alexametrics
25 C
Surabaya
Thursday, January 27, 2022
spot_img

Cobek Bakar, Sensasi Makan Pedas dengan Cara Unik 

spot_img

SURABAYA – Penyuka pedas kurang pas rasanya jika tak mencicipi kuliner cobek bakar. Lokasinya berada di Jalan Lasem. Sensasi pedas yang berbeda serta dengan aneka pilihan laumk yang ada dapat memanjakan lidah pemburu kuliner Surabaya.

Apalagi kuliner tersebut disajikan dengan cara yang unik. Cobek mini diletakkan di atas tungku, bumbu sambal kemudian diletakkan di atasnya. Ada bawang, cabai dan tomat. Bumbu tersebut kemudian ditambah terasi, gula, garam dan penyedap rasa.

Tak lama, kobaran api nampak membakar cobek yang berisi sambal khas tersebut. Bumbu tersebut disiram minyak. Bumbu lalu diaduk sekitar satu menit. Usai dirasa cukup, sambal pun siap disajikan di atas nampan kayu.

“Walau dibakar, cobek ya tetap kuat. Jadi memang saya sajikan langsung di atas cobek lalu dibakar. Diaduk sebentar seperti digongso (ditumis). Jadi ini yang membedakan dengan yang lain,” ujar Sunarsih, pemilik tempat makan tersebut.

Pilihan sambalnya hanya ada dua macam, yaitu pedas asin atau pedas manis. Pedas asin menggunakan bumbu bawang dan cabai yang sudah diracik. Sementara untuk sensasi pedas manis menggunakan cabai dan potongan tomat yang juga sudah diracik.

Pilihannya lauknya bermacam-macam. Ada cumi, udang, ikan pe, lele, arah, tahu dan tempe hingga terong. Tak hanya itu, ada juga pilihan lainnya seperti telur dadar bagi yang tak suka dengan seafood. Sensasi pedas panas pun dapat dinikmati.

“Warga Surabaya kan suka yang pedas-pedas. Jadi saya cari inovasi yang lain. Karena awalnya ini hanya warung penyetan biasa. Saya coba ini kok malah banyak yang suka,” ujar wanita asal Lamongan tersebut.

Sunarsih mengaku, banyak para pemburu kuliner pedas yang datang berkunjung ke warungnya tersebut. Meski begitu, pengunjung harus rela antre saat datang agak malam. Sebab yang datang tak hanya berasal dari dalam kota, namun ada yang dari luar kota. Mulai Sidoarjo, Mojokerto, Gresik hingga luar daerah lainnya.

“Suka sih. Karena ini unik tidak seperti penyetan lainnya. Dimasak di atas cobek yang dibakar, ternyata rasanya memang berbeda. Lebih enak saja,” ujar Widyawati salah satu pengunjung. (far/nur)

SURABAYA – Penyuka pedas kurang pas rasanya jika tak mencicipi kuliner cobek bakar. Lokasinya berada di Jalan Lasem. Sensasi pedas yang berbeda serta dengan aneka pilihan laumk yang ada dapat memanjakan lidah pemburu kuliner Surabaya.

Apalagi kuliner tersebut disajikan dengan cara yang unik. Cobek mini diletakkan di atas tungku, bumbu sambal kemudian diletakkan di atasnya. Ada bawang, cabai dan tomat. Bumbu tersebut kemudian ditambah terasi, gula, garam dan penyedap rasa.

Tak lama, kobaran api nampak membakar cobek yang berisi sambal khas tersebut. Bumbu tersebut disiram minyak. Bumbu lalu diaduk sekitar satu menit. Usai dirasa cukup, sambal pun siap disajikan di atas nampan kayu.

“Walau dibakar, cobek ya tetap kuat. Jadi memang saya sajikan langsung di atas cobek lalu dibakar. Diaduk sebentar seperti digongso (ditumis). Jadi ini yang membedakan dengan yang lain,” ujar Sunarsih, pemilik tempat makan tersebut.

Pilihan sambalnya hanya ada dua macam, yaitu pedas asin atau pedas manis. Pedas asin menggunakan bumbu bawang dan cabai yang sudah diracik. Sementara untuk sensasi pedas manis menggunakan cabai dan potongan tomat yang juga sudah diracik.

Pilihannya lauknya bermacam-macam. Ada cumi, udang, ikan pe, lele, arah, tahu dan tempe hingga terong. Tak hanya itu, ada juga pilihan lainnya seperti telur dadar bagi yang tak suka dengan seafood. Sensasi pedas panas pun dapat dinikmati.

“Warga Surabaya kan suka yang pedas-pedas. Jadi saya cari inovasi yang lain. Karena awalnya ini hanya warung penyetan biasa. Saya coba ini kok malah banyak yang suka,” ujar wanita asal Lamongan tersebut.

Sunarsih mengaku, banyak para pemburu kuliner pedas yang datang berkunjung ke warungnya tersebut. Meski begitu, pengunjung harus rela antre saat datang agak malam. Sebab yang datang tak hanya berasal dari dalam kota, namun ada yang dari luar kota. Mulai Sidoarjo, Mojokerto, Gresik hingga luar daerah lainnya.

“Suka sih. Karena ini unik tidak seperti penyetan lainnya. Dimasak di atas cobek yang dibakar, ternyata rasanya memang berbeda. Lebih enak saja,” ujar Widyawati salah satu pengunjung. (far/nur)

Most Read

Berita Terbaru