SURABAYA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Banten (Bank BJB) resmi merelokasi Kantor Cabang Surabaya di Jalan Darmo Nomor 112, Surabaya, Selasa (17/4). Dengan relokasi kantor baru ini ditargetkan pertumbuhan jumlah nasabah bisa mencapai sekitar 12-14 persen secara nasional. Sedangkan khusus wilayah Jawa Timur ditargetkan dapat tumbuh sebesar 10 hingga 12 Persen.
Demikian diungkapkan Ahmad Irfan, Direktur Utama Bank BJB setelah peresmian Kantor Cabang BJB wilayah Surabaya, kemarin. Menurutnya, dengan relokasi Kantor BJB wilayah Surabaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, serta mewujudkan kepedulian BJB terhadap pemberian pelayanan, kemudahan, dan kenyamanan nasabah.
“Relokasi di sini tempatnya strategis, di depan Taman Bungkul dan di tengah kota. Diharapkan, ke depannya BJB lebih dekat dengan masyarakat khususnya warga Surabaya dan Jawa Timur,” ujarnya
Irfan menjelaskan, dengan relokasi kantor tersebut pihaknya dapat mendekat di hati masyarakat untuk mengutamakan pelayanan dan terus menghadirkan produk yang inovatif. Dia menyebut, pertumbuhan aset BJB hingga bulan Maret 2018 telah mencapai Rp 2,1 triliun, sebanyak 114 aset konsolidasi.
“Dan pada 10 April lalu, BJB telah ditunjuk sebagai bank sistemik,” lanjutnya.
Irfan menambahkan, sejak Desember 2017 BJB menduduki peringkat ke-12 bank nasional Indonesia. Oleh karena itu, dengan diresmikannya relokasi kantor cabang Surabaya ini akan membuat BJB lebih mudah untuk melakukan pemasaran produk yang lebih terbuka, sehingga memberikan kenyamanan untuk para nasabah.
“Tentunya lebih mengakomodir seiring bertambahnya perkembangan bisnis BJB di Kota Surabaya,” imbuhnya.
Sementara itu, Deputi Bank Indonesia Yudi Harymukti mengapresiasi diresmikannya relokasi kantor cabang Surabaya ini agar bisa memberikan kontribusi untuk perekonomian di Jawa Timur, khususnya Surabaya.
Yudi menjelaskan, pada 2017 kondisi ekonomi di Jatim cukup menggembirakan dimana PDB Jatim tumbuh 5,45 persen, lebih tinggi daripada PDB nasional 5,1 persen.
Sedangkan untuk inflasi masih dalam angka terkendali di posisi 3,16 persen dan satu hal yang terpenting adalah aset perbankan di Jatim mencapai 82 persen dari seluruh aset lembaga keuangan di Jatim.
"Ini menunjukkan betapa pentingnya peran dari lembaga perbankan di Jatim ini. Statistik menunjukkan bahwa kredit di triwulan I sebesar Rp 500 triliun itu tumbuh sebesar 9,04 persen dengan DPK Rp 502,7 triliun tumbuh sebesar 8,89 persen,” kata Yudi. (cin/hen)