Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Beli Martabak Legend Surabaya Harus Antre Dua Bulan

A
Penulis: Andy Satria❯
MARTABAK JADUL: Pemilik Martabak Legend, Novyta Halim, menunjukkan martabak jadul buatannya yang sudah dipesan pelanggannya, di kawasan Wisata Bukit Mas, Surabaya, Rabu (5/11).
MARTABAK JADUL: Pemilik Martabak Legend, Novyta Halim, menunjukkan martabak jadul buatannya yang sudah dipesan pelanggannya, di kawasan Wisata Bukit Mas, Surabaya, Rabu (5/11).

RADAR SURABAYA - Martabak tradisional atau martabak khas Madura dengan isian bihun dan sayuran, merupakan jajanan lawas yang saat ini tengah naik daun.


Advertisement

Martabak Legend di kawasan Wisata Bukit Mas, Surabaya, salah satunya yang tengah viral dan banyak diburu pecinta kuliner.

Bahkan, untuk bisa mencicipinya, pembeli rela antre hingga satu hingga dua bulan lamanya.

Pemilik Martabak Legend, Novyta Halim, mengatakan usaha ini telah dirintis sejak tahun 2019.

Advertisement

Martabak jadul ini memiliki cita rasa khas, dengan tingginya permintaan membuat proses pembelian harus melalui sistem pre-order.

“Kami memang membatasi produksi setiap hari agar kualitas tetap terjaga. Semua dibuat dalam kondisi fresh, jadi waktu tunggu bisa sampai dua bulan,” ujar Novyta saat ditemui di tempat produksinya, Rabu (5/11).

Setiap harinya, Martabak Legend hanya mampu memproduksi sekitar 1.500 potong martabak, yang proses masaknya dibagi dalam empat kloter.

Advertisement

Produksinya pun dilakukan di area perumahan, sehingga kapasitas tidak bisa terlalu besar.

Meski begitu, pelanggan datang dari berbagai daerah, bahkan hingga mancanegara.

"Bukan hanya dari Surabaya, tapi juga dari luar kota dan luar negeri seperti Amerika Serikat, Eropa, Asia, dan Timur Tengah. Kami kirim dalam kondisi setengah matang lalu dibekukan (frozen) menggunakan jasa kargo pesawat. Banyak juga yang membawanya sebagai oleh-oleh,” jelasnya.

Ciri khas Martabak Legend terletak pada penggunaan bahan-bahan premium dan bumbu khas Madura.

Martabak ini memiliki isian beragam seperti bihun, sayuran, tetelan, usus ayam, hingga lemak sapi.

Semua dibuat dengan minyak gajih untuk menghasilkan aroma gurih yang khas.

“Kami ingin menjaga rasa autentik martabak jadul. Condimentnya pun lengkap, ada petis, acar, sambal, dan minyak gajih untuk yang ingin dipanaskan ulang,” tutur Novyta.

Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, yakni Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per potong, atau sekitar Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per kotak berisi 10 potong.

Dari berbagai varian, martabak dengan isian tetelan menjadi yang paling favorit. “Untuk tetelan saja, sehari bisa habis 35 kilogram,” ungkapnya.

Novyta mengaku ide membuat martabak jadul ini muncul dari kenangan masa kecilnya. Ia sering membeli jajanan tersebut dan akhirnya belajar membuatnya sendiri.

"Awalnya hanya iseng waktu saya berhenti bekerja dan jadi ibu rumah tangga. Saya coba buat dan bagikan ke teman-teman. Banyak yang suka, lalu saya posting di media sosial. Dari situ pesanan mulai ramai,” pungkasnya. (sam/opi)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Tim Asal Pamekasan Kuasai Tiga Tiket Semifinal Bahlil Mini Soccer Zona 8 Madura

Tim Asal Pamekasan Kuasai Tiga Tiket Semifinal Bahlil Mini Soccer Zona 8 Madura

Pamekasan masih menjadi kekuatan utama di Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 8 Madura. Tiga dari empat tiket semifinal berhasil diamankan wakil tuan rumah.

16 Tim Pelajar dari 4 Kabupaten Adu Skill di Bahlil Mini Soccer Zona Madura

16 Tim Pelajar dari 4 Kabupaten Adu Skill di Bahlil Mini Soccer Zona Madura

Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 8 Madura resmi digelar Kamis (24/9). Peluit pertandingan boleh menjadikan mereka rival. Namun, semangat persaudaraan tetap menyatukan. Semangat itulah yang tetap dijunjung

  16 Tim Zona 8 Madura Usung Semangat Juara di Turnamen Bahlil Mini Soocer

16 Tim Zona 8 Madura Usung Semangat Juara di Turnamen Bahlil Mini Soocer

Sebanyak 16 tim SMA/SMK sederajat dari empat kabupaten di Madura siap bersaing di Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak. Seluruh peserta membawa semangat yang sama: tampil maksimal dan meraih kemenangan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer