alexametrics
29 C
Surabaya
Monday, May 23, 2022

Stasiun Trem Uap Karang Pilang Pernah Jadi Primadona di Surabaya

SURABAYA – Di Jalan Mastrip, Karang Pilang, terdapat bangunan tua dan bersejarah. Bangunan tersebut adalah Stasiun Trem Uap Karangpilang yang ada di sebelah timur laut Jalan Tol Surabaya-Mojokerto atau Jembatan Karangpilang.

Bangunan stasiun trem tersebut terlihat masih berdiri kokoh. Bagian kanopinya terbuat dari seng masih utuh. Namun, sekarang sudah tidak difungsikan. Di sekitar lokasi kini menjadi tempat rumah makan, kios, dan tempat potong rambut. Pada bagian depan bangunan terdapat plakat bertuliskan tanah milik PT KAI.

Jalur trem uap dan stasiun Karang Pilang sudah ada sejak tahun 1890. Stasiun Karangpilang dibangun oleh perusahaan Hindia Belanda Oost Java Stroomtram Maatschapijj.

Perusahaan Hindia Belanda tersebut membuat rute jalur trem uap dari Stasiun Wonokromo kota menuju ke Ujung. Sementara ke arah barat dari Stasiun Wonokromo menuju Karangpilang. Setelah itu dikembangkan kembali ke barat menuju Krian.

Baca Juga :  Plampitan, Kampung Lawas nan Tersohor di Surabaya

“Bangunan sebelah kiri (dari arah Surabaya) Jalan Mastrip itu bekas stasiun trem uap Karangpilang. Kini dipakai toko-toko,” ujar Pegiat Sejarah Surabaya Nanang Purwono.

Di sekitar lokasi bekas stasiun trem Karangpilang juga masih dijumpai besi rel trem. Namun, kebanyakan sudah tertutup tanah dan bangunan rumah-rumah warga. Selain terdapat rel, di seberang stasiun juga ada rumah dinas pegawai.

Menurut Nanang, trem uap di Surabaya memiliki jalur dari Wonokromo hingga ke Ujung melalui jalur pinggiran kota. Dimulai dari Wonokromo (Joyoboyo)-Jalan Diponegoro-Jalan Arjuno-Jalan Semarang-Jalan Kebonrojo-Jalan Bibis-Jalan KH Mas Mansyur dan Ujung. Sementara untuk ke barat memiliki rute Wonokromo-Karangpilang-Sepanjang, dan Krian.

“Trem uap lebih dahulu ada. Menggunakan bahan bakar kayu. Kemudian trem listrik tahun 1920,” sebutnya.

Baca Juga :  Kampung Tambak Bayan Sudah Ada Sejak 1275

Anggota Begandring Soerabaia ini menambahkan, trem uap merupakan transportasi primadona di Surabaya sekitar abad 19. Setelah tahun 1920-an, trem listrik mulai beroperasi.

Sementara untuk Stasiun Karang Pilang sendiri hanya beroperasi untuk jalur trem uap. Pada masa pendudukan Jepang atau sekitar tahun 1943 rel sempat dibongkar. Namun kemudian pada tahun 1950 pasca kemerdekaan diaktifkan hingga Karangpilang.

Seiring berkembangnya zaman dan adanya angkutan umum jenis baru akhirnya stasiun Karangpilang ditutup sekitar tahun 1978. (rus/nur)

SURABAYA – Di Jalan Mastrip, Karang Pilang, terdapat bangunan tua dan bersejarah. Bangunan tersebut adalah Stasiun Trem Uap Karangpilang yang ada di sebelah timur laut Jalan Tol Surabaya-Mojokerto atau Jembatan Karangpilang.

Bangunan stasiun trem tersebut terlihat masih berdiri kokoh. Bagian kanopinya terbuat dari seng masih utuh. Namun, sekarang sudah tidak difungsikan. Di sekitar lokasi kini menjadi tempat rumah makan, kios, dan tempat potong rambut. Pada bagian depan bangunan terdapat plakat bertuliskan tanah milik PT KAI.

Jalur trem uap dan stasiun Karang Pilang sudah ada sejak tahun 1890. Stasiun Karangpilang dibangun oleh perusahaan Hindia Belanda Oost Java Stroomtram Maatschapijj.

Perusahaan Hindia Belanda tersebut membuat rute jalur trem uap dari Stasiun Wonokromo kota menuju ke Ujung. Sementara ke arah barat dari Stasiun Wonokromo menuju Karangpilang. Setelah itu dikembangkan kembali ke barat menuju Krian.

Baca Juga :  Jembatan Peneleh, Saksi Pertempuran 1945, Dibangun 1890-an

“Bangunan sebelah kiri (dari arah Surabaya) Jalan Mastrip itu bekas stasiun trem uap Karangpilang. Kini dipakai toko-toko,” ujar Pegiat Sejarah Surabaya Nanang Purwono.

Di sekitar lokasi bekas stasiun trem Karangpilang juga masih dijumpai besi rel trem. Namun, kebanyakan sudah tertutup tanah dan bangunan rumah-rumah warga. Selain terdapat rel, di seberang stasiun juga ada rumah dinas pegawai.

Menurut Nanang, trem uap di Surabaya memiliki jalur dari Wonokromo hingga ke Ujung melalui jalur pinggiran kota. Dimulai dari Wonokromo (Joyoboyo)-Jalan Diponegoro-Jalan Arjuno-Jalan Semarang-Jalan Kebonrojo-Jalan Bibis-Jalan KH Mas Mansyur dan Ujung. Sementara untuk ke barat memiliki rute Wonokromo-Karangpilang-Sepanjang, dan Krian.

“Trem uap lebih dahulu ada. Menggunakan bahan bakar kayu. Kemudian trem listrik tahun 1920,” sebutnya.

Baca Juga :  Di Kali Pegirian Dulu Terdapat Hutan Bambu

Anggota Begandring Soerabaia ini menambahkan, trem uap merupakan transportasi primadona di Surabaya sekitar abad 19. Setelah tahun 1920-an, trem listrik mulai beroperasi.

Sementara untuk Stasiun Karang Pilang sendiri hanya beroperasi untuk jalur trem uap. Pada masa pendudukan Jepang atau sekitar tahun 1943 rel sempat dibongkar. Namun kemudian pada tahun 1950 pasca kemerdekaan diaktifkan hingga Karangpilang.

Seiring berkembangnya zaman dan adanya angkutan umum jenis baru akhirnya stasiun Karangpilang ditutup sekitar tahun 1978. (rus/nur)

Most Read

Berita Terbaru


/