alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Diizinkan Kerja Jadi SPG, Lha Kok Malah Kepincut Si Bos Tajir

Perselingkuhan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah, waspadalah, waspadalah.

LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Surabaya

Tiap hari, Donwori, 28, harus mengelus dada. Gegaranya, sang istri, Karin, 25, kecantol pria lain. Kelakuan Karin tersebut membuat pria yang bekerja sebagai buruh pabrik itu pun pusing tujuh keliling.

Donwori merasa dikhianati oleh wanita yang sudah dua tahun dinikahinya itu. Ibarat bayi yang disapih, Donwori harus rela kehilangan sosok Karin. Itu bermula saat Karin meminta izin Donwori untuk bisa bekerja.

“Ya buat bantu keluarga, katanya. Kerjanya ya nawarin barang gitu, keliling pakai mobil. Awalnya ya saya izinkan,” cerita Donwori di tengah rintik hujan ditemui Radar Surabaya di sebuah warung kopi di daerah Ketintang Surabaya, sepekan lalu.

Sayang, restu Donwori kepada Karin untuk bekerja rupanya dikhianati. Karin malah kepincut bosnya. Sebut saja namanya Donjuan. Donwori baru tahu saat Karin pulang larut malam. “Diantar pakai mobil, Mas. Motornya ditinggal di kantor,” katanya.

Sejak saat itu, Donwori pun siaga. Bak intel yang menembus pertahanan musuh, dugaan perselingkuhan itu pun terbukti. Karin pun mulai sering pulang malam, dan kerap punya barang mewah. Padahal Donwori tak pernah merasa membelikannya. “Saya cek di HP-nya, ternyata sudah panggil sayang-sayangan (pada Donjuan, Red). Fotonya ya foto si bos itu,” imbuhnya kesal.

Puncaknya, Donwori pun menginterogasi Karin. Hasilnya, Karin tak menampik punya hubungan dengan Donjuan. Bahkan hubungan itu sudah di taraf istimewa. Entah apa maksudnya. Alasannya, si bos lebih perhatian dan punya banyak uang.

Mendengar jawaban itu, Donwori pun marah sejadi-jadinya. Ibarat kata, amarah sudah ada di ubun-ubun. Tak sampai sebulan berselang, Donwori pun pergi ke Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya. Apalagi kalau bukan untuk memasukkan gugatan cerai terhadap Karin.

“Ya dia malah senang kalau saya cerai. Katanya suruh cepetan. Kecewa berat, Mas. Padahal dulu ngakunya bakal setia,” bebernya. (*/opi)


Perselingkuhan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah, waspadalah, waspadalah.

LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Surabaya

Tiap hari, Donwori, 28, harus mengelus dada. Gegaranya, sang istri, Karin, 25, kecantol pria lain. Kelakuan Karin tersebut membuat pria yang bekerja sebagai buruh pabrik itu pun pusing tujuh keliling.

Donwori merasa dikhianati oleh wanita yang sudah dua tahun dinikahinya itu. Ibarat bayi yang disapih, Donwori harus rela kehilangan sosok Karin. Itu bermula saat Karin meminta izin Donwori untuk bisa bekerja.

“Ya buat bantu keluarga, katanya. Kerjanya ya nawarin barang gitu, keliling pakai mobil. Awalnya ya saya izinkan,” cerita Donwori di tengah rintik hujan ditemui Radar Surabaya di sebuah warung kopi di daerah Ketintang Surabaya, sepekan lalu.

Sayang, restu Donwori kepada Karin untuk bekerja rupanya dikhianati. Karin malah kepincut bosnya. Sebut saja namanya Donjuan. Donwori baru tahu saat Karin pulang larut malam. “Diantar pakai mobil, Mas. Motornya ditinggal di kantor,” katanya.

Sejak saat itu, Donwori pun siaga. Bak intel yang menembus pertahanan musuh, dugaan perselingkuhan itu pun terbukti. Karin pun mulai sering pulang malam, dan kerap punya barang mewah. Padahal Donwori tak pernah merasa membelikannya. “Saya cek di HP-nya, ternyata sudah panggil sayang-sayangan (pada Donjuan, Red). Fotonya ya foto si bos itu,” imbuhnya kesal.

Puncaknya, Donwori pun menginterogasi Karin. Hasilnya, Karin tak menampik punya hubungan dengan Donjuan. Bahkan hubungan itu sudah di taraf istimewa. Entah apa maksudnya. Alasannya, si bos lebih perhatian dan punya banyak uang.

Mendengar jawaban itu, Donwori pun marah sejadi-jadinya. Ibarat kata, amarah sudah ada di ubun-ubun. Tak sampai sebulan berselang, Donwori pun pergi ke Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya. Apalagi kalau bukan untuk memasukkan gugatan cerai terhadap Karin.

“Ya dia malah senang kalau saya cerai. Katanya suruh cepetan. Kecewa berat, Mas. Padahal dulu ngakunya bakal setia,” bebernya. (*/opi)



Most Read

Berita Terbaru