim di tahun 2025 untuk periode Januari-Juli mencapai 1.299.222 hektar. Angka ini meningkat 13,4 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga rata-rata-beras medium Jawa Timur Rp 12.676. Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Sidoarjo Rp 14.000. Dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Bangkalan Rp 11.500. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari