alexametrics
28 C
Surabaya
Wednesday, August 10, 2022

Nikmatnya Kuliner Khas Timur Tengah di Kawasan Ampel

SURABAYA – Kawasan Ampel tidak hanya dikenal dengan kawasan wisata religi, namun juga dikenal sebagai kawasan Kampung Arab. Tak heran jika di kawasan ini, tepatnya di Jalan KH Mas Mansyur banyak ditemui kuliner khas Timur Tengah seperti Roti Maryam, Nasi Mandhi, Nasi Kebuli, Nasi Biryani, Sambosa hingga Gulai Kacang Hijau.

Sejarawan Kota Surabaya Purnawan Basundoro mengatakan, keberadaan kuliner khas Timur Tengah ini berasal dari imigran Arab yang mulai masuk di kota Surabaya pada awal abad ke-19. Para imigran ini rata-rata berasal dari Hadramaut, jazirah Arab bagian selatan (Yaman). “Kota Surabaya merupakan salah satu koloni besar Arab di Nusantara. Koloni Arab di kota ini memusat di sekitar masjid Ampel,” katanya.

Pada masa kolonial, baik orang Arab maupun orang Tiongkok masih dianggap sebagai orang asing meskipun mereka telah tinggal di kota ini puluhan tahun lamanya. Sebagai orang asing, mereka harus tinggal di kawasan tertentu.

“Pemerintah kolonial Belanda membuat ketentuan mengenai tempat tinggal mereka yang menyebabkan adanya tiga kelompok pemukiman khusus di Surabaya, yaitu pemukiman orang-orang Tionghoa (Chinesche Kamp), pemukiman orang-orang Melayu (Maleische Kamp), dan pemukiman orang-orang Arab (Arabische Kamp),” terangnya.

Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, alkulturasi budaya yang terjadi di Kampung Arab dapat dilihat salah satunya pada kuliner. Berbeda dengan makanan-makanan di wilayah Surabaya lainnya, kuliner di Kampung Arab memiliki ciri khas tersendiri.

Kuliner di Kampung Arab didominasi oleh kuliner khas Timur Tengah. “Ciri khas makanan Kampung Arab adalah menggunakan rempah-rempah dan daging kambing. Kuliner di Kampung Arab telah disesuaikan dengan taste orang Surabaya, rempah-rempah yang digunakan lebih dikurangi dan tidak sekuat masakan aslinya,” katanya.

Menurutnya, banyak makanan khas Kampung Arab ini yang mendapat pengaruh dari kuliner India. Ciri khas asli kuliner Arab Yaman adalah rasa yang asam dan asin, sedangkan penggunaan banyak rempah-rempah merupakan pengaruh dari negara lain di Timur Tengah dan juga India. (mus/nur)

SURABAYA – Kawasan Ampel tidak hanya dikenal dengan kawasan wisata religi, namun juga dikenal sebagai kawasan Kampung Arab. Tak heran jika di kawasan ini, tepatnya di Jalan KH Mas Mansyur banyak ditemui kuliner khas Timur Tengah seperti Roti Maryam, Nasi Mandhi, Nasi Kebuli, Nasi Biryani, Sambosa hingga Gulai Kacang Hijau.

Sejarawan Kota Surabaya Purnawan Basundoro mengatakan, keberadaan kuliner khas Timur Tengah ini berasal dari imigran Arab yang mulai masuk di kota Surabaya pada awal abad ke-19. Para imigran ini rata-rata berasal dari Hadramaut, jazirah Arab bagian selatan (Yaman). “Kota Surabaya merupakan salah satu koloni besar Arab di Nusantara. Koloni Arab di kota ini memusat di sekitar masjid Ampel,” katanya.

Pada masa kolonial, baik orang Arab maupun orang Tiongkok masih dianggap sebagai orang asing meskipun mereka telah tinggal di kota ini puluhan tahun lamanya. Sebagai orang asing, mereka harus tinggal di kawasan tertentu.

“Pemerintah kolonial Belanda membuat ketentuan mengenai tempat tinggal mereka yang menyebabkan adanya tiga kelompok pemukiman khusus di Surabaya, yaitu pemukiman orang-orang Tionghoa (Chinesche Kamp), pemukiman orang-orang Melayu (Maleische Kamp), dan pemukiman orang-orang Arab (Arabische Kamp),” terangnya.

Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, alkulturasi budaya yang terjadi di Kampung Arab dapat dilihat salah satunya pada kuliner. Berbeda dengan makanan-makanan di wilayah Surabaya lainnya, kuliner di Kampung Arab memiliki ciri khas tersendiri.

Kuliner di Kampung Arab didominasi oleh kuliner khas Timur Tengah. “Ciri khas makanan Kampung Arab adalah menggunakan rempah-rempah dan daging kambing. Kuliner di Kampung Arab telah disesuaikan dengan taste orang Surabaya, rempah-rempah yang digunakan lebih dikurangi dan tidak sekuat masakan aslinya,” katanya.

Menurutnya, banyak makanan khas Kampung Arab ini yang mendapat pengaruh dari kuliner India. Ciri khas asli kuliner Arab Yaman adalah rasa yang asam dan asin, sedangkan penggunaan banyak rempah-rempah merupakan pengaruh dari negara lain di Timur Tengah dan juga India. (mus/nur)

Most Read

Berita Terbaru


/