RADAR SURABAYA – Hiu paus (whale shark) kian terancam. Penelitian terbaru di kawasan Bentang Laut Kepala Burung, Papua Barat Daya, menemukan 62 persen hiu paus mengalami luka akibat aktivitas manusia. Mulai tabrakan dengan perahu wisata, jaring ikan, hingga bagan nelayan.
“Sebagian besar luka sebetulnya bisa dihindari. Paling banyak dari bagan, alat tangkap tradisional, serta perahu wisata pengamat hiu paus,” ujar Dr. Edy Setyawan, ilmuwan utama Elasmobranch Institute Indonesia, Rabu (17/9).
Studi sejak 2010–2023 di Teluk Cenderawasih, Kaimana, Raja Ampat, dan Fakfak mencatat 268 ekor hiu paus. Sebanyak 206 ekor di antaranya terluka. Lebih dari 80 persen luka disebabkan interaksi dengan manusia. Luka ringan berupa abrasi mendominasi, meski ada juga kasus amputasi.
Mayoritas yang diamati adalah hiu paus jantan muda berukuran 4–5 meter. Mereka kerap berada di perairan dangkal dan dekat bagan untuk mencari ikan kecil. Tak jarang hiu paus mengisap ikan langsung dari jaring nelayan hingga merusaknya.
Data juga mencatat 52,6 persen hiu paus pernah terlihat kembali di lokasi sama, bahkan ada yang terpantau hingga 11 tahun kemudian. Fakta ini menegaskan pentingnya kawasan tersebut sebagai habitat alami.
Perbedaan perilaku pun muncul. Hiu paus muda dan jantan lebih rentan bertabrakan di perairan dangkal. Sedangkan betina dewasa cenderung berada di laut dalam.
Ancaman semakin besar seiring meningkatnya kapal wisata dan aktivitas manusia di laut. Karena itu, peneliti menggandeng pengelola kawasan konservasi untuk menyusun aturan baru.
Langkah yang diusulkan antara lain memodifikasi desain bagan agar tidak tajam, mengatur jarak kapal wisata dari jalur hiu paus, serta memberi edukasi bagi nelayan dan operator wisata.
“Kami yakin perubahan sederhana ini bisa secara signifikan mengurangi luka pada hiu paus,” kata Mark Erdmann, Direktur Konservasi Hiu di organisasi Rewild.
Upaya ini diharapkan mampu memperkuat perlindungan hiu paus sekaligus menjamin kelestarian spesies ikonik tersebut di perairan Indonesia. (ris/fir)
Editor : M Firman Syah