Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Konsumen Milenial Dorong Pertumbuhan Properti

Administrator • Kamis, 23 Januari 2020 | 00:53 WIB
Konsumen Milenial Dorong Pertumbuhan Properti
Konsumen Milenial Dorong Pertumbuhan Properti



SURABAYA - Meskipun kondisi ekonomi masih melambat, namun Asosiasi Real Estat Broker Indonesia (Arebi) optimistis tahun ini market properti ada partumbuhan sekitar 5 persen. Hal ini karena ditopang konsumen milenial yang semakin tumbuh di Surabaya dan sekitarnya.


Menurut Ketua Arebi Jatim Rudy Sutanto, market properti tahun ini masih akan kondusif meskipun ekonomi masih melambat. Karena banyak kaum milenial yang mulai tertarik untuk membeli properti.


“Permintaan properti, terutama landed house masih ada. Banyak kaum milenial yang membutuhkan kebutuhan primer tersebut,” kata Rudy Sutanto.


Dikatakan Rudi, ada beberapa faktor yang ikut mempengaruhi pasar properti di Surabaya. Di antaranya pembangunan infrastruktur Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) dan Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT) yang segera terwujud, sehingga jarak yang dulu terkesan jauh sekarang menjadi dekat dan aksesnya semakin mudah.


Kebijakan pemerintah yang mengembangkan industri berorientasi ekspor serta mempermudah perizinan bagi masyarakat untuk mengembangkan industri kreatif akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi ke depan. Dampaknya daya beli masyarakat akan membaik.


“Pembangunan Tol Trans Jawa juga ikut mendorong pasar propreti, khususnya di Surabaya dan sekitarnya. Sebab banyak investor dari luar Surabaya yang membeli properti di sini baik untuk investasi maupun untuk anaknya yang study di Surabaya,” tambahnya.


Sebab itu, dia yakin market secondary tahun ini akan tetap tumbuh minimal 5 persen. Meskipun diakui akan terjadi koreksi harga kembali ke harga normal atau bahkan di bawah harga pasar karena rendahnya daya beli masyarakat.


“Market secondary masih jadi primadona, khususnya residential dengan harga antara Rp 700 juta higga Rp 1,5 miliar. Sementara untuk komersial, ruko masih ada demand, tapi tidak terlalu banyak karena ada pilihan office space,” tandasnya.


Bagaimana dengan produk primary, menurutnya, tahun ini banyak developer yang akan merilis produk baru, utamanya landed house. Namun mereka akan adu konsep dan legalitas.


Sebab market yang dibidik mayoritas dari kalangan milenial dengan harga antara Rp 600 – 750 juta. “Yang perlu diperhatikan perbankan akan selektif menyalurkan KPR-nya untuk menjaga NPL ke depan,” pungkasnya. (fix/nur)  

Editor : Administrator