alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, June 29, 2022

Rumah Sakit Jiwa di Surabaya Sudah Ada Sejak 1923

SURABAYA – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Surabaya sudah ada sejak 1923. Sebelum ada di kawasan Menur, RSJ ini berada di kawasan Jalan Karang Tembok.

Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, berdasarkan buku Signivicant Matters Of Surabaya menunjukkan bahwa RSJ di Surabaya berada di Jalan Karang Tembok nomor 240-244. “Pada buku itu juga disebutkan tidak hanya RSJ, alamat tersebut juga menunjukkan rumah sakit hewan,” ujarnya.

Chriyandi menambahkan, nama RSJ tersebut RSJ Pegirikan. Hal ini karena memang letaknya ada di kawasan Pegirian. Pernyataan Chrisyandi tersebut sama dengan yang terdapat ddi website RSJ Menur.

Awalnya, pada tahun 1923 Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya diperkirakan sebagai Doorgangshuis atau tempat penampungan sementara penderita gangguan jiwa dengan kapasitas 100 tempat tidur. Sampai dengan tahun 1977 beralamatkan Jalan Karang Tembok dan disebut Rumah Sakit Jiwa Pegirian.

Tahun 1954 Departemen Kesehatan membeli tanah seluas 96.840 meter persegi di Menur yang dulunya bernama Gubeng. Tanah 96.840 meter persegi ini selanjutnya 40.436 meter persegi diperuntukkan untuk RSJ Menur sedangkan sisanya 56.406 meter persegi untuk Akademi Penilik Kesehatan (sekarang Poltekkes).

Dalam rangka kunjungan kerja, Kepala Direktorat Kesehatan Jiwa mengadakan pertemuan dengan Kepala Bagian Psikiatri FK Unair/RS Dr Soetomo. Pertemuan tersebut membicarakan soal tanah dan pembangunannya. Pada waktu itu Kepala Direktorat Kesehatan Jiwa menyetujui tanah yang telah dibeli akan diserahkan kepada pengelola di daerah.

Januari 1972 lahir Piagam Kerja Sama yang di antaranya berisi kesepakatan menyelesaikan pembangunan RSJ Menur Surabaya serta memperlengkapinya. Tanggal 24 Maret 1977 RSJ Menur diresmikan oleh Gubernur KDH TK I Jawa Timur dengan nama Pusat Kesehatan Jiwa Masyarakat/RSJ Menur.

Selanjutnya, sebanyak 90 penderita dan 50 orang karyawan dipindahkan dari RSJ Pegirian dengan alasan bangunan sudah tidak layak pakai ke RSJ Menur.
Sejak tahun 1977/1978 RSJ Menur dibangun secara bertahap melalui Anggaran Pembangunan Departemen Kesehatan dan Provinsi Jawa Timur dengan kapasitas 100 tempat tidur. (mus/nur)

SURABAYA – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Surabaya sudah ada sejak 1923. Sebelum ada di kawasan Menur, RSJ ini berada di kawasan Jalan Karang Tembok.

Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, berdasarkan buku Signivicant Matters Of Surabaya menunjukkan bahwa RSJ di Surabaya berada di Jalan Karang Tembok nomor 240-244. “Pada buku itu juga disebutkan tidak hanya RSJ, alamat tersebut juga menunjukkan rumah sakit hewan,” ujarnya.

Chriyandi menambahkan, nama RSJ tersebut RSJ Pegirikan. Hal ini karena memang letaknya ada di kawasan Pegirian. Pernyataan Chrisyandi tersebut sama dengan yang terdapat ddi website RSJ Menur.

Awalnya, pada tahun 1923 Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya diperkirakan sebagai Doorgangshuis atau tempat penampungan sementara penderita gangguan jiwa dengan kapasitas 100 tempat tidur. Sampai dengan tahun 1977 beralamatkan Jalan Karang Tembok dan disebut Rumah Sakit Jiwa Pegirian.

Tahun 1954 Departemen Kesehatan membeli tanah seluas 96.840 meter persegi di Menur yang dulunya bernama Gubeng. Tanah 96.840 meter persegi ini selanjutnya 40.436 meter persegi diperuntukkan untuk RSJ Menur sedangkan sisanya 56.406 meter persegi untuk Akademi Penilik Kesehatan (sekarang Poltekkes).

Dalam rangka kunjungan kerja, Kepala Direktorat Kesehatan Jiwa mengadakan pertemuan dengan Kepala Bagian Psikiatri FK Unair/RS Dr Soetomo. Pertemuan tersebut membicarakan soal tanah dan pembangunannya. Pada waktu itu Kepala Direktorat Kesehatan Jiwa menyetujui tanah yang telah dibeli akan diserahkan kepada pengelola di daerah.

Januari 1972 lahir Piagam Kerja Sama yang di antaranya berisi kesepakatan menyelesaikan pembangunan RSJ Menur Surabaya serta memperlengkapinya. Tanggal 24 Maret 1977 RSJ Menur diresmikan oleh Gubernur KDH TK I Jawa Timur dengan nama Pusat Kesehatan Jiwa Masyarakat/RSJ Menur.

Selanjutnya, sebanyak 90 penderita dan 50 orang karyawan dipindahkan dari RSJ Pegirian dengan alasan bangunan sudah tidak layak pakai ke RSJ Menur.
Sejak tahun 1977/1978 RSJ Menur dibangun secara bertahap melalui Anggaran Pembangunan Departemen Kesehatan dan Provinsi Jawa Timur dengan kapasitas 100 tempat tidur. (mus/nur)

Most Read

Berita Terbaru


/