Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pakai Gas Bumi, Penjual Rawon Pecel Ini Hemat Rp 2 Juta/Bulan

Administrator • Rabu, 31 Juli 2019 | 10:12 WIB
Pakai Gas Bumi, Penjual Rawon Pecel Ini Hemat Rp 2 Juta/Bulan
Pakai Gas Bumi, Penjual Rawon Pecel Ini Hemat Rp 2 Juta/Bulan

SURABAYA - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) terus mendorong penggunaan gas bumi bagi rumah tangga. Langkah ini dilakukan guna selain bisa menekan angka subsidi energi, juga agar masyarakat luas bisa menikmati bahan bakar yang lebih hemat dan ramah lingkungan. 


Sales Area Head PGN Area Surabaya-Gresik Misbachul Munir mengatakan, saat ini PGN terus berupaya memperluas jaringan gas (jargas) agar makin banyak masyarakat yang bisa menikmati suplai gas bumi. "Sebagai Sub Holding Gas, PGN siap menjalankan peran untuk semakin memperluas pemanfaatan gas bumi ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau energi baik gas bumi," terangnya. 


Misbachul menuturkan, selain melayani kebutuhan kelistrikan, industri dan komersial, pohaknya juga melayani pelanggan rumah tangga dan UMKM. Adapun pelanggan rumah tangga PGN tersebar di wilayah Surabaya Timur meliputi Kelurahan Wonorejo, Penjaringan Asri, Kedung Baruk, Kedung Asem dan Medokan Ayu.


Di wilayah Surabaya Tengah meliputi Kelurahan Tegal Sari, Kelurahan Embong Kaliasin, Kelurahan Kupang Krajan, Putat Jaya, Pasar Kembang dan Dr. Soetomo. "Sedangkan di wilayah Surabaya Selatan meliputi Kelurahan Airlangga, Barata Jaya, Kertajaya, Pucang Sewu, Ngagel dan Taman Ngagel Rejo," jelasnya. 


Di Surabaya, ada sekitar 26.762 rumah tangga yang telah menikmati aliran gas bumi di rumah. Salah satunya adalah Liswati, penjual rawon pecel di pasar Pucang Anom Surabaya. Ia mengaku telah menggunakan gas bumi yang disalurkan oleh PGN sejak pertengahan tahun 2016. "Dulu kami tidak tahu perbedaan antara gas bumi dengan gas tabung. Ternyata gas bumi ini hemat dan aman," ujarnya.


Liswati menuturkan, dulu saat menggunakan gas tabung, dalam sebulan ia bisa habis sekitar Rp 5 juta hanya untuk bayar bahan bakar, tetapi setelah menggunakan gas bumi yang melalui pipa, tagihan sebulan hanya sekitar Rp 2,5 hingga Rp 2,9 juta per bulan. "Sehingga dalam sebulan, saya bisa menghemat uang untuk bahan bakar sekitar Rp 2 juta," imbuhnya. Dengan adanya selisih biaya tersebut maka sisa uang bisa ia mengalokasikan untuk memenuhi kebutuhan yang lain atau ditabung. 


Selain hemat, ia mengaku juga sangat aman. Karena tekanan gas bumi melalui pipa ini lebih rendah dibanding energi yang digunakan sebelumnya, maka kekhawatiran terjadi ledakan saat ada kebocoran gas tidak ada. "Pernah salah satu kompor saya ada yang bocor, tetapi masih bisa saya gunakan " tukasnya. (cin)

Editor : Administrator
#pgn #umkm