Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Aprisindo Jatim Senang Investasi Asing Masuk di Industri Alas Kaki

Administrator • Selasa, 22 Januari 2019 | 05:50 WIB
Aprisindo Jatim Senang Investasi Asing Masuk di Industri Alas Kaki
Aprisindo Jatim Senang Investasi Asing Masuk di Industri Alas Kaki

SURABAYA - Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jatim menilai masuknya investasi asing seperti Nike yang membuka produksinya di Indonesia terbilang sangat positif.


Menurut Ketua Umum Aprisindo Jatim Winyoto Gunawan, hal tersebut berarti kualitas sepatu produksi dari Indonesia sudah diakui dunia. "Sehingga, ini juga disusul dengan brand image bahwa Indonesia bisa membuat produk sepatu yang bagus," tuturnya di Surabaya.


Dengan adanya brand besar yang melakukan produksi di Indonesia justru dapat membantu memberikan nilai devisa negara dan meningkatkan jumlah ekspor dalam negeri. "Selain itu juga dapat mengurangi pengangguran terutama masyarakat di lingkungan pabrik, sebagai tempat produksi sepatunya," katanya.


Selain itu, menurut Winyoto, jika perusahaan brand besar membuka produksinya di Indonesia maka hal itu juga dapat membantu mengurangi pengangguran. "Terutama masyarakat di lingkungan pabrik, sebagai tempat produksi sepatunya. Bagi kami, sangat menyambut positif sekali hal itu," tuturnya. Di Jatim sendiri, sangat berpotensi sebagai tujuan investasi perusahaan-perusahaan sepatu dengan brand besar tersebut.


"Hanya saja tergantung melihat kepentingan dari perusahaan misalnya kepentingan ekspor. Kalau mereka kan memproduksi untuk kepentingan ekspor jadi tidak bisa langsung dijual di dalam negeri. Kalau ingin masuk di dalam negeri harus diekspor dulu lalu diimpor. Jadi ya balik lagi," jelasnya.


Sementara, wilayah yang memiliki potensi cukup tinggi untuk kepentingan ekspor ialah daerah yang masuk kategori Ring 2 dan Ring 3. "Karena di daerah sana sumber daya manusianya masih banyak. Biaya tenaga kerjanya juga murah jika dibandingkan di daerah perkotaan kalau berkaca seperti Nike yang jumlah pekerjanya sekitar 10 ribu orang," terangnya.


Adapun hingga 2018 lalu, kinerja industri sepatu di Jatim masih belum juga memuaskan. Dari segi ekspor masih turun sekitar 10-15 persen sedangkan pasar domestik turun sekitar 30 persen. Satu di antara faktornya ialah kondisi global yang berpengaruh pada kondisi industri alas kaki.


Namun, setiap tahunnya rata-rata nilai ekspor sepatu Indonesia secara nasional mencapai USD 4,9 miliar sampai USD 5 miliar. Aprisindo sendiri memproyeksikan tahun ini pertumbuhan masih dikisaran 5 persen sampai 6 persen. Hal ini dikarenakan beberapa momen yang dapat meningkatkan permintaan sepatu di Indonesia.


Menurutnya, mulai dari lebaran, pemilihan umum dan tahun ajaran baru bagi sekolah yang berpeluang merangsang konsumsi alas kaki di tengah masyarakat. (cin)

Editor : Administrator
#jatim