Menurut Satria Putera, Offline Sales Associate Director Kredit Pintar, perusahaan pembiayaan berbasis teknologi (fintech), Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia
setelah Jakarta dan sentra perekonomian di Jatim. Sehingga Surabaya memiliki potensi pasar yang sangat besar untuk dikembangkan secara serius dan berkelanjutan.
Dia berharap lewat kegiatan offline pertama di Surabaya akan berimbas positif pada pelaku UMKM. Mereka bisa mengenal lebih jauh produk Kredit Pintar dan memanfaatkan secara positif baik untuk keperluan pribadi ataupun usaha mereka. Sehingga Kredit Pintar juga bisa berpartisipasi aktif dalam menumbukan ekonomi kerakyatan di Surabaya.
”Ini kegiatan offline pertama di Surabaya setelah adanya pandemic Covid 19. Kami ingin memberikan banyak inspirasi dan ide bisnis bagi pelaku UMKM di Surabaya. Kami juga memberikan tips dan trik bisnis yang baik dan benar. Semua bisa diakses di https://bit.ly/1001Cuan,” kata Satria Putera di sela acara Kelas Pintar Bersama Cari Cuan, Jumat (20/5).
Willy Apriando, Head of Marketing Kredit Pintar menambahkan, sebenarnya secara digital, Kredit sudah diakses di seluruh wilayah Indonesia lewat aplikasi yang bisa diunduh di android. Namun secara offline memang masih terbatas karena adanya pandemic selama dua tahun.
Lewat kegiatan offline, pihaknya tidak hanya mengenalkan Kredit Pintar namun juga mengajarkan literasi keuangan dan memberikan ide-ide bisnis pada pelaku UMKM sehingga usaha mereka bisa semakin berkembang.
“Kami akui sentiment negatif terhadap pinjoi masih ada di masyarakat. Karena kami tidak hanya menawarkan pinjaman tapi juga memberikan literasi keuangan, mmeberikan inspirasi bisnis pada UMKM. Bagaimana memilih pinjaman yang baik. Kami juga sudah tercatat di OJK jadi legal,” kata Willy.
Dia yakin, dengan kelas offline yang diadakan akan memberikan banyak manfaat bagi pelaku UMKM. Mereka bisa sharing tentang berbagai problem yang terkait dengan usaha mereka. Pihaknya berusaha memberikan solusi yang tepat dan baik. Bahkan ke depan, pihaknya ingin membangun komunitas bisnis UMKM di Surabaya seperti yang sudah dilakukan di Jakarta.
“Lewat komunity nanti kami bisa melakukan banyak aktfitas positif. Saat ini plafin kredit kami Rp 20 juta. Namun banyak yang mengajukan berulang (repeat order) sehingga plafonnya juga bisa lebih besar,” tandas Willy.
Puji Sukaryadi, Brand Supervisor Kredit Pintar menambahkan, UMKM merupakan sektor yang tahan terhadap berbagai kondisi. Karena itu, UMKM menjadi sektor yang mendapat perhatian khusus dari Pemerintah karena berkontribusi dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional.
Saat ini Kredit Pintar telah menyalurkan total kredit sebanyak Rp 27 triliun. Dari jumlah tersebut sekitar 50 persennya digunakan untuk modal usaha Pendidikan. Hingga saat jumlah nasabah Kredit Pintar secara nasional mencapai 7.856.629 orang.
“Sebagai pihak swasta yang mendukung program percepatan pemulihan ekonomi nasional, membuka peluang seluas-luasnya bagi para pelaku UMKM yang membutuhkan pemodalan. Kami ingin memberdayakan UMKM,” ujar Puji
Sementara itu, pelaku UMKM dari Surabaya, Irawan Prasetyo, founder Kaos Mambu parikan khas Suroboyoan, mengatakan, pandemic Covid 19 membuat bisnisnya mengalami tekanan luar biasa. Omset jualan yang biasanya Rp 7-12 juta bahkan sampai Rp 25 juta perbulan, langsung anjlok menjadi Rp 3-5 juta. Bahkan sempat hanya Rp 500 ribu saja.
“Namun kami terus semangat untuk membesarkan usaha yang telah kami rintis. Lewat tambahan modal kami mencoba bangkit dengan berjualan secara online. Semua stok kaos yang numpuk di gudang akhirnya habis,” kata Irawan Prasetyo yang sengaja dihadirkan untuk memberikan semangat dan inspirasi bagi pelaku UMKM Surabaya. (fix/jay) Editor : Administrator