RADAR SURABAYA - Perum Bulog Kanwil Jawa Timur menyatakan kesiapannya untuk menyerap gabah dan beras dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) baru. Penyerapan ini dilakukan serentak mulai Rabu (15/1).
“Sebenarnya bukan Jatim saja, tapi seluruh Bulog se Indonesia. Bulog akan melaksanakan penyerapan gabah dan beras produksi dalam negeri dengan HPP yang telah disesuaikan,” ujar Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur (Kanwil Jatim) Awaludin Iqbal kepada Radar Surabaya, Selasa (14/1).
“Jadi gabah dan beras petani yang tidak terserap oleh swasta akan kita serap. Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh jajaran di Kabupaten/Kota untuk penyerapan ini,” imbuhnya.
Penyerapan gabah dan beras petani ini sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025 tanggal 12 Januari 2025 tentang Perubahan Atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras. Penyerapan ini dilakukan sepanjang tahun 2025.
“Selain melindungi pendapatan petani, penyerapan gabah dan beras petani ini untuk penguatan stok cadangan beras pemerintah (CBP),” jelas Iqbal.
Iqbal mengatakan, HPP gabah kering panen (GKP) di petani menjadi Rp 6.500 per kilogram. Kemudian HPP beras di gudang Bulog Rp 12.000 per kilogram.
“Ini sesuai Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025,” katanya.
Sebelumnya saat menggelar rakor di Jatim beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta Bulog untuk membeli padi dan jagung hasil petani.
Menurutnya, sesuai keputusan Presiden Prabowo Subianto setiap panen gabah dan jagung milik petani dipastikan akan diserap oleh Bulog.
“Berapapun panen gabah dan jagung akan dibeli sesuai dengan HPP. Kalau bisa semua Bulog bisa membeli gabah dan jagung dari petani yang memang tidak tersentuh oleh pihak swasta,” jelasnya. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari