Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kinerja Ekspor Kopi Jawa Timur di Januari-Agustus Alami Penurunan, Ini Penyebabnya

Nofilawati Anisa • Kamis, 2 November 2023 | 17:50 WIB

 

PETIK KOPI: Kinerja ekspor kopi Jatim mulai Januari hingga September mengalami penurunan akibat efek El Nino. (IST/JPC)
PETIK KOPI: Kinerja ekspor kopi Jatim mulai Januari hingga September mengalami penurunan akibat efek El Nino. (IST/JPC)

SURABAYA - Kinerja ekspor kopi Jatim tahun ini cenderung mengalami penurunan, baik secara volume maupun nilai.

Karena tanaman kopi turut terdampak musim kekeringan yang panjang atau El Nino.

Ini terjadi setiap bulan sepanjang tahun ini

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (Gaeki) Jatim Ichwan Nursidik, Rabu (1/11).

Diungkapkannya, dari bulan ke bulan ekspor kopi Jatim ada kencederungan turun rerata antara 5 persen-50 persen.

"Pertumbuhan ekspor kopi terjadi hanya pada Juli 2023 yakni 5 persen secara volume dan tumbuh 35 persen secara nilai," jelasnya kepada Radar Surabaya.

Ichwan menambahkan realisasi ekspor kopi dari Jatim sepanjang Januari-Agustus tercatat sebanyak 41.263.486 kilogram (kg) dengan nilai USD 111,78 juta.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2022, ekspor kopi Jatim tercatat sebanyak 60.683.242 kg dengan nilai USD137,62 juta.

Bahkan sepanjang Januari-Desember 2022, ekspor kopi Jatim mampu mencapai 98.497.300 kg dengan nilai USD 226,92 juta.

"Ekspor kopi kita memang turun karena dari sisi hulunya mengalami penurunan produksi akibat El Nino. Namun sebetulnya secara harga masih cukup bagus, misalnya harga kopi asalan/petani masih kisaran Rp 40.000 per kg," ujarnya.

Diketahui kinerja ekspor kopi dari Jatim selama Januari-Agustus sebanyak 41 juta kg ini, terdiri dari kopi jenis Arabika 924.536 kg atau senilai USD 6,2 juta.

Lalu jenis kopi Robusta 34.523.450 kg atau senilai USD 87,46 juta dan ekspor kopi olahan 5.815.499 kg atau senilai USD 18,11 juta.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat, kinerja ekspor nonmigas Jatim pada September USD 1,76 miliar atau turun -10,31 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Lebih rinci, kinerja ekspor non migas dari sektor pertanian pada September tercatat sebesar USD 97,99 juta turun -37,15 persen (yoy), dan secara kumulatif juga turun -22,17 persen (ctc).

Begitu juga ekspor barang industri pengolahan tercatat USD 1,64 miliar turun-8,06 persen (yoy) dan -15,99 persen (ctc).

“Kinerja ekspor non migas Jatim di sepanjang tahun ini terkontraksi karena dampak kondisi perekonomian mitra dagang utama Provinsi Jatim seperti Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, India, dan Thailand,” kata Kepala BPS Jatim Zulkipli. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#jatim #Berita Ekonomi Hari Ini #Radar Surabaya #Gaeki Jatim #ekspor kopi