Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

4,6 Juta UMKM di Jatim Sudah Melek Digital, tapi yang Melek Digital Pelaporan Keuangan Masih Minim

Mus Purmadani • Kamis, 16 Mei 2024 | 21:06 WIB
SHARING SESSION: UMKM Jatim menghadiri acara Upgrade Skill Bersama Tokopedia dan Tiktok di kantor Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Rabu (15/5). (MUS PURMADANI/RADAR SURABAYA)
SHARING SESSION: UMKM Jatim menghadiri acara Upgrade Skill Bersama Tokopedia dan Tiktok di kantor Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Rabu (15/5). (MUS PURMADANI/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Jawa Timur termasuk provinsi dengan kekuatan UMKM yang mumpuni.

Jumlah UMKM di Jawa Timur sudah di angka sekitar 9,78 juta.

Dari jumlah itu yang bukan sektor pertanian sebanyak 4,6 juta UMKM.

"Untuk 4,6 juta tersebut sudah melek digital. Namun demikian dari jumlah itu yang melek digital untuk pemasaran 69,08 persen, untuk produksi 30,92 persen. Sedangkan untuk yang melek digital di bidang laporan keuangan persentasenya masih sangat sedikit," ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Andromeda Qomariah dalam acara Upgrade Skill Bersama Tokopedia dan Tiktok di kantornya, Rabu (15/5).

Menurutnya hampir rata-rata UMKM sudah menggunakan marketplace dalam pemasaran.

Namun laporannya masih banyak yag konvensional. "Kalau konvensional akan kesulitan untuk mengakses ke perbankan. Selain itu kesulitan juga pada pengembangan usaha," katanya.

Andromeda menuturkan sebagian UMKM ada yang kurang terdorong untuk meningkatkan capaian penjualan.

"Ada sebagian pelaku usaha berprinsip ngene ae wis payu ora usah aneh-aneh (begini aja sudah laku tidak usah aneh-aneh)," jelasnya.

Mengenai pentingnya peningkatan keterampilan UKM, Andromeda menegaskan acara ini sangat membantu pelaku usaha untuk memperbaiki dan meningkatkan kapasitas bisnis.

Sementara itu, Seller Education Tokopedia Rahmat Arif Febriyanto, menjelaskan kurang dari 20 persen penjual yang melakukan sejumlah terobosan untuk menggaet pasar lebih luas.

Dengan kata lain, ada 80 persen penjual yang berpotensi kehilangan pelanggan loyal.

Rahmat menjelaskan penjual harus memiliki kemauan yang kuat untuk meningkatkan penjualan.

Termasuk melakukan evaluasi atas langkah penjualan yang sudah dilakukan.

Salah satu contoh usaha yang harus dilakukan adalah dengan aktif membalas chat dari calon pembeli.

"Dalam chat bisa berisi informasi yang persuasif, solutif, edukatif dan menginformasi promosi yang sedang ditawarkan penjual," jelasnya.

Selain aktif membalas chat dengan informasi yang dibutuhkan pembeli, Rahmat mengingatkan pentingnya membangun reputasi toko.

Selanjutnya evaluasi langkah yang sudah dilakukan dan melakukan perbaikan.

Rahmat dalam pelatihan tersebut mendorong penjual upgrade reputasi dengan fasilitas yang sudah disediakan Tokopedia.

Selanjutnya tarik pembeli dengan cashback dan diskon. "Terus tingkatkan promosi dan pantau performa penjualan, naik turun produk berdasar momen tertentu," jelasnya. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#melek digital #Dinas Koperasi dan UKM Jatim #Andromeda Qomariah #UMKM Jatim #Tokopedia