30 C
Surabaya
Thursday, December 8, 2022

Posesif Tidak Jelas Biar Punya Alasan untuk Selingkuh

Ada dua kemungkinan dari pasangan posesif. Bisa jadi karena sangat cinta. Atau sebaliknya, posesif untuk menutupi perselingkuhan.

TIM Wartawan Radar Surabaya

Perceraian Karin, 28, ia kira berawal dari sikap over protektif suaminya, Donwori, 35. Dan memang begitulah nampaknya. Tak tahan karena selalu dan selalu disudutkan oleh Donwori, Karin memutuskan bercerai.

Sikap posesif Donwori bisa dibilang sudah keterlaluan. Ia akan menuduh siapa saja laki-laki yang dekat dengan istrinya sebagai selingkuhan. Ia akan selalu curiga ketika Karin mengangkat telepon dari laki-laki. Ia juga akan menyelidiki sampai akhir, siapa laki-laki yang berada  satu frame foto dengan istrinya, meskipun juga foto beramai-ramai.

“Sejak menikah, rumah tanggaku gak pernah adem. Dia (Donwori, Red) selalu cari gara-gara,” cerita Karin saat berada di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, akhir pekan lalu.

Pernah, suatu saat Karin foto bersama rekan kerjanya. Tidak berdua, tapi beramai-ramai. Kira-kira ada 11-an orang. Eh kebetulan, di sampingnya ada laki-laki yang secara fisik, lebih superior ketimbang dirinya. Berwajah tampan dan tubuh proporsional. Eh si Donwori ini main cemburu buta.

Esoknya entah bagaimana caranya, Donwori ini membuat malu Karin dengan mengajak si mas-mas yang (tidak) polos tapi tak tahu apa-apa ini bertengkar. Parahnya dilakukan di depan kantor Karin pula. Alasannya, absurd, mas-mas ini sering mengomentari status yang Karin buat. ” Yaelah.. Sumpah deh, kita murni cuma temenan, lagian istrinya juga lebih cantik dari aku. Apa ya dia mau selingkuh sama saya,” katanya lagi.

Pernah juga, Donwori ini ngamuk-ngamuk sepanjang minggu gara-gara Karin dinas ke luar kota, namun hanya bersama seorang rekan kantor dan yang jadi masalah, laki-laki. Donwori yang terbakar cemburu ini ngengkel untuk ikut mengantarkan Karin. Takut terjadi apa-apa di antara keduanya. Tentu saja alasan konyol bin gak masuk akal ini Karin tolak. Eh, dia gak disapa suami seminggu.

Awalnya, Karin gemas mengetahui suaminya ini cemburuan. Ia merasa menjadi perempuan yang sangat disayang suami. Tapi berjalan setahun dua tahun, rasa gemas itu berubah menjadi gerah. Masalahnya, Donwori ini sekali nuduh, tak bisa dibantah. Ia tidak memberikan ruang pada Karin untuk membela diri. Mungkin di mata suaminya, Karin ini sudah dicap playgirl. 

Namun selama ini, Karin hanya ngempet. Tapi kesabarannya habis manakala Donwori ini menuduh sahabat Karin, sebut saja Donjuan, menjadi pebikor atau perebut bini orang. Tuduhan itu dilayangkan dengan bukti yang tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya pula. “Wong dia iku wes ngerti kalau Donjuan iku sahabatku, ngono kok dicemburui,” tegas Karin gerah.

Tuduhan selingkuh Donwori ini ia layangkan saat Karin kebetulan sedang jalan berdua dengan sahabatnya ini. Tujuannya jelas, Karin dimintai tolong memilihkan kado untuk pacar Donjuan.

Eh si Donwori ngamuk-ngamuk, dituduhnya selingkuh, katanya kencan berkedok sahabatan. Pakai acara labrak-melabrak dan KDRT pula. Tentu saja Karin tak terima. ” Ya akhirnya cerai ini, aku tak tahan jadi salah-salahan terus,” imbuhnya.

Namun kebenaran baru terungkap. Saat mengurus perceraian, Karin sempat memergoki Donwori jalan dengan perempuan lain. Nampak mesra layaknya kekasih. Meski jengkel setengah mati, saat itu, ia sudah tak ada selera untuk melabrak.

