alexametrics
25 C
Surabaya
Thursday, January 27, 2022
spot_img

Pasar Keputran, Pusat Kulakan Sayur Mayur Sejak Zaman Belanda

spot_img

SURABAYA – Siapa yang tidak kenal Pasar Keputran? Pasar yang selalu ramai pada malam hari ini menyimpan sejarah panjang. Karena nama Keputran sendiri berasal dari nama putri anggota keluarga raja.

Pengamat Sejarah Nur Setiawan mengatakan, Keputran dulunya wilayah Kerajaan Surabaya yang berdiri sejak 31 Mei 1293. Nama Keputran sendiri disebut-sebut diambil dari nama putri-putri yang kemudian disebut keputren atau berganti menjadi keputran.

“Jadi dulunya kabarnya kawasan ini tinggal permaisuri, para selir dan putri raja yang masih lajang,” katanya.

Bagi orang kerajaan, dulu menyebutnya Kaputren (tempat khusus orang putri/perempuan). Namun lambat laun namanya berubah menjadi Keputran. Karena itu, pasar yang ada di tempat tersebut juga dinamai Pasar Keputran.

Pasar Keputran ini sendiri ada dua, yaitu Pasar Keputran Selatan dan Pasar Keputran Utara. Untuk Pasar Keputran Selatan, biasanya disebut juga pasar Keputran lama. Di sini pedagang menjual berbagai keputuhan pokok, aneka bunga setaman, janur, dan manggar.

Setelah berganti era penjajahan, tahun 1600 kawasan Keputran menjadi kawasan khusus untuk warga pribumi. Keberadaan pasar pun semakin berkembang. Ia menyebut tahun 1960, para distributor sayur-mayur mulai berdatangan dari luar daerah Kota Surabaya dan langsung menyerbu Pasar Keputran hingga meluber ke jalan-jalan raya yang ada di sekitranya. Dan luberan pasar itu pun berlangsung hingga saat ini.

“Pasar Keputran lama yang berdagang berbagai jenis barang kebutuhan pokok, beserta barang seperti yang saat ini masih tersisa, yaitu janur, tebu, manggar, serta bunga. Sementara pasar di sebelah utara, yang kini dikenal sebagai Pasar Keputran Baru ada sekitar tahun 1955. Dulunya pasar umum dan pasar rombeng, berupa pakaian dan peralatan rumah tangga. Belum menjadi pasar sayur seperti sekarang ini,” jelasnya.

Pasar Keputran adalah pasar induk sayur-mayur yang ada di Kota Pahlawan ini. Di pasar inilah kebutuhan sayur-mayur kota Surabaya dipasok dan didistribusikan ke penjuru kota, bahkan termasuk untuk kota lain di luar Surabaya. (rmt/nur)

SURABAYA – Siapa yang tidak kenal Pasar Keputran? Pasar yang selalu ramai pada malam hari ini menyimpan sejarah panjang. Karena nama Keputran sendiri berasal dari nama putri anggota keluarga raja.

Pengamat Sejarah Nur Setiawan mengatakan, Keputran dulunya wilayah Kerajaan Surabaya yang berdiri sejak 31 Mei 1293. Nama Keputran sendiri disebut-sebut diambil dari nama putri-putri yang kemudian disebut keputren atau berganti menjadi keputran.

“Jadi dulunya kabarnya kawasan ini tinggal permaisuri, para selir dan putri raja yang masih lajang,” katanya.

Bagi orang kerajaan, dulu menyebutnya Kaputren (tempat khusus orang putri/perempuan). Namun lambat laun namanya berubah menjadi Keputran. Karena itu, pasar yang ada di tempat tersebut juga dinamai Pasar Keputran.

Pasar Keputran ini sendiri ada dua, yaitu Pasar Keputran Selatan dan Pasar Keputran Utara. Untuk Pasar Keputran Selatan, biasanya disebut juga pasar Keputran lama. Di sini pedagang menjual berbagai keputuhan pokok, aneka bunga setaman, janur, dan manggar.

Setelah berganti era penjajahan, tahun 1600 kawasan Keputran menjadi kawasan khusus untuk warga pribumi. Keberadaan pasar pun semakin berkembang. Ia menyebut tahun 1960, para distributor sayur-mayur mulai berdatangan dari luar daerah Kota Surabaya dan langsung menyerbu Pasar Keputran hingga meluber ke jalan-jalan raya yang ada di sekitranya. Dan luberan pasar itu pun berlangsung hingga saat ini.

“Pasar Keputran lama yang berdagang berbagai jenis barang kebutuhan pokok, beserta barang seperti yang saat ini masih tersisa, yaitu janur, tebu, manggar, serta bunga. Sementara pasar di sebelah utara, yang kini dikenal sebagai Pasar Keputran Baru ada sekitar tahun 1955. Dulunya pasar umum dan pasar rombeng, berupa pakaian dan peralatan rumah tangga. Belum menjadi pasar sayur seperti sekarang ini,” jelasnya.

Pasar Keputran adalah pasar induk sayur-mayur yang ada di Kota Pahlawan ini. Di pasar inilah kebutuhan sayur-mayur kota Surabaya dipasok dan didistribusikan ke penjuru kota, bahkan termasuk untuk kota lain di luar Surabaya. (rmt/nur)

Most Read

Berita Terbaru