alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Gelora 10 Nopember Surabaya Sudah Ada Sejak 1920-an

SURABAYA – Gelora 10 Nopember Surabaya merupakan stadion sepak bola legendaris di Kota Pahlawan. Stadion yang berada di Jalan Tambaksari ini awalnya adalah lapangan Tambaksari.

Pemerhati sejarah sepak bola Dhion Prasetya mengatakan, lapangan Tambaksari diperkirakan sudah ada sejak tahun 1920-an. Di sekitar lapangan dahulu banyak ditemukan makam Tionghoa. Pada zaman kolonial lapangan dipakai markas Soerabaiasche Voetbalbond (SVB).

“Namanya lapangan Tambaksari sebelum direnovasi menjadi Gelora 10 November Surabaya. Dulu ada tiga lapangan di sana,” ujarnya kepada Radar Surabaya.

Pertama lapangan A, lanjut Dhion, kini menjadi gelanggang olahraga. Lapangan B menjadi Stadion Gelora 10 Nopember, dan lapangan C menjadi mess Karanggayam Persebaya Surabaya. “Dahulu lapangan Tambaksari seperti lapangan biasa. Tribunnya sederhana belum bertingkat,” sebutnya.

Pada bulan September tahun 1945, kata Dhion, lapangan Tambaksari dipakai tempat rapat raksasa perkumpulan massa dan orasi pejuang Surabaya untuk mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia. Sementara, setelah penyerahan kedaulatan tahun 1949 lapangan Tambaksari diambil alih Persebaya dan direnovasi untuk dijadikan stadion.

Selain menjadi markas klub kebanggaan arek-arek Suroboyo, dahulu stadion berkapasitas 35 ribu penonton ini juga menjadi tempat kegiatan akbar, seperti salat Idul Fitri, kegiatan kebaktian bersama, peringatan hari besar Islam, dan konser musik.

Sementara belum lama ini Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya baru saja direnovasi kembali untuk kepentingan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tahun 2023. Lapangan Gelora 10 Nopember diproyeksikan sebagai tempat latihan penunjang stadion utama Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Belum lama ini Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga Edy Santoso mengatakan, renovasi stadion meliputi rumput stadion yang berstandar FIFA, jarak pagar antara lapangan dan tribun, penerangan stadion, dan fasilitas ruang ganti pemain. (rus/nur)


SURABAYA – Gelora 10 Nopember Surabaya merupakan stadion sepak bola legendaris di Kota Pahlawan. Stadion yang berada di Jalan Tambaksari ini awalnya adalah lapangan Tambaksari.

Pemerhati sejarah sepak bola Dhion Prasetya mengatakan, lapangan Tambaksari diperkirakan sudah ada sejak tahun 1920-an. Di sekitar lapangan dahulu banyak ditemukan makam Tionghoa. Pada zaman kolonial lapangan dipakai markas Soerabaiasche Voetbalbond (SVB).

“Namanya lapangan Tambaksari sebelum direnovasi menjadi Gelora 10 November Surabaya. Dulu ada tiga lapangan di sana,” ujarnya kepada Radar Surabaya.

Pertama lapangan A, lanjut Dhion, kini menjadi gelanggang olahraga. Lapangan B menjadi Stadion Gelora 10 Nopember, dan lapangan C menjadi mess Karanggayam Persebaya Surabaya. “Dahulu lapangan Tambaksari seperti lapangan biasa. Tribunnya sederhana belum bertingkat,” sebutnya.

Pada bulan September tahun 1945, kata Dhion, lapangan Tambaksari dipakai tempat rapat raksasa perkumpulan massa dan orasi pejuang Surabaya untuk mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia. Sementara, setelah penyerahan kedaulatan tahun 1949 lapangan Tambaksari diambil alih Persebaya dan direnovasi untuk dijadikan stadion.

Selain menjadi markas klub kebanggaan arek-arek Suroboyo, dahulu stadion berkapasitas 35 ribu penonton ini juga menjadi tempat kegiatan akbar, seperti salat Idul Fitri, kegiatan kebaktian bersama, peringatan hari besar Islam, dan konser musik.

Sementara belum lama ini Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya baru saja direnovasi kembali untuk kepentingan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tahun 2023. Lapangan Gelora 10 Nopember diproyeksikan sebagai tempat latihan penunjang stadion utama Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Belum lama ini Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga Edy Santoso mengatakan, renovasi stadion meliputi rumput stadion yang berstandar FIFA, jarak pagar antara lapangan dan tribun, penerangan stadion, dan fasilitas ruang ganti pemain. (rus/nur)



Most Read

Berita Terbaru