Apalagi, kondisi ini juga didukung dengan kasus pandemic covid 19 yang semakin membaik sehingga masyarakat semakin percaya untuk melakukan travelling bersama keluarga, orang tercinta maupun rekan bisnisnya. Pemerintah juga memberikan banyak kelonggaran dengan tetap menjaga protokol kesehatan.
Menurut Gaery Undarsa, Co-Founder & Chief Marketing Officer, tiket.com, masyarakat tampak begitu antusias untuk kembali melakukan travelling. Ini akan jadi masa kebangkitan kembali pariwisata Indonesia setelah sebelumnya terpuruk dihantam covid 19.
“Ini momentum yang sangat tepat, karena faktor trifecta, yaitu kombinasi antara relaksasi regulasi perjalanan, koridor pariwisata internasional kembali terbuka, dan pengumuman resmi cuti dan libur Lebaran. Kami terus tetap menghimbau bagi yang akan melakukan perjalanan untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan,” kata Gaery Undarsa, Senin (11/4) secara daring.
Menurutnya, kebangkitan pariwisata tahun ini sangat terasa. Hal ini terlihat dari kinerja Q1 2022 tiket.com Berdasarkan transaksi keseluruhan berhasil mencetak prestasi gemilang. Transaksi tiket penerbangan gaspol tumbuh 93 persen YoY, transportasi darat melesat 275 persen YoY, akomodasi menikmati pertumbuhan 80 persen YoY dan angka pengguna aktif platform tiket.com naik 29 persen YoY.
“Melonjaknya transaksi di Q1 2022 karena 2 pencapaian, yaitu terpilihnya tiket.com menjadi mitra resmi ticket and travel app MotoGP Mandalika dan hadirnya OTW (Online Tiket Week) di bulan Maret lalu yang makin mendongkrak semangat masyarakat Indonesia untuk berwisata dan berlibur,” tambahnya.
Program OTW mampu mendorong angka traffic platform tiket.com di bulan Maret yang melonjak sebanyak 195 persen dibandingkan traffic Januari + Februari 2022. Bahkan dibanding dengan sebelum adanya OTW, transaksi harian meroket double hingga triple digits karena adanya OTW.
Seperti akomodasi tumbuh 50 persen, vertikal entertainment meningkat 114 persen, penerbangan 20 persen, transportasi Darat melesat 100 persen, dan transaksi khusus Kereta Api mencapai 60 persen..
Dengan melihat kondisi pada Q1/2022 yang cukup fantastik, meskipun pada Januari dan Februari 2022 masih dibayangi Omicron, pihaknya semakin yakin pada Q2/2022 kondisi industry pariwisata akan semakin meroket. Bahkan dia yakin program THR (Tiket Hari Raya) yang dirilis mulai 11 April hingga 02 Mei 2022, akan memecahkan berbagai prestasi tahunan tiket.com.
“Apalagi program THR ini juga tidak hanya berlaku untuk destinasi wisata di dalam negeri saja, tapi juga ke luar negeri terutama tujuan Turki, Singapura, Thailand dan Korea Selatan, maka akan banyak wisatawan Indonesia yang juga akan menikmati liburan lebaran nanti ke luar negeri,” tandas Gaery.
Terkait program THR, Maria Risa Puspitasari, VP of Brand Marketing, tiket.com, menambahkan, hadirnya program THR kali ini momentumnya snagat tepat. Selain karena relaksasi regulasi bagi pelaku perjalanan, koridor pariwisata mancanegara juga mulai dibuka serta adanya libur bersama Lebaran selama 8 hari (29 April hingga 06 Mei).
Karena itu, Tahun ini, THR menjadi simbol bangkitnya kembali pariwisata Indonesia, gencarnya revenge travel di kalangan masyarakat Indonesia, baik untuk membulatkan tekad ke destinasi impian atau mudik ke kampung halaman untuk melepas rindu dengan keluarga tercinta.
“THR menjadi andalan karena promo harga fantastis ketika kian hari harga kebutuhan perjalanan dan akomodasi makin naik karena tingginya permintaan menuju Hari Raya Lebaran,” ujar Maria Risa.
Dia memastikan bahwa harga promo THR adalah harga fantastis untuk masyarakat Indonesia yang berencana untuk mudik atau berliburan. Penawaran tersebut meliputi transportasi, akomodasi, atraksi/wahana, beauty & spa, events dan online event dari ribuan mitra tiket.com.
Tahun ini, program THR berlangsung selama 22 hari penuh, mulai dari tanggal 11 April - 02 Mei 2022 dengan diskon spesial 50 persen + ekstra Rp 550.000. Program THR berlaku untuk untuk semua produk kebutuhan perjalanan dan berwisata.
“Kami juga memberikan kemudahan pembayaran lewat banyak cara mulai dari tiket PayLater, BNI, CIMB Niaga, Citibank, Digibank, HSBC, Bank Mandiri, Bank Mega, OVO, Bank Permata, TMRW, dan UOB,” tandas Maria Risa Puspitasari. (fix/jay) Editor : Administrator