Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dapat Sentimen Positif Harga Emas, Merdeka Copper Catat Kinerja Positif di 2023

Nofilawati Anisa • Minggu, 18 Februari 2024 | 16:57 WIB
CATAT KINERJA POSITIF: Aktivitas pekerja di tambang milik PT Merdeka Copper Gold Tbk. (IST)
CATAT KINERJA POSITIF: Aktivitas pekerja di tambang milik PT Merdeka Copper Gold Tbk. (IST)

RADAR SURABAYA - PT Merdeka Copper Gold Tbk mencatat kinerja positif di sepanjang tahun 2023.

Perusahaan tambang yang melantai di bursa dengan kode MDKA itu mencatat produksi emas di 2023 sebanyak 138.666 ounces.

Jumlah itu mengalami kenaikan sebanyak 13.533 ounces bila dibandingkan produksi tahun 2022 yang di sekitar angka 125.133 ounces.

Total biaya tunai yang dikeluarkan perusahaan untuk kinerja tahun 2023 adalah USD 842 per oz dan harga jual USD 1,939 per oz.

General Manager Communications PT Merdeka Copper Gold Tbk Tom Malik mengungkapkan, melalui komitmen yang kokoh, inovasi berkelanjutan dan fokus pada keunggulan operasional, Merdeka berhasil mencatat pencapaian yang baik sepanjang tahun 2023.

Capaian itu sekaligus menegaskan posisi Merdeka sebagai perusahaan tambang terkemuka yang terus mengembangkan proyek-proyek kelas dunia.

“Yang menghasilkan logam dan mineral yang esensial bagi kemajuan hidup manusia,” ungkap Tom Malik dalam keterangan resminya, Jumat (16/2).

Ia menjelaskan, beberapa tahun kedepan merupakan periode transformasi bagi Merdeka.

Yang akan mengembangkan sumberdaya mineral kelas dunia dan mengoperasikan tambang-tambang berumur panjang.

“Untuk 2024, target produksi Tambang Emas Tujuh Bukit (dikelola PT Bumi Suksesindo) di rentang 100-120 ribu ounce didukung oleh sentimen positif harga emas yang saat ini sudah menembus angka USD 2.000 per oz dan diprediksi akan terus meningkat di tahun ini,” sambungnya.

Lebuh jauh Tom Malik menjelaskan, produksi tembaga sepanjang 2023 dari Tambang Tembaga Wetar yang dikelola PT Batutua Karisma Permai-Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR), tercatat mencapai 12.706 ton.

Total biaya tunai untuk kebutuhan tersebut adalah USD 3,74 per LB dan rerata harga jual USD 8.578 per ton.

“PT BKP-BTR juga mencatat pendapatan baru dari pengiriman bijih pirit ke Pabrik AIM (Acid Iron Metal) yang dioperasikan PT Merdeka Tsingsan Indonesia (MTI), anak perusahaan PT Merdeka Battery Materials Tbk dengan total 30.000 ton bijih pirit,” ungkap Tom Malik.

Ia melanjutkan, target produksi Tambang Tembaga Wetar untuk 2024 direntang 14-16 ribu ton, juga naik dibanding tahun 2023.

Di sektor nikel, anak perusahaan Merdeka lainnya, PT Merdeka Battery Materials Tbk mencatat produksi nikel full year tercatat sebesar 95.450 ton.

Yang terdiri dari 65.117 ton nikel dalam NPI (Nickel Pig Iron) dan 30.333 ton nikel dalam Nickel Matte.

“Seiring peningkatan kapasitas dari tiga fasilitas pengolahan RKEF (Rotary Kiln Electric Furnace), saat ini PT Merdeka Battery Materials Tbk terus mengembangkan fasilitas High-Pressure Acid Leach (HPAL) di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP),” jelasnya.

Diperkirakan akan mulai dioperasikan pada akhir tahun 2024 untuk kembali menambah kapasitas produksi.

Selain itu kinerja sektor nikel juga akan kembali terdongkrak oleh Tambang Nikel SCM yang akan beroperasi penuh di 2024 ini.

Dengan target produksi saprolit sebanyak empat juta ton dan limonit sebanyak 11 juta ton.

“Selain mencatatkan peningkatan produksi dan pendapatan, kami juga berkomitmen menjadi perusahaan tambang dengan kinerja yang baik dan menguntungkan di masa depan dengan bertransformasi ke operasi proyek-proyek tambang mineral yang berumur panjang seperti PANI Gold Projet, Project AIM, dan Tujuh Bukit Copper Project,” imbuh Tom Malik. (tan/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Merdeka Copper Gold Group #tambang emas #Produksi Emas #kinerja positif #harga emas