Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Cerita Unik di Balik Asal-usul Nama Dukuh di Surabaya

M. Mahrus • Rabu, 25 Februari 2026 | 16:07 WIB

MASIH LESTARI : Jalan Dukuh Menanggal, Gayungan Surabaya terletak di kelurahan Dukuh Menanggal.
MASIH LESTARI : Jalan Dukuh Menanggal, Gayungan Surabaya terletak di kelurahan Dukuh Menanggal.

RADAR SURABAYA - Di Kota Surabaya beberapa kelurahan masih menggunakan nama awalan Dukuh.

Di antaranya seperti kelurahan Dukuh Menanggal, Dukuh Pakis, Dukuh Kupang, dan Dukuh Setro.

Penggunaan nama awalan Dukuh diduga tidak lepas dari asal-usul kelurahan di Surabaya yang dahulu merupakan pedukuhan atau dukuh.

Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengatakan, asal-usul Surabaya adalah sebuah desa yang terletak di tepi sungai.

Hal itu tercatat dalam prasasti Canggu dan manuskrip Negara Kertagama pada masa pemerintahan Majapahit yang berangka tahun 1300-an masehi.

"Karena bermula dari sebuah desa lalu menjadi kota besar bertitel metropolitan maka Surabaya ditopang oleh ratusan kampung dan dukuh. Dari sinilah kota Surabaya lahir yang terdiri diantara kampung dan dukuh sebagai pilar, yang menghiasi tiap sudut wilayahnya," jelas sejarawan yang akrab disapa Wawan.

Ia menegaskan Dukuh sendiri merupakan desa yang mempunyai arti sebuah wilayah yang dihuni oleh masyarakat lokal atau juga bisa disebut kampung.

"Pada masa kolonial orang-orang Belanda menjuluki tempat tinggal kaum Bumiputera sebagai dukuh (pedukuhan) atau Kampoeng berasal dari kata "kamp" yang mempunyai makna tempat hunian atau barak dan bisa juga diartikan pemukiman yang bersifat tradisional," terangnya.

Wawan melanjutkan, Surabaya terdiri dari berbagai dukuh. Oleh sebab itu identitas Dukuh masih dipertahankan hingga sekarang.

"Terutama menambahkan kata dukuh diawal nama kampung yang masih dihuni oleh warga hingga sekarang," tuturnya.

Wawan menyebutkan dahulu luasan dukuh setingkat kelurahan.

Namun, sekarang selevel RW karena mengalami pemekaran.

"Iya masih digunakan (nama Dukuh, Red) secara administratif di wilayah Surabaya hingga sekarang. Ini menandakan bahwa Kota Surabaya tidak lahir begitu saja melainkan berdiri ditopang perkampungan atau pedukuhan," pungkasnya. (rus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Prasasti Canggu #dukuh setro #asal usul dukuh di surabaya #nama jalan di surabaya #Pegiat Sejarah Surabaya #dukuh pakis #Nur Setiawan