RADAR SURABAYA – Bangun kesiangan saat sahur kerap membuat sebagian orang memilih makanan yang praktis dan cepat disiapkan. Salah satu menu yang paling sering dipilih adalah mi instan karena mudah dimasak dan dianggap cukup mengenyangkan.
Namun, dokter spesialis gizi klinik, Nurul Ratna Mutu Manikam, mengingatkan bahwa sahur hanya dengan mi instan sebenarnya kurang dianjurkan. Pasalnya, efek kenyang dari makanan tersebut biasanya tidak bertahan lama.
Menurutnya, mi instan memiliki kandungan tepung olahan yang tinggi tetapi rendah serat. Kondisi ini membuat tubuh lebih cepat merasa lapar ketika menjalani puasa.
“Kalau seseorang memiliki kecenderungan diabetes, mi instan bisa cepat meningkatkan kadar gula darah. Setelah itu efeknya juga membuat lebih cepat lapar,” ujar Nurul.
Baca Juga: Sehat dan Kaya Nutrisi, 10 Bahan Makanan Ini Baik untuk Sahur
Selain itu, konsumsi mi instan secara berlebihan juga berpotensi memicu kenaikan berat badan. Hal ini karena mi instan umumnya berbahan dasar tepung dengan kandungan serat yang rendah.
“Mi juga termasuk makanan yang mudah membuat berat badan naik karena berbahan dasar tepung,” tambahnya.
Sebagian orang mencoba menambahkan telur atau sayuran ke dalam mi instan agar lebih bergizi. Meski demikian, menurut Nurul, tambahan tersebut tetap tidak membuat rasa kenyang bertahan lama dibandingkan makanan utama seperti nasi.
“Meskipun ditambah sayur, biasanya tetap lebih cepat lapar dibandingkan makan nasi,” jelasnya.
Baca Juga: Dokter Ingatkan Risiko Melewatkan Sahur demi Cepat Turun Berat Badan
Sebagai alternatif, ia menyarankan masyarakat menyiapkan lauk sejak malam hari agar saat sahur tinggal dipanaskan. Cara ini dinilai lebih baik dibandingkan mengandalkan mi instan sebagai menu utama.
Contohnya dengan menyiapkan ayam ungkep, daging, atau makanan beku yang dapat disimpan di lemari pendingin dan dimasak dengan cepat saat sahur. Dengan menu sahur yang lebih seimbang, tubuh dapat memperoleh energi yang cukup sehingga ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman sepanjang hari. (rif/fir)
Editor : M Firman Syah