Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bersama Rekosistem, Ajinomoto Ajak Masyarakat Ubah Sampah Plastik Jadi Cuan

Administrator • Sabtu, 15 April 2023 | 05:58 WIB
Photo
Photo
SURABAYA – Persoalan sampah plastik yang menjadi isu global menarik perhatian kalangan industry di Indonesia. Salah satunya PT Ajinomoto Indonesia yang berkomitmen mengurangi sampah plastik dengan mengganti beberapa kemasan produk dari plastik ke kemasan lain yang ramah lingkungan.

Yudho Koesbandriyo, Direktur PT Ajinomoto Indonesia, menjelaskan, komitmen Ajinomoto dalam mengurangi diawali kerjasama dengan Rekosistem – lembaga manajemen pengelolaan sampah – dan Pemkot Surabaya dengan membangun waste station di pasar Sememi, Surabaya.

“Ini pilot project kami di Surabaya. Memang baru tiga bulan berjalan, tapi hasilnya lumayan bagus. Sampah anorganik atau plastik yang diumpulkan masyarakat terus meningkat. Setiap bulan sekitar 600-800 kg,” kata Yudho Koerbandriyo, Kamis (13/4).

Sebab itu, pihaknya akan terus melakukan kampanye bersama Rekosistem mengajak masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga agar semakin peduli dengan masalah sampah plastik. Bahkan mereka diajak untuk mengubah sampah plastik menjadi uang.

Caranya, mereka setiap hari bisa mengumpulkan sampah plastik dari berbagai produk yang ada di lingkungannya. Kemudian disetorkan ke Rekosistem dan dibeli. Setiap kilogramnya dihargai Rp 800. Namun khusus sampah plastik dari produk Ajinomoto akan mendapat tambahan reward Rp 1.000 per kg.

“Sekarang memang baru di Surabaya. Namun kami sudah melakukan penjajakan dengan Pemkot Mojokerto. Kami akan evaluasi. Kalau respondnya bagus dari masyarakat, waste station seperti di pasar Sememi akan kemi kembangkan di pasar yang lain. Di Surabaya ada 12 pasar tradisional,” tambahnya.

Langkah lain yang sudah dilakukan adalah dengan mengurangi kemasan prodauk Ajinomoto dari plastik diganti dengan bahan material yang lain seperti kertas atau lainnya. Saat ini yang sudah dilakukan adalah produk MSG Ajinomoto kemasan 100 gram sudah dikurangi hingga 30 persen.

Hal yang sama akan terus dilakukan dengan produk-produk yang lain. Sehingga target tahun 2030 nanti, minimal 50 persen kemasan produk Ajinomoto yang tadinya menggunakan bahan dari plastik akan diganti dengan kertas atau produk ramah lingkungan yang lain.

“Sekarang sudah kami trial produknya masuk di pasar modern. Namun kedepan produk kemasan ramah lingkungan ini juga akan masuk ke pasar tradisional. Kami juga terus melakukan riset penggunaan material kemasan pengganti plastik,” ujarnya.

Terkait target jumlah waste station tahun ini, dia belum bisa memastikan. Namun begitu, pihaknya berkomitmen untuk terus mengurangi penggunaan kemasan plastik dalam berbagai produknya. Bahkan beberapa perusahaan Jepang lainya juga berencana gabung dalam kerjasamanya bersama Rekosistem.

“Rekosistem itu manajemen pengelolaan sampah. Kami bersama Rekosistem mengajari masyarakat terutama ibu-ibu rmah tangga untuk mengumpulkan, memilah dan menyetorkan sampah ke Rekosistem. Sampah yang bisa didaur ulang akan dijadikan pallet untuk industri-industri,” tutup Yudho Koesbandriyo.

Sementara itu, Joshua Valentino – COO & Co-Founder Rekosistem menambahkan, persoalan sampah kemasan masih menjadi masalah pelik di Indonesia dan bahkan semakin bertambah. Rekosistem menerapkan ekosistem berkelanjutan melalui jasa pengelolaan sampah dengan berfokus pada pengumpulan, pemilahan, dan daur ulang sampah.

"Masyarakat bisa melakukan penyetoran melalui aplikasi, dengan terlebih dahulu memilah, membersihkan, dan mengemas sampah daur ulangnya. Dengan melakukan penyetoran ini, masyarakat dapat dengan mudah ubah sampah jadi cuan," ungkap Joshua. (fix/jay) Editor : Administrator
#Ajinomoto #Ubah Sampah Plastik Jadi Cuan #Rekosistem #Ajak Masyarakat