Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prasasti Canggu Kunci Sejarah Surabaya

M
Penulis: Mus Purmadani❯
SEJARAH: Potongan penampang lempeng dengan kotak biru yang menunjuk Syurabhaya.
SEJARAH: Potongan penampang lempeng dengan kotak biru yang menunjuk Syurabhaya.

RADAR SURABAYA - Pegiat sejarah Kota Surabaya, Nanang Purwono, menegaskan pentingnya Prasasti Canggu (1358 M) sebagai sumber sejarah primer yang secara faktual mencatat keberadaan Surabaya pada masa lampau.


Advertisement

Dalam prasasti tersebut, nama Surabaya dituliskan sebagai Syurabhaya, sekaligus menjadi bukti otentik tentang asal-usul kawasan di tepian Sungai Brantas.

Nanang menjelaskan, Prasasti Canggu menggambarkan Syurabhaya sebagai Naditira Pradesa, yakni desa yang berada di tepi sungai.

Dalam narasi prasasti itu pula disebutkan sosok warga bernama Panji Margabhaya, yang dikenal berhati baik dan menyediakan jasa penambangan atau penyeberangan sungai.

Advertisement

“Ini adalah data sejarah primer tentang Surabaya. Nama Surabaya, yang ditulis sebagai Syurabhaya, tercatat jelas dan faktual dalam Prasasti Canggu. Ini bukan cerita lisan, tapi sumber sejarah otentik,” ujar Nanang, Jumat (9/1).

Ia menambahkan, Naditira Pradesa di wilayah tepian Sungai Brantas tidak hanya mencakup Syurabhaya.

Dalam wilayah administratif Kota Surabaya saat ini juga tercatat kawasan lain yang disebut dalam prasasti, seperti i Bkul yang kini dikenal sebagai Bungkul, serta i Gsang atau Pagesangan.

Advertisement

“Ini sejarah faktual dan otentik yang perlu dijaga. Minimal, prasasti aslinya perlu diduplikatkan agar bisa diakses publik dan menjadi sarana edukasi sejarah Surabaya,” tegasnya.

Menurut Nanang, gagasan untuk menduplikasi Prasasti Canggu demi menjaga ingatan kolektif masyarakat Surabaya sebenarnya telah disampaikan kepada pihak-pihak terkait sejak tahun 2023.

Namun hingga kini, memasuki tahun 2026, realisasi duplikasi tersebut belum juga terwujud.

Nanang menambahkan justru yang sempat diduplikasi adalah Prasasti Kamalagyan, yang secara historis tidak berkaitan langsung dengan sejarah Surabaya.

Duplikat Prasasti Kamalagyan bahkan pernah dipajang di Museum Surabaya di kawasan Siola sebelum museum tersebut direnovasi.

“Prasasti Kamalagyan itu berbeda konteks sejarahnya. Isinya tentang Raja Airlangga yang membangun bendungan di Waringin Sapta sekarang Wringinpitu, Sidoarjo untuk mengatasi banjir Sungai Brantas di wilayah Kamalagyan,” jelas Nanang.

Ia menegaskan, Prasasti Canggu dan Prasasti Kamalagyan berasal dari masa dan kerajaan yang berbeda.

Prasasti Canggu dibuat pada era Majapahit di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk pada 1358 M.

Sementara Prasasti Kamalagyan bertarikh 1037 M, berasal dari era Kerajaan Kahuripan pada masa Raja Airlangga, dan hingga kini masih berada in situ di Dusun Klagen, Krian.

“Karena itu, jangan disamakan. Prasasti Canggu adalah kunci sejarah Surabaya," pungkasnya. (mus/opi)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Kebun Raya Mangrove Disulap Jadi Laboratorium Hidup, Pemkot Surabaya Siapkan Edukasi Energi Terbarukan

Kebun Raya Mangrove Disulap Jadi Laboratorium Hidup, Pemkot Surabaya Siapkan Edukasi Energi Terbarukan

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengembangkan Kebun Raya Mangrove (KRM) menjadi lebih dari sekadar destinasi wisata. Kawasan konservasi itu kini dipersiapkan sebagai living laboratory atau laboratorium hidup

Awalnya Berasal dari Magma, Begini Proses Panjang Terbentuknya Batu di Bumi

Awalnya Berasal dari Magma, Begini Proses Panjang Terbentuknya Batu di Bumi

Batu yang terlihat keras dan sederhana ternyata memiliki perjalanan panjang sebelum terbentuk. Berawal dari magma di dalam bumi, batuan terus mengalami perubahan melalui proses geologi yang berlangsung selama jutaan hing

Fakta Menarik, Ini Penyebab Air Laut Asin Sedangkan Air Sungai Tetap Tawar

Fakta Menarik, Ini Penyebab Air Laut Asin Sedangkan Air Sungai Tetap Tawar

Meski sama-sama berasal dari siklus air di bumi, air laut memiliki rasa asin sedangkan air sungai cenderung tawar. Perbedaan tersebut terjadi karena akumulasi garam dan mineral di lautan yang berlangsung selama jutaan ta

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer