JAKARTA-PT Sumber Marine Shipyard menjadi perusahaan galangan kapal nasional pertama yang membangun kapal angkutan semen yang digerakkan oleh listrik (electric propulsion). Sumber listrik dihasilkan oleh kapal itu sendiri.
Kapal yang dibangun dengan dana sebesar USD 20 juta dan kini dioperasikan oleh PT Andalas Bahtera Baruna (ABB), dibangun oleh PT Sumber Marine Shipyard di Batam dalam jangka waktu 15 bulan. Kapal canggih ini diberi nama MV Iriana yang merupakan nama Ibu Negara.
MV Iriana memiliki panjang 117 meter, lebar 25 meter draf 6,5 meter, tinggi 7,9 meter dengan bobot mati 10.000 ton, mampu melaju dengan kecepatan maksimal hingga 12 knot/jam. Saat ini kapal tersebut di kontrak oleh perusahaan semen PT Holcim Indonesia, hingga beberapa tahun kedepan.
Kapal ini mampu mengangkut semen curah kering dengan bobot 9.000 ton. Dari pabrik milik PT Holcim Indonesia di Cilacap (Jateng) dan Tuban (Jatim), semen diangkut dengan menggunakan truk tronton dan kontainer ke Pelabuhan Tanjung Priok dan Tajung Perak. Selanjutnya, semen dikirim dengan MV Iriana ke Lampung, Riau, dan Batam. Kamis (27/7) MV Iriana.
Haneco, Direktur Utama PT Andalas Bahtera Baruna yang mengoperasikan MV Iriana mengatakan Indonesia merupakan negara ketiga yang mengoperasikan kapal Cement Carrier canggih yang digerakkan oleh listrik. Negara pertama Jepang dan kedua Taiwan. Dengan tenaga listrik, biaya operasional bisa ditekan hingga 20 persen dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar solar
Haneco berharap pemerintah mendukung perusahaannya yang mengoperasikan kapal electric propulsion untuk angkutan semen curah kering ini dengan melarang kapal sejenis beroperasi di Indonesia.
‘’Saya tidak minta di proteksi. Tapi pemerintah harus bijaksana, dengan melarang kapal impor masuk ke Indonesia, seperti yang sedang di gunakan oleh PT Semen Padang yang usianya sudah 40 tahun. Apalagi kapal ini dibangun oleh anak bangsa di perusahaan galangan kapal dalam negeri,’’ kata Haneco.
Editor : Administrator