RADAR SURABAYA - Pulau Madura merupakan penghasil garam tertinggi, namun harga garam di Pulau Madura kembali mengalami penurunan.
Jika September lalu, harga komoditas ini masih Rp 850 per kilogram (kg) akan tetapi saat ini turun menjadi Rp 700 per kg.
Wakil Ketua Paguyuban Pelopor Petambak dan Pedagang Garam Madura (P4GM) M Saiful mengatakan, naik turunnya harga garam ditentukan oleh prosesor pabrik garam.
"Pabrik biasanya mengambil garam petani yang diproduksi menggunakan geomembran. Masalahnya tidak semua petani menggunakan geomembran," ujarnya kepada Radar Surabaya, Selasa (8/10).
Akibatnya banyak garam yang diproduksi petani banyak yang menumpuk di gudang.
"Pabrik maunya yang diproduksi menggunakan geomembran, itu pun jumlah yang diambil juga ditentukan oleh prosesor. Kalau sudah menumpuk begini, kita juga bingung distribusinya kemana," ungkapnya.
Petani garam asal Desa Marparan Kecamatan Sreseh, Sampang Madura ini mengatakan, harga garam ini terus mengalami penurunan sejak masa panen tahun 2023 yang mencapai Rp 1.500 per kg.
“Kemudian lebaran Idul Fitri Rp 1.300, September Rp 850 dan sekarang justru Rp 700," jelasnya.
Menurutnya, harga garam tahun 2023 sempat mencapai Rp 2.000, namun karena produksi melimpah, harganya turun. Ia berharap ada standarisasi harga garam.
“Karena sejauh ini belum ada. Harapan kami bisa Rp 1.300 – Rp 1.500 per kilogramnya,” harapnya.
Saiful menambahkan, turunnya harga garam juga disebabkan penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 126 Tahun 2022 mengenai Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional kurang maksimal.
"Kami juga berharap agar pemerintah juga memberikan bantuan geomembran kepada petani. Karena harga geomembran ini cukup mahal belum lagi harga jual garamnya yang anjlok membuat kami terus merugi," katanya.
Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan pada tahun 2023 Jawa Timur mencatatkan produksi garam terbesar nasional dengan total 802 ribu ton dari total 2,5 juta ton (2,2 juta ton garam rakyat, sisanya perusahaan BUMN dan swasta).
Produksi garam 2023 melebihi target 1,7 juta ton.
Adapun luas tambak garam di Madura adalah Sumenep 6.220,4 hektare (ha), Sampang 4369,7 ha, Pamekasan 1963,8 ha, dan Bangkalan 736,9 ha.
Total produksi garam di Jatim 1,5 juta ton, dengan rincian 457.674,3 ton (29,3 persen) dihasilkan Sumenep, 396.792 ton (25,4 persen) Sampang, 218.805,1 ton (14 persen) Pamekasan, dan 44.542,5 ton (1,4 persen) Bangkalan. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari