SURABAYA - Cuaca panas yang berkepanjangan dalam beberapa bulan ini membuat petani garam di Benowo panen raya. Kondisi panas terik membuat panen garam lebih cepat dengan kualitas yang lebih baik jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski setiap hari harus melawan panasnya cuaca di daerah tambak, tak membuat Didik Susanto, salah satu petani garam di Benowo menyurutkan tekadnya untuk mengolah lahan di kolam penampungan yang ada di tambak itu untuk menghasilkan garam yang berkualitas.
"Panennya sekarang satu petak bisa seminggu sekali. Setiap petak ada yang sampai 90 hingga 130 karung," kata Didik, Kamis (12/10).
Hasil yang dihasilkan tahun ini menurutnya lebih baik dari tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, hujan masih turun saat masuk musim panas. Hal ini membuat hasil garam tahun lalu kurang maksimal, hanya sekitar 30 karung.
"Tahun lalu masih banyak air (hujan, Red) jadi kurang maksimal, sehingga dapatnya cuma 30 sak (karung, Red)," ungkapnya.
Hasil panen tersebut dijual di pabrik dan banyak juga yang langsung dikirim ke luar Surabaya. Namun biasanya petani di sekitar menjual pada pabrik yang berada di Kalianak. Harganya variatif, ada yang Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per kilogram.
"Karena tahun ini lagi bagus-bagusnya garam, jadi harganya juga meningkat. Untuk per kilogram bisa dijual Rp 150 ribu," ujar Didik.
Selain itu, petani garam di depan Terminal Tambak Osowilangun saat ditemui sedang melakukan aktifitas memanen garam. Santrimo mengaku harga garam sekarang Rp 200 ribu per kilogram Tahun ini ia lega karena tidak lagi menumpuk garam yang tahun lalu masih dilakukannya, karena tidak ada pembeli.
Garam milik Santrimo dikirim hingga ke Medan. "Biasanya ada anak buah bos dari Medan yang datang langsung untuk angkut garam," ujar Santrimo.
Saat ini luas lahan garam di Surabaya diperkirakan 100 hektar. Dalam proses pembuatan garam yang dimulai dari pengaliran air hingga waktu panen, diperlukan waktu sekitar satu bulan. Kegiatan panen di tambak garam yang ada di Surabaya telah menjadi rutinitas yang berlangsung tiap 7-10 hari sekali.
Hasil tiap panen beragam, tergantung jumlah petak yang siap panen. Namun umumnya petani garam mampu mendapatkan hingga 100 karung garam dengan berat masing-masing 55 per petak tambak.
Selanjutnya di pabrik, garam diberi Zat Yodium dan dicetak menjadi garam yang layak untuk konsumsi. (rmt/jay)
Editor : Jay Wijayanto