Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Arus Penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Naik 100 Persen Lebih. Ini Penyebabnya

Rahmat Sudrajat • Jumat, 23 Februari 2024 | 01:42 WIB

 

PENUH: Penumpang kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengalami peningkatan dikarenakan banyak kapal dan tujuan baru. (IST)
PENUH: Penumpang kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengalami peningkatan dikarenakan banyak kapal dan tujuan baru. (IST)

RADAR SURABAYA - Penumpang kapal roll on roll off (roro) di Pelabuhan Tanjung Perak mengalami kenaikan seiring banyaknya aktivitas masyarakat.

Data Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa menyebutkan, realisasi hingga triwulan IV/2023, untuk arus penumpang di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) mencapai 1.422.380 orang.

Sedangkan untuk arus kendaraan dalam periode yang sama telah mencapai 365.620 unit.

Kahumas Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa Rendy Fendy menjelaskan, ada kenaikan cukup signifikan untuk jumlah volume penumpang maupun kendaraan yang diangkut oleh kapal roro sepanjang tahun 2023.

Capaian itu melebihi RKAP tahun 2023 hingga triwulan IV.

Juga melampaui capaian realisasi volume arus penumpang dan kendaraan tahun 2022.

"Ini artinya masing-masing arus terealisasi sebesar 117 persen untuk satuan orang dan 110 persen untuk satuan unit dari angkaran RKAP sampai dengan triwulan IV/2023. Juga mengalami peningkatan 121 persen untuk orang dan 122 persen untuk unit kendaraan dibandingkan realisasi 2022," kata Rendy, Kamis (22/2).

Rendy menyebut kenaikan jumlah penumpang dikarenakan semakin banyaknya jumlah armada kapal yang beroperasi.

Juga karena adanya penambahan rute destinasi serta pelabuhan baru yang beroperasi.

"Jadi semakin banyak rute yang dilayani maka semakin banyak penumpang yang dapat menggunakan moda transportasi laut ini," ujarnya.

Terlebih di tahun 2023 ini segala bentuk penyekatan atau pembatasan karena Covid-19 telah dicabut oleh pemerintah jadi masyarakat lebih aman untuk berpergian.

Rendy juga menjelaskan bahwa kondisi tersebut disebabkan karena peningkatan yang sangat signifikan pada moda kapal roro.

Yang didominasi truk besar bermuatan di atas 30 ton dengan tujuan paling padat ke Makasar.

Penyebab lainnya karena adanya tujuan kapal ke Lembar dan Labuan Bajo-Ende yang merupakan destinasi wisata.

Dimana para wisatawan bisa membawa kendaraan pribadi mereka untuk berlibur.

Sementara itu untuk realisasi produktivitas gudang Pelabuhan Kalimas sendiri hingga triwulan IV/2023, telah mencapai 11.770 ton.

Capaian itu terealisasi sebesar 106 persen dari anggaran RKAP tahun 2023.

Sedangkan untuk realisasi tahun 2022 sebesar 10.846 ton atau naik 109 persen dibandingkan realisasi 2022.

"Selain itu realisasi produktivitas barang non petikemas menggunakan kapal roro hingga triwulan IV/2023, juga mengalami kenaikan hingga mencapai 206.872 unit atau terealisasi sebesar 116 persen dari anggaran RKAP tahun 2023. Sedangkan untuk realisasi tahun 2022 sebesar 167.836 unit atau naik 123 persen. dibandingkan realisasi 2022," terangnya.

Rendy menjelaskan bahwa tercapainya produksi barang di tahun 2023, khususnya dalam satuan ton disebabkan oleh meningkatnya barang seperti pakan ternak, pupuk, raw sugar dan beras.

Sementara itu untuk realisasi produktivitas lapangan di Pelabuhan Kalimas sampai dengan triwulan IV/2023 mencapai 44.508 ton.

Atau terealisasi sebesar 81 persen.

Sedangkan untuk tahun 2022 terealisasi hingga 90 persen.

Hal ini disebabkan karena terjadi penumpukan barang akibat menunggu muatan ke kapal serta adanya cuaca buruk.

"Secara umum, Pelabuhan Kalimas mengalami kenaikan produktivitas di berbagai sektor arus. Rendy menyebutkan bahwa hal tersebut sebagai komitmen Pelindo untuk memberikan pelayanan jasa kepelabuhan terbaik," jelasnya. (rmt/opi)

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Terminal Penumpang #Pelindo Regional 3 #pelabuhan tanjung perak surabaya #gapura surya nusantara