alexametrics
26 C
Surabaya
Monday, September 26, 2022

Sudah Terbiasa Hidup Bebas, Pilih Jadi Single Lagi

Terbiasa bebas tanpa beban, Donwori mengaku tersiksa ketika dipaksa berumah tangga oleh orang tuanya. Apalagi, si istri, Karin dianggap cerewet dan sok ngatur.

TIM RADAR SURABAYA

Donwori, 39, tampaknya asyik-asyik aja bakal menyandang status duda. Bagi dia yang penting hidup sendiri dan tidak ada lagi yang menyuruh ini itu. Justru yang mencak-mencak atas keputusan Donwori adalah orang tuanya, Mira, 61. “Aku iki wes kate matek. Tapi, anakku gak onok sing gelem rabi. Mereka males nikah kabeh. Padahal, aku iki wes pengen ngemong putu,” omel Mira di tengah proses mediasi Donwori vs Karin di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, pekan lalu.

Bersama pengacaranya, Mira kini berusaha mencegah proses talak cerai anaknya. Ia berharap Donwori tetap bersatu dengan Karin ”Karin masih saudara jauh. Dokter lagi dan anaknya baik. Anakku iku opo sih? Biasanya kalau wong lanang ada yang ngeloni kan bahagia ya, ini malah dia merasa sengsara dan tersiksa,” kata pensiunan pegawai BUMN tersebut.

Dengan mata sayu dan terlihat sedih, Mira berharap Karin masih mau kembali kepada Donwori. Bahkan, dia berjanji akan membuat Donwori berubah menjadi pria yang bertanggung jawab dan cinta kepada wanita.

Mira mengakui sejak kecil, anaknya tidak tertarik dengan wanita. Bermain dengan pria pun tidak suka. Anaknya lebih suka hidup berpetualangan dengan travelling bersama komunitasnya. “Anakku itu kayak sosial group itu karakternya. Sukanya bareng-bareng sama temannya, tidak mau ada ikatan. Ya kalau sudah tua kan enggak bisa kayak begitu,” jelasnya.

Sementara itu, Donwori mengaku kalau dirinya sudah tidak cocok dengan Karin. “(Karin, Red) Suka ngatur-ngatur hidup. Saya mau kongkow sama teman-teman, enggak boleh. Masak pulang kerja terus tidur dan nemenin dia. Hidup kayak gitu kurang siiip,” kata pria yang tinggal di kawasan Sukolilo Surabaya itu.

Pria yang bekerja di perbankan itu berharap bisa hidup sendiri dan kalau perlu fokus merawat ibu kandungnya yang sudah tua. “Sama Mama sajalah. Mama enggak cerewet,” kata dia.

Karin yang hadir dalam sidang mediasi juga terlihat santai. Dokter muda itu menyatakan sudah tidak ingin mempertahankan rumah tangganya. Ia bahkan sudah punya planning jika nanti berpisah dengan Donwori. Karin ingin melanjutkan studi lagi di luar negeri. ”Ambil spesialis. Pusing kalau mikir suami kayak gini,” pungkasnya. (*/opi)

Terbiasa bebas tanpa beban, Donwori mengaku tersiksa ketika dipaksa berumah tangga oleh orang tuanya. Apalagi, si istri, Karin dianggap cerewet dan sok ngatur.

TIM RADAR SURABAYA

Donwori, 39, tampaknya asyik-asyik aja bakal menyandang status duda. Bagi dia yang penting hidup sendiri dan tidak ada lagi yang menyuruh ini itu. Justru yang mencak-mencak atas keputusan Donwori adalah orang tuanya, Mira, 61. “Aku iki wes kate matek. Tapi, anakku gak onok sing gelem rabi. Mereka males nikah kabeh. Padahal, aku iki wes pengen ngemong putu,” omel Mira di tengah proses mediasi Donwori vs Karin di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, pekan lalu.

Bersama pengacaranya, Mira kini berusaha mencegah proses talak cerai anaknya. Ia berharap Donwori tetap bersatu dengan Karin ”Karin masih saudara jauh. Dokter lagi dan anaknya baik. Anakku iku opo sih? Biasanya kalau wong lanang ada yang ngeloni kan bahagia ya, ini malah dia merasa sengsara dan tersiksa,” kata pensiunan pegawai BUMN tersebut.

Dengan mata sayu dan terlihat sedih, Mira berharap Karin masih mau kembali kepada Donwori. Bahkan, dia berjanji akan membuat Donwori berubah menjadi pria yang bertanggung jawab dan cinta kepada wanita.

Mira mengakui sejak kecil, anaknya tidak tertarik dengan wanita. Bermain dengan pria pun tidak suka. Anaknya lebih suka hidup berpetualangan dengan travelling bersama komunitasnya. “Anakku itu kayak sosial group itu karakternya. Sukanya bareng-bareng sama temannya, tidak mau ada ikatan. Ya kalau sudah tua kan enggak bisa kayak begitu,” jelasnya.

Sementara itu, Donwori mengaku kalau dirinya sudah tidak cocok dengan Karin. “(Karin, Red) Suka ngatur-ngatur hidup. Saya mau kongkow sama teman-teman, enggak boleh. Masak pulang kerja terus tidur dan nemenin dia. Hidup kayak gitu kurang siiip,” kata pria yang tinggal di kawasan Sukolilo Surabaya itu.

Pria yang bekerja di perbankan itu berharap bisa hidup sendiri dan kalau perlu fokus merawat ibu kandungnya yang sudah tua. “Sama Mama sajalah. Mama enggak cerewet,” kata dia.

Karin yang hadir dalam sidang mediasi juga terlihat santai. Dokter muda itu menyatakan sudah tidak ingin mempertahankan rumah tangganya. Ia bahkan sudah punya planning jika nanti berpisah dengan Donwori. Karin ingin melanjutkan studi lagi di luar negeri. ”Ambil spesialis. Pusing kalau mikir suami kayak gini,” pungkasnya. (*/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/