Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dialek Suroboyoan Sudah Ada sejak Era Kolonial

M
Penulis: M. Mahrus❯
BERCENGKRAMA: Sejumlah warga Surabaya  di sebuah acara sambil ngopi dan berbincang santai menggunakan dialek Suroboyoan.
BERCENGKRAMA: Sejumlah warga Surabaya di sebuah acara sambil ngopi dan berbincang santai menggunakan dialek Suroboyoan.

RADAR SURABAYA - Dialek Suroboyoan atau bahasa arek merupakan sebuah dialek bahasa Jawa yang digunakan di Surabaya dan sekitarnya.


Advertisement

Dialek Suroboyoan sudah dituturkan masyarakat Surabaya sejak era kolonial. Bahkan diduga sebelum era tersebut.

Pegiat sejarah Surabaya Nur Setiawan mengatakan dialek Suroboyoan atau bahasa Arek sebetulnya sebuah pro kontra.

Sebab, tidak ada yang bisa merinci sejak kapan masyarakat Surabaya menggunakan dialek Suroboyoan sebagai bahasa pengantar sehari-hari untuk berkomunikasi kepada sesamanya.

Advertisement

"Bahasa Suroboyoan sebetulnya subdialek bahasa Jawa yang mempunyai banyak ragam, dan ini merupakan bahasa lisan yang dipakai oleh orang-orang Surabaya hingga kini, terutama di kampung-kampung," terangnya.

Ia menambahkan, dialek Suroboyoan memang tidak sama seperti dialek bahasa Jawa pada umumnya.

Dialek atau bahasa Suroboyoan cenderung kasar, tegas dan tanpa basa-basi.

Advertisement

"Bahasa Suroboyoan memang terdengar lantang, diduga terlahir dari sebuah wilayah pesisir, wilayah pelabuhan dan perdagangan. Dimana di tempat ini banyak didatangi oleh para perantau yang ingin menyambung hidup" sebutnya.

Pihaknya berasumsi bahwa para perantau dari luar Jawa ini berusaha membaur dengan menggunakan bahasa Jawa.

"Pelafalan bahasa Jawa mereka tidak sehalus orang Jawa asli sehingga bahasa yang diucapkan terdengar kasar, lalu kemudian menjadi conversation sehari-hari," terangnya.

Wawan melanjutkan, selain sebagai bahasa pengantar sehari-hari dialek Suroboyoan ternyata juga dapat digunakan sebagai alat berkesenian. Seperti ludruk di wilayah Surabaya Raya.

"Seni ini menggunakan bahasa Suroboyoan yang tentunya banyak melahirkan kalimat-kalimat atau kata yang lucu. Dalam bidang seni bahasa Suroboyoan juga terlahir dari ketidaksengajaan, namun juga muncul sebagai ragam kebudayaan," tuturnya.

Pihaknya mengungkapkan, ada sebuah kalimat bijak yang menyatakan "bahasa menunjukkan bangsa".

"Hal tersebut memang benar. Namun jika mendengarkan orang Surabaya berkomunikasi seolah-olah bahasa Suroboyoan mempunyai karakter kasar dan terkesan kurang sopan santun. Hal tersebut tentu tidak benar. Bahasa Suroboyoan terlahir menyesuaikan karakter arek-arek yang ada di dalamnya, sebuah masyarakat yg heterogen yang terdiri dari berbagai etnis, daerah dan pulau-pulau Nusantara," pungkasnya. (rus/opi)

Advertisement

Artikel Terkait

Melestarikan Bahasa Jawa dengan Kemis Mlipis, Pemkot Surabaya Dapat Penghargaan dari Kemendikdasmen

Melestarikan Bahasa Jawa dengan Kemis Mlipis, Pemkot Surabaya Dapat Penghargaan dari Kemendikdasmen

Di tengah derasnya arus globalisasi di kalangan generasi muda, Pemkot Surabaya justru sukses membawa bahasa daerah naik kelas. Berkat berbagai inovasi pelestarian budaya di sekolah, Kota Pahlawan berhasil meraih Pengharg

Surabaya Kebut 5 Rumah Pompa, Target Beroperasi Awal Desember

Surabaya Kebut 5 Rumah Pompa, Target Beroperasi Awal Desember

Pemkot Surabaya mempercepat pembangunan lima rumah pompa dan shortcut saluran air. Proyek ditargetkan rampung November 2026 untuk mengantisipasi banjir Desember.

Rayakan HUT ke-2, Horison Arcadia Surabaya Berbagi Kebahagiaan dengan Anak YPKAI

Rayakan HUT ke-2, Horison Arcadia Surabaya Berbagi Kebahagiaan dengan Anak YPKAI

Horison Arcadia Heritage Rajawali Surabaya merayakan HUT ke-2 dengan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak YPKAI melalui kegiatan storytelling Read Me Aloud.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer