RADAR SURABAYA – Seabagai kota metropolis, Surabaya berkembang cukup pesat. Baik di Kawasan pusat kota hingga di Kawasan lainnya.
Gedung-gedung tinggi menjulang di berbagai sudut kota, baik untuk pusat perbelanjaan, perkantoran, hingga hunian apartemen.
Mal atau pusat perbelanjaan menjadi daya tarik tersendiri bagi kota Surabaya sebagai kota perdagangan.
Surabaya menjadi kota jujukan belanja, baik dari masyarakat dalam kota maupun luar kota, bahkan luar pulau.
Salah satu mal yang cukup popular di Surabaya adalah Tunjungan Plaza.
Selain lokasinya yang strategis di pusat kota, mal ini kini telah berkembang dan menjadi salah satu mal terbesar di Kota Pahlawa.
Tak hanya itu, Tunjungan Plaza juga merupakan mal modern pertama yang ada di Surabaya.
Pusat perbelanjaan yang berada di Jalan Basuki Rachmat itu adalah mal tertua di Surabaya.
Bahkan termasuk dalam mal tertua di Indonesia. Eksistensinya pun sudah ada sejak 1980-an.
Awal pembangunannya dimulai pada 1985 silam oleh PT Pakuwon Jati.
Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi mengatakan, Tunjungan Plaza berdiri di atas tanah seluas 5 hektare saat itu. Sedangkan, luas bangunannya sekitar 44,7 ribu meter persegi. Terbagi antara gedung TP I dan II. “Pembukaannya tidak bersamaan,” ujar Sutandi.
Proses pengerjaan pembangunan TP I selama 1,5 tahun. Saat itu ada sekitar 1.900 pekerja. Puluhan miliar digelontorkan untuk membangun plaza itu.
TP I Resmi dibuka untuk umum pada 7 Mei 1986. Sedangkan grand opening dilakukan setelahnya, pada 15 Desember 1986. “Peresmiannya langsung oleh Gubernur saat itu,” ujarnya.
Pembukaan TP II selang beberapa tahun setelahnya. Tepatnya pada Desember 1991. Setelah itu, TP mengalami perluasan untuk membangun gedung TP III.
“Pada tahun 1996, TP III resmi dibuka. Kemudian lanjut 23 November 2001, TP IV menyusul,” katanya.
Saat itu, total luas bangunan TP sekitar 103,2 ribu meter persegi. Pada 2015, TP mengalami perluasan sekitar 19,6 ribu meter persegi.
Tepat pada 9 Oktober 2015, TP V dibuka untuk umum. “Selanjutnya 23 September 2017, TP VI dibuka. Saat itu perluasannya hingga 25,7 ribu meter persegi,” pungkasnya. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari