30 C
Surabaya
Thursday, December 8, 2022

Healing Low Budget di Taman Anggrek Sememi Jaya

SURABAYA – Saat mendatangi Taman Anggrek yang berlokasi di Jalan Sememi Jaya Gang II, Kelurahan Sememi, Benowo ini mata dimanjakan oleh indahnya hamparan bunga anggrek yang bermekaran, terutama saat memasuki area taman.

Berbagai jenis anggrek dengan beragam warna yang cantik seolah menghipnotis pengunjung. Bagaimana tidak, bunga-bunga cantik tersebut seperti member sambutan dan membuat siapapun yang melihatnya tersenyum girang. Taman ini bisa menjadi jujukan tempat healing low budget di pinggiran kota yang tak kalah cantik dengan lokai di luar kota. Karena tak dipungut biaya masuk dan bunga anggrek yang dijual harganya terjangkau.

Staf Pemeliharaan Kebun Taman Anggrek Sememi, Nurul Qur’ani menuturkan, ada tujuh jenis anggrek yang dibudidayakan di kebun ini, yaitu Anggrek Bulan, Anggrek Dendrobium, Anggrek Kantong Semar, Anggrek Hitam, dan Anggrek Merpati, Anggrek Cattleya dan Anggrek Jawa.

Untuk perawatan tanaman tersebut pun juga dibutuhkan tenaga ahli yang benar-benar paham dengan tanaman anggrek. “Karena tanaman ini berada di wilayah Surabaya Barat yang lumayan panas, sehingga tanaman ini butuh perawatan intensif seperti kelembabannya, penyiraman dan pemberian vitamin,” tuturnya kepada Radar Surabaya.

Perawatan intensif pada tanaman anggrek ini dilakukan di dalam laboratorium budidaya anggrek untuk pengembangan berbagai jenis tanaman anggrek. Di dalam laboratorium ini ada tanaman anggrek yang masih kecil dan memasuki proses aklimatisasi dan berbagai jenis anggrek yang telah berbunga indah.

Taman Anggrek seluas 1,5 hektare ini merupakan naungan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kota Surabaya. Taman ini menempati lahan eks lokalisasi yang ditutup oleh Tri Rismaharini, kemudian Risma mempunyai inisiatif untuk membangun kebun anggrek dan dibuatlah tempat untuk budidaya tanaman anggrek di Surabaya ini.

Awal pembangunan lokasi wisata Taman Anggrek ini pada tahun 2019 dan mulai bisa dikunjungi oleh masyarakat umum pada tahun 2019 akhir. Untuk bisa mengunjungi kebun bunga anggrek ini para pengunjung tidak dikenakan tiket masuk alias gratis.

Tanaman anggrek dipilih karena dahulu Risma memiliki program menghias jalan dan taman untuk budi daya dengan penanaman di tengah kota yang ternyata anggrek tumbuh dengan baik. Maka dari itu, Risma memilih anggrek untuk dibudidayakan pada tempat eks lokalisasi yang dialih fungsikan menjadi Laboratorium Kultur Jaringan, dan green house tanaman anggrek yang bisa didistribusikan untuk mengisi taman kota dan jalan-jalan di Kota Pahlawan, serta mampu untuk meningkatkan ekonomi warga berpenghasilan rendah (MBR).

Di wisata kebun anggrek ini tidak hanya bisa melihat saja, tetapi pengunjung juga bisa membeli tanaman anggrek dari yang masih belum berbunga hingga yang sudah berbunga. “Tempat ini banyak dikunjungi para pengunjung karena tempatnya yang menarik perhatian dengan berbagai macam keindahan bunga anggrek dan adanya spot foto yang instagramable,” pungkas Nurul. (Aisha Aulia Dewi/nur)

SURABAYA – Saat mendatangi Taman Anggrek yang berlokasi di Jalan Sememi Jaya Gang II, Kelurahan Sememi, Benowo ini mata dimanjakan oleh indahnya hamparan bunga anggrek yang bermekaran, terutama saat memasuki area taman.

Berbagai jenis anggrek dengan beragam warna yang cantik seolah menghipnotis pengunjung. Bagaimana tidak, bunga-bunga cantik tersebut seperti member sambutan dan membuat siapapun yang melihatnya tersenyum girang. Taman ini bisa menjadi jujukan tempat healing low budget di pinggiran kota yang tak kalah cantik dengan lokai di luar kota. Karena tak dipungut biaya masuk dan bunga anggrek yang dijual harganya terjangkau.

Staf Pemeliharaan Kebun Taman Anggrek Sememi, Nurul Qur’ani menuturkan, ada tujuh jenis anggrek yang dibudidayakan di kebun ini, yaitu Anggrek Bulan, Anggrek Dendrobium, Anggrek Kantong Semar, Anggrek Hitam, dan Anggrek Merpati, Anggrek Cattleya dan Anggrek Jawa.

Untuk perawatan tanaman tersebut pun juga dibutuhkan tenaga ahli yang benar-benar paham dengan tanaman anggrek. “Karena tanaman ini berada di wilayah Surabaya Barat yang lumayan panas, sehingga tanaman ini butuh perawatan intensif seperti kelembabannya, penyiraman dan pemberian vitamin,” tuturnya kepada Radar Surabaya.

Perawatan intensif pada tanaman anggrek ini dilakukan di dalam laboratorium budidaya anggrek untuk pengembangan berbagai jenis tanaman anggrek. Di dalam laboratorium ini ada tanaman anggrek yang masih kecil dan memasuki proses aklimatisasi dan berbagai jenis anggrek yang telah berbunga indah.

Taman Anggrek seluas 1,5 hektare ini merupakan naungan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kota Surabaya. Taman ini menempati lahan eks lokalisasi yang ditutup oleh Tri Rismaharini, kemudian Risma mempunyai inisiatif untuk membangun kebun anggrek dan dibuatlah tempat untuk budidaya tanaman anggrek di Surabaya ini.

Awal pembangunan lokasi wisata Taman Anggrek ini pada tahun 2019 dan mulai bisa dikunjungi oleh masyarakat umum pada tahun 2019 akhir. Untuk bisa mengunjungi kebun bunga anggrek ini para pengunjung tidak dikenakan tiket masuk alias gratis.

Tanaman anggrek dipilih karena dahulu Risma memiliki program menghias jalan dan taman untuk budi daya dengan penanaman di tengah kota yang ternyata anggrek tumbuh dengan baik. Maka dari itu, Risma memilih anggrek untuk dibudidayakan pada tempat eks lokalisasi yang dialih fungsikan menjadi Laboratorium Kultur Jaringan, dan green house tanaman anggrek yang bisa didistribusikan untuk mengisi taman kota dan jalan-jalan di Kota Pahlawan, serta mampu untuk meningkatkan ekonomi warga berpenghasilan rendah (MBR).

Di wisata kebun anggrek ini tidak hanya bisa melihat saja, tetapi pengunjung juga bisa membeli tanaman anggrek dari yang masih belum berbunga hingga yang sudah berbunga. “Tempat ini banyak dikunjungi para pengunjung karena tempatnya yang menarik perhatian dengan berbagai macam keindahan bunga anggrek dan adanya spot foto yang instagramable,” pungkas Nurul. (Aisha Aulia Dewi/nur)

Most Read

Berita Terbaru


/