alexametrics
28 C
Surabaya
Wednesday, August 10, 2022

Pariwiisata di Surabaya Bangkit Lagi

Wisata Perahu Kalimas Laris Manis, Jembatan Suroboyo Dibuka Lagi

SURABAYA – Jembatan Suroboyo di Kenjeran, Surabaya, kembali dibuka untuk wisatawan, Minggu (3/7). Ratusan warga menikmati acara Car Free Day (CFD) di Jembatan Suroboyo setelah ditutup selama dua tahun lebih gara-gara pandemi Covid-19.

Dijaga puluhan petugas, warga Surabaya dan sekitarnya menikmati CFD dengan caranya masing-masing. Ada yang bersepeda, bersepatu roda, jalan kaki, atau sekadar berjalan santai. Tepat di tengah jembatan terdapat gerai-gerai makanan, makanan ringan, dan live music yang juga bisa dinikmati pengunjung.

Tidak hanya itu. Pengunjung bisa mengambil foto pemandangan laut dan Jembatan Suramadu yang ada di kejauhan. Sebelum corona, jembatan ini biasanya dijadikan salah satu destinasi warga Surabaya. Namun, untuk menghindari kerumunan, Jembatan Suroboyo sempat ditutup lama.

Cintya dan Wiwid, warga Manyar, ikut menikmati keindahan pemandangan pantai dari trotoar jembatan. “Baru tahu kalau ada food truck. Tadinya niat ke sini memang ingin foto-foto saja dari atas trotoar Jembatan Suroboyo,” kata Wiwid.

MENGGELIAT: Wisatawan kembali menikmati Jembatan Suroboyo, Minggu (3/7), setelah ditutup selama dua tahun gara-gara pandemi Covid-19. (JAWAPOS.COM)

Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya Risdiana mengatakan, gelaran CFD kali ini dibuat berbeda karena kondisi ekonomi yang sempat terjun bebas waktu pandemi Covid-19. “Biasanya tiap minggu ada 20 UMKM dari Kecamatan Bulak, Kenjeran, dan THP Kenjeran,” katanya.

Setiap minggu, UMKM dari tiga kecamatan itu digilir untuk berjualan di arena CFD Jembatan Suroboyo. Upaya itu untuk membantu perekonomian warga sekitar melalui kegiatan yang diminati masyarakat. “Tiap kelurahan ada dua (UMKM) menyetorkan. Total 20 biar semuanya kebagian. Kalau dari THP jualnya khas olahan hasil laut,” katanya.

Wisata Kalimas Laris Manis Sementara itu, Wisata Perahu Kalimas juga terus menggeliat. Pemesanan tiket daring di tiketwisata.surabaya. go.id selalu sold alias ludes. Umar, salah satu warga, mengaku belum beruntung saat hendak menaiki perahu di Kalimas. Padahal, ia selalu memantau tiket via online dan offline.

“Saya mesti kurang beruntung. Selalu habis tiketnya. Padahal, Kalimas itu bagus banget untuk spot foto dan jalan-jalan sama keluarga,” tutur Umar saat ditemui di Taman Prestasi, Minggu (3/7).

Menurut Umar, romantisme Kalimas sangat menarik. Dia bahkan menyamakan wisata perahu Kalimas dengan di Venesia, Italia. Terlebih saat malam hari dengan lampu yang gemerlap (sparkling). “Menarik karena sudah dilakukan pembenahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (DKKORP) Wiwiek Widayanti mengatakan, pemasanan tiket perahu Kalimas harus melalui online. Ada 11 sesi yang disediakan. Mulai sore pukul 15.00 hingga 21.00.

“Kuotanya berbeda-beda. Mulai 40 orang hingga 80 orang. Karena banyak yang booking, jadi cepat sold out,” kata Wiwiek. (rmt/rek)

SURABAYA – Jembatan Suroboyo di Kenjeran, Surabaya, kembali dibuka untuk wisatawan, Minggu (3/7). Ratusan warga menikmati acara Car Free Day (CFD) di Jembatan Suroboyo setelah ditutup selama dua tahun lebih gara-gara pandemi Covid-19.

Dijaga puluhan petugas, warga Surabaya dan sekitarnya menikmati CFD dengan caranya masing-masing. Ada yang bersepeda, bersepatu roda, jalan kaki, atau sekadar berjalan santai. Tepat di tengah jembatan terdapat gerai-gerai makanan, makanan ringan, dan live music yang juga bisa dinikmati pengunjung.

Tidak hanya itu. Pengunjung bisa mengambil foto pemandangan laut dan Jembatan Suramadu yang ada di kejauhan. Sebelum corona, jembatan ini biasanya dijadikan salah satu destinasi warga Surabaya. Namun, untuk menghindari kerumunan, Jembatan Suroboyo sempat ditutup lama.

Cintya dan Wiwid, warga Manyar, ikut menikmati keindahan pemandangan pantai dari trotoar jembatan. “Baru tahu kalau ada food truck. Tadinya niat ke sini memang ingin foto-foto saja dari atas trotoar Jembatan Suroboyo,” kata Wiwid.

MENGGELIAT: Wisatawan kembali menikmati Jembatan Suroboyo, Minggu (3/7), setelah ditutup selama dua tahun gara-gara pandemi Covid-19. (JAWAPOS.COM)

Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya Risdiana mengatakan, gelaran CFD kali ini dibuat berbeda karena kondisi ekonomi yang sempat terjun bebas waktu pandemi Covid-19. “Biasanya tiap minggu ada 20 UMKM dari Kecamatan Bulak, Kenjeran, dan THP Kenjeran,” katanya.

Setiap minggu, UMKM dari tiga kecamatan itu digilir untuk berjualan di arena CFD Jembatan Suroboyo. Upaya itu untuk membantu perekonomian warga sekitar melalui kegiatan yang diminati masyarakat. “Tiap kelurahan ada dua (UMKM) menyetorkan. Total 20 biar semuanya kebagian. Kalau dari THP jualnya khas olahan hasil laut,” katanya.

Wisata Kalimas Laris Manis Sementara itu, Wisata Perahu Kalimas juga terus menggeliat. Pemesanan tiket daring di tiketwisata.surabaya. go.id selalu sold alias ludes. Umar, salah satu warga, mengaku belum beruntung saat hendak menaiki perahu di Kalimas. Padahal, ia selalu memantau tiket via online dan offline.

“Saya mesti kurang beruntung. Selalu habis tiketnya. Padahal, Kalimas itu bagus banget untuk spot foto dan jalan-jalan sama keluarga,” tutur Umar saat ditemui di Taman Prestasi, Minggu (3/7).

Menurut Umar, romantisme Kalimas sangat menarik. Dia bahkan menyamakan wisata perahu Kalimas dengan di Venesia, Italia. Terlebih saat malam hari dengan lampu yang gemerlap (sparkling). “Menarik karena sudah dilakukan pembenahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (DKKORP) Wiwiek Widayanti mengatakan, pemasanan tiket perahu Kalimas harus melalui online. Ada 11 sesi yang disediakan. Mulai sore pukul 15.00 hingga 21.00.

“Kuotanya berbeda-beda. Mulai 40 orang hingga 80 orang. Karena banyak yang booking, jadi cepat sold out,” kata Wiwiek. (rmt/rek)

Most Read

Berita Terbaru


/