alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Meneer A. Meyroos, Wali Kota Pertama Surabaya Sejak 21 Agustus 1916

SURABAYA – Berdasarkan data Sejarah, Kotamadya Surabaya didirikan tanggal 1 April 1906 berdasarkan pasal 1 ‘instellings-ordonnantie’ (staatsblad 1906-149). Ketika itu luas wilayah Surabaya hanya 103 kilometer persegi. Tanah-tanah itu meliputi tanah yang masih dalam kekuasaan eigendom partikelir dan pemerintah.

Kepala daerah haminte Surabaya awalnya dirangkap oleh seorang asisten residen yang memangku jabatan sebagai asisten residen dari Kabupaten (afdeling) Surabaya yang juga sebagai ketua dewan haminte. Seiring perkembangan, kepala daerah atau wali kota Surabaya menurut Pustakawan Sejarah dari Universitas Ciputra, Chrisyandi Tri Kartika juga mengalami perubahan. Karena wali kota Surabaya berdasarkan dari era pendudukan dari Belanda, Jepang hingga sesudah Proklamasi 1945.

Burgemeester (wali kota) Surabaya pertama diangkat adalah Mr. A. Meyroos yang mulai memangku jabatan pada 21 Agustus 1916,” katanya.

Ia menjelaskan, burgemeester yang terakhir sebelum perang dunia II yakni Mr. W.A.H Fuchter. Ketika saat pendudukan pemerintah militer Jepang mengangkat Takahasi Ichiro pada September 1942 sebagai wali kota Surabaya yang berasal dari Jepang.

“Ketika itu susunan pemerintahan Surabaya terdiri dari Wali Kota (shityo) dibantu oleh seorang ass. shityo dan seorang wedana (guntyo) yang memiliki lima orang shikukutyo (ass. wedana),” jelasnya.

Namun dengan adanya pemerintahan militer Jepang, Chrisyandi menyebut, ada dualisme pemerintahan karena kekuasaan dalam wilayah kota Surabaya hanya dalam satu kekuasaan. Saat itu pekerjaan mengenai tugas pusat dijalankan atas nama shityo oleh wedana dengan stafnya. Sedangkan terkait ekonomi diurus oleh badan pengurus harian yang diketuai oleh Radjiman Nasution.

“Yang saat militer Jepang Radjiman dijadikan pejabat wali kota Surabaya (asse shityo) yang juga merupakan pribumi,” jelasnya.

Sampai akhirnya saat Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan tanggal 17 Agustus, Radjiman Nasution ditetapkan sebagai Wali Kota Surabaya yang dibantu oleh wedana dan asisten wedana. (rmt/nur)


SURABAYA – Berdasarkan data Sejarah, Kotamadya Surabaya didirikan tanggal 1 April 1906 berdasarkan pasal 1 ‘instellings-ordonnantie’ (staatsblad 1906-149). Ketika itu luas wilayah Surabaya hanya 103 kilometer persegi. Tanah-tanah itu meliputi tanah yang masih dalam kekuasaan eigendom partikelir dan pemerintah.

Kepala daerah haminte Surabaya awalnya dirangkap oleh seorang asisten residen yang memangku jabatan sebagai asisten residen dari Kabupaten (afdeling) Surabaya yang juga sebagai ketua dewan haminte. Seiring perkembangan, kepala daerah atau wali kota Surabaya menurut Pustakawan Sejarah dari Universitas Ciputra, Chrisyandi Tri Kartika juga mengalami perubahan. Karena wali kota Surabaya berdasarkan dari era pendudukan dari Belanda, Jepang hingga sesudah Proklamasi 1945.

Burgemeester (wali kota) Surabaya pertama diangkat adalah Mr. A. Meyroos yang mulai memangku jabatan pada 21 Agustus 1916,” katanya.

Ia menjelaskan, burgemeester yang terakhir sebelum perang dunia II yakni Mr. W.A.H Fuchter. Ketika saat pendudukan pemerintah militer Jepang mengangkat Takahasi Ichiro pada September 1942 sebagai wali kota Surabaya yang berasal dari Jepang.

“Ketika itu susunan pemerintahan Surabaya terdiri dari Wali Kota (shityo) dibantu oleh seorang ass. shityo dan seorang wedana (guntyo) yang memiliki lima orang shikukutyo (ass. wedana),” jelasnya.

Namun dengan adanya pemerintahan militer Jepang, Chrisyandi menyebut, ada dualisme pemerintahan karena kekuasaan dalam wilayah kota Surabaya hanya dalam satu kekuasaan. Saat itu pekerjaan mengenai tugas pusat dijalankan atas nama shityo oleh wedana dengan stafnya. Sedangkan terkait ekonomi diurus oleh badan pengurus harian yang diketuai oleh Radjiman Nasution.

“Yang saat militer Jepang Radjiman dijadikan pejabat wali kota Surabaya (asse shityo) yang juga merupakan pribumi,” jelasnya.

Sampai akhirnya saat Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan tanggal 17 Agustus, Radjiman Nasution ditetapkan sebagai Wali Kota Surabaya yang dibantu oleh wedana dan asisten wedana. (rmt/nur)



Most Read

Berita Terbaru