alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Ereveld Kembang Kuning, Surabaya, Pemakaman Indah Bak di Luar Negeri

SURABAYA – Ereveld Kembang Kuning merupakan satu dari beberapa makam kehormatan Belanda yang ada di Indonesia. Makam ini dikelola oleh Yayasan Makam Kehormatan Belanda atau Oorlogsgravenstichting (OGS) di bawah pengawasan Kedutaan Besar Belanda dan pemerintah Belanda.

“Jadi bukan dikelola Pemerintah Kota Surabaya. Sehingga jika dilihat memang sangat bersih dan terawat,” ujar Ketua Surabaya Heritage Society Freddy H Istanto, Kamis (21/10).

Freddy mengatakan, kebanyakan yang dimakamkan di sini merupakan warga Belanda yang gugur dalam perang di Laut Jawa pada tanggal 27 Februari 1942. Dalam perang tersebut, tiga kapal Belanda ditenggelamkan oleh kapal Jepang, yaitu HNMLS De Ruyter, HNMLS Kortenaer dan HNMLS Java.

Karel Doorman merupakan nama kapten salah satu kapal itu, yaitu HNMLS De Ruyter. Saat itu, kapal yang dikomando Karel Doorman terbelah setelah dihantam torpedo kiriman dari kapal perang Jepang. Perang tersebut membuat Jepang berhasil memukul mundur pasukan Sekutu, termasuk Belanda. Dari seluruh armada yang ada, hanya 111 orang yang selamat dan kembali ke Tanjung Priok pada tanggal 28 Februari di tahun yang sama.

Lebih lanjut Freddy mengatakan untuk mengenang Karel Doorman dan serdadunya maka dibuatlah monumen. “Mereka tidak memiliki makam karena jasad mereka tetap berada di dalam laut,” katannya.

Namun yang dimakamkan di Ereveld, lanjut Freddy, bukan hanya orang Belanda saja, Ada juga warga negara Indonesia yang bisa dilihat dari bentuk nisannya yang berbeda. Bahkan ada juga makam dengan tulisan nama Tionghoa,” jelasnya.

Freddy menuturkan, kompleks pemakaman ini telah ada sejak zaman kolonial Belanda tahun 1917. Kompleks makam ini sebelumnya diperuntukkan untuk warga negara Belanda, termasuk Eropa. “Keberadaannya masih difungsikan sampai saat ini  yang kemudian berkembang menjadi makam bagi pemeluk agama Kristen dan Katolik dengan diberi pagar sebagai pembatasnya,” pungkasnya. (mus/nur)


SURABAYA – Ereveld Kembang Kuning merupakan satu dari beberapa makam kehormatan Belanda yang ada di Indonesia. Makam ini dikelola oleh Yayasan Makam Kehormatan Belanda atau Oorlogsgravenstichting (OGS) di bawah pengawasan Kedutaan Besar Belanda dan pemerintah Belanda.

“Jadi bukan dikelola Pemerintah Kota Surabaya. Sehingga jika dilihat memang sangat bersih dan terawat,” ujar Ketua Surabaya Heritage Society Freddy H Istanto, Kamis (21/10).

Freddy mengatakan, kebanyakan yang dimakamkan di sini merupakan warga Belanda yang gugur dalam perang di Laut Jawa pada tanggal 27 Februari 1942. Dalam perang tersebut, tiga kapal Belanda ditenggelamkan oleh kapal Jepang, yaitu HNMLS De Ruyter, HNMLS Kortenaer dan HNMLS Java.

Karel Doorman merupakan nama kapten salah satu kapal itu, yaitu HNMLS De Ruyter. Saat itu, kapal yang dikomando Karel Doorman terbelah setelah dihantam torpedo kiriman dari kapal perang Jepang. Perang tersebut membuat Jepang berhasil memukul mundur pasukan Sekutu, termasuk Belanda. Dari seluruh armada yang ada, hanya 111 orang yang selamat dan kembali ke Tanjung Priok pada tanggal 28 Februari di tahun yang sama.

Lebih lanjut Freddy mengatakan untuk mengenang Karel Doorman dan serdadunya maka dibuatlah monumen. “Mereka tidak memiliki makam karena jasad mereka tetap berada di dalam laut,” katannya.

Namun yang dimakamkan di Ereveld, lanjut Freddy, bukan hanya orang Belanda saja, Ada juga warga negara Indonesia yang bisa dilihat dari bentuk nisannya yang berbeda. Bahkan ada juga makam dengan tulisan nama Tionghoa,” jelasnya.

Freddy menuturkan, kompleks pemakaman ini telah ada sejak zaman kolonial Belanda tahun 1917. Kompleks makam ini sebelumnya diperuntukkan untuk warga negara Belanda, termasuk Eropa. “Keberadaannya masih difungsikan sampai saat ini  yang kemudian berkembang menjadi makam bagi pemeluk agama Kristen dan Katolik dengan diberi pagar sebagai pembatasnya,” pungkasnya. (mus/nur)



Most Read

Berita Terbaru