“Owalah.. Memang dia sengaja cari perkara paling, biar punya alasan untuk selingkuh. Nutupine dengan nuduh aku terus,” pungkas perempuan asal  Lidah Wetan Surabaya ini kesal. (*/opi)

Ada dua kemungkinan dari pasangan posesif. Bisa jadi karena sangat cinta. Atau sebaliknya, posesif untuk menutupi perselingkuhan.

TIM Wartawan Radar Surabaya

Perceraian Karin, 28, ia kira berawal dari sikap over protektif suaminya, Donwori, 35. Dan memang begitulah nampaknya. Tak tahan karena selalu dan selalu disudutkan oleh Donwori, Karin memutuskan bercerai.

Sikap posesif Donwori bisa dibilang sudah keterlaluan. Ia akan menuduh siapa saja laki-laki yang dekat dengan istrinya sebagai selingkuhan. Ia akan selalu curiga ketika Karin mengangkat telepon dari laki-laki. Ia juga akan menyelidiki sampai akhir, siapa laki-laki yang berada  satu frame foto dengan istrinya, meskipun juga foto beramai-ramai.

“Sejak menikah, rumah tanggaku gak pernah adem. Dia (Donwori, Red) selalu cari gara-gara,” cerita Karin saat berada di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, akhir pekan lalu.

Pernah, suatu saat Karin foto bersama rekan kerjanya. Tidak berdua, tapi beramai-ramai. Kira-kira ada 11-an orang. Eh kebetulan, di sampingnya ada laki-laki yang secara fisik, lebih superior ketimbang dirinya. Berwajah tampan dan tubuh proporsional. Eh si Donwori ini main cemburu buta.

Esoknya entah bagaimana caranya, Donwori ini membuat malu Karin dengan mengajak si mas-mas yang (tidak) polos tapi tak tahu apa-apa ini bertengkar. Parahnya dilakukan di depan kantor Karin pula. Alasannya, absurd, mas-mas ini sering mengomentari status yang Karin buat. ” Yaelah.. Sumpah deh, kita murni cuma temenan, lagian istrinya juga lebih cantik dari aku. Apa ya dia mau selingkuh sama saya,” katanya lagi.

Pernah juga, Donwori ini ngamuk-ngamuk sepanjang minggu gara-gara Karin dinas ke luar kota, namun hanya bersama seorang rekan kantor dan yang jadi masalah, laki-laki. Donwori yang terbakar cemburu ini ngengkel untuk ikut mengantarkan Karin. Takut terjadi apa-apa di antara keduanya. Tentu saja alasan konyol bin gak masuk akal ini Karin tolak. Eh, dia gak disapa suami seminggu.

Awalnya, Karin gemas mengetahui suaminya ini cemburuan. Ia merasa menjadi perempuan yang sangat disayang suami. Tapi berjalan setahun dua tahun, rasa gemas itu berubah menjadi gerah. Masalahnya, Donwori ini sekali nuduh, tak bisa dibantah. Ia tidak memberikan ruang pada Karin untuk membela diri. Mungkin di mata suaminya, Karin ini sudah dicap playgirl. 

Namun selama ini, Karin hanya ngempet. Tapi kesabarannya habis manakala Donwori ini menuduh sahabat Karin, sebut saja Donjuan, menjadi pebikor atau perebut bini orang. Tuduhan itu dilayangkan dengan bukti yang tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya pula. “Wong dia iku wes ngerti kalau Donjuan iku sahabatku, ngono kok dicemburui,” tegas Karin gerah.

Tuduhan selingkuh Donwori ini ia layangkan saat Karin kebetulan sedang jalan berdua dengan sahabatnya ini. Tujuannya jelas, Karin dimintai tolong memilihkan kado untuk pacar Donjuan.

Eh si Donwori ngamuk-ngamuk, dituduhnya selingkuh, katanya kencan berkedok sahabatan. Pakai acara labrak-melabrak dan KDRT pula. Tentu saja Karin tak terima. ” Ya akhirnya cerai ini, aku tak tahan jadi salah-salahan terus,” imbuhnya.

Namun kebenaran baru terungkap. Saat mengurus perceraian, Karin sempat memergoki Donwori jalan dengan perempuan lain. Nampak mesra layaknya kekasih. Meski jengkel setengah mati, saat itu, ia sudah tak ada selera untuk melabrak.

“Owalah.. Memang dia sengaja cari perkara paling, biar punya alasan untuk selingkuh. Nutupine dengan nuduh aku terus,” pungkas perempuan asal  Lidah Wetan Surabaya ini kesal. (*/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/