RADAR SURABAYA - Dahulu di era kolonial Belanda atau 1930-an terdapat enam seksi kepolisian di bawah Hoofdbureau Van Politie te Soerabaia.
Di antaranya Politie bureau 1e Sectie Soerabaja (Reineirsz Boulevard), Politie bureau 2e Sectie Soerabaja (Kaliasin), Politie 3e bureau Sectie Soerabaja (Bubutan), Politie 4e bureau Sectie Soerabaja (Sidodadi), Politie bureau 5e Sectie Soerabaja (Grisseesche Weg), dan Politie bureau 6e Sectie Soerabaja (Tanjung Perak).
Ketua Begandring Soerabaia Ahmad Zaki Yamani mengatakan, pada tahun 1914, pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan sebuah keputusan yang menetapkan dasar-dasar reorganisasi kepolisian umum.
Keputusan itu menjadi fondasi bagi sistem kepolisian modern yang diterapkan di tiga kota utama di Hindia Belanda.
Sebagai bagian dari reorganisasi wilayah kota Surabaya pada awalnya hanya memiliki tiga Seksi Polisi. Kemudian bertambah menjadi lima.
"Akhirnya setelah Surabaya semakin berkembang, sistem ini diperluas menjadi enam seksi," ucapnya.
Ia menambahkan, enam seksi itu diantaranya seksi 1 Darmo, Seksi 2 Kaliasin, Seksi 3 Bubutan, Seksi 4 Sidodadi, Seksi 5 Rajawali, dan Seksi 6 Tanjung Perak.
Hingga saat ini untuk Seksi 3 Bubutan masih digunakan sebagai Polsek Bubutan.
Kemudian seksi 2 Kaliasin digunakan Polsek Tegalsari (terbakar) dan Seksi 4 Sidodadi masih difungsikan sebagai Polsek Simokerto.
"(Yang tiga) tidak terlacak. Posisinya tidak diketahui karena banyak perubahan," terangnya.
Dia mengungkapkan, untuk kantor markas Besar Kepolisian Surabaya sudah berkantor di bekas barak militer (kini Mapolrestabes Surabaya) sejak tahun 1930-n. (rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa