alexametrics
25 C
Surabaya
Monday, September 26, 2022

Apes, Tiga Kali Nikah Ketemu dengan Pemakai Narkoba

Malang betul nasib Karin. Tiga kali menikah, wanita yang tinggal di perumahan elit Surabaya Barat itu harus bernasib nahas. Ia selalu dapat pria pemakai narkoba.

TIM RADAR SURABAYA

KARIN, 34, yang bergelimang harta dan jadi putri tunggal pensiunan pejabat ternama, namun kini harus merasakan sakit hati berkali-kali ditindas oleh Donwori, 35. Selain jadi pemakai narkoba, suaminya juga seringkali melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

”Kehidupan saya itu syok benar. Jangankan dipukul atau dianiaya, dibentak saja enggak pernah sama Mama Papa. Hampir tujuh tahun ini kehidupan saya justru berubah, selalu jadi korban suami-suami pemakai,” kata Karin di sela-sela sidang gugatan cerai suami ketiganya di Pengadilan Agama (PA) Klas1A Surabaya, beberapa hari lalu.

Seakan ingin meluapkan kekesalan atas nasibnya, Karin tak memiliki banyak pilihan hidup. Ia harus tetap survive dan bertahan hidup dengan masa depan anak-anaknya. Apalagi, tiga anaknya masih kecil-kecil.  Yang besar masih berumur lima tahun, putra kedua dan ketiganya kembar yakni berumur dua tahun.

”Tidak ada pilihan. Saya enggak boleh kayak mantan atau suami saya yang terjerumus seperti itu. Anak-anak harus hebat, setidaknya seperti Papa dan Mama saya yang bisa menjadi orang sukses,” kata wanita yang punya bisnis kuliner dan fashion itu.

Karin kini hanya berusaha tegar. Ia bersikukuh bercerai, meski pihak suami menolak berpisah. Ia tidak mau lagi dalam bayang-bayang ketakutan hidup dengan pemakai narkoba.

”Seandainya mereka ditangkap, istri kan tidak ikut karena memang selama ini saya tidak pernah mengetahui pakainya di mana. Saya cuma tahu kalau suami teler habis pulang dugem, atau kadang janjian begitu sama teman-temannya,” kata Karin.

Untuk terbebas dari kehidupan para pemakai, Karin sebenarnya sudah berdoa dan tidak pernah neko-neko. Tiga kali menikah itu pun dijodohkan oleh sahabat dari komunitas agamis dan baik.

”Suami pertama dulu teman kuliah, yang kedua kenal di baksos, ketiga ini kenal lewat temen-temen komunitas. Mereka sudah mapan, kerjanya juga enak. Tidak ada masalah dengan uang, tapi kayaknya masalah dengan jiwanya,” pungkasnya.

Meski sudah tiga kali dikhianati, Karin tidak menutup hati dengan pria baru yang mendekatinya. Namun, ia berjanji akan lebih selektif dan tidak akan menikah semudah seperti yang dulu-dulu. Apalagi, kedua orang tuanya yang sudah pensiun berharap dia hanya menjaga ketiga anaknya saja, daripada menikah lagi. ”Dijalani saja. Kayaknya, anak lebih amanah dan saya akan berjuang demi mereka,” kata dia.

Donwori yang terlihat tenang dengan wajah rupawan mengaku kalau tidak ingin berpisah dengan istrinya. Ia mengaku istrinya sangat baik dan tidak ingin mengulangi kesalahannya. ”Tidak ada masalah apa-apa. Saya masih mencintainya,” tutup dia dan masuk ke mobil di parkir depan PA Klas IA Surabaya. (*/opi)

Malang betul nasib Karin. Tiga kali menikah, wanita yang tinggal di perumahan elit Surabaya Barat itu harus bernasib nahas. Ia selalu dapat pria pemakai narkoba.

TIM RADAR SURABAYA

KARIN, 34, yang bergelimang harta dan jadi putri tunggal pensiunan pejabat ternama, namun kini harus merasakan sakit hati berkali-kali ditindas oleh Donwori, 35. Selain jadi pemakai narkoba, suaminya juga seringkali melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

”Kehidupan saya itu syok benar. Jangankan dipukul atau dianiaya, dibentak saja enggak pernah sama Mama Papa. Hampir tujuh tahun ini kehidupan saya justru berubah, selalu jadi korban suami-suami pemakai,” kata Karin di sela-sela sidang gugatan cerai suami ketiganya di Pengadilan Agama (PA) Klas1A Surabaya, beberapa hari lalu.

Seakan ingin meluapkan kekesalan atas nasibnya, Karin tak memiliki banyak pilihan hidup. Ia harus tetap survive dan bertahan hidup dengan masa depan anak-anaknya. Apalagi, tiga anaknya masih kecil-kecil.  Yang besar masih berumur lima tahun, putra kedua dan ketiganya kembar yakni berumur dua tahun.

”Tidak ada pilihan. Saya enggak boleh kayak mantan atau suami saya yang terjerumus seperti itu. Anak-anak harus hebat, setidaknya seperti Papa dan Mama saya yang bisa menjadi orang sukses,” kata wanita yang punya bisnis kuliner dan fashion itu.

Karin kini hanya berusaha tegar. Ia bersikukuh bercerai, meski pihak suami menolak berpisah. Ia tidak mau lagi dalam bayang-bayang ketakutan hidup dengan pemakai narkoba.

”Seandainya mereka ditangkap, istri kan tidak ikut karena memang selama ini saya tidak pernah mengetahui pakainya di mana. Saya cuma tahu kalau suami teler habis pulang dugem, atau kadang janjian begitu sama teman-temannya,” kata Karin.

Untuk terbebas dari kehidupan para pemakai, Karin sebenarnya sudah berdoa dan tidak pernah neko-neko. Tiga kali menikah itu pun dijodohkan oleh sahabat dari komunitas agamis dan baik.

”Suami pertama dulu teman kuliah, yang kedua kenal di baksos, ketiga ini kenal lewat temen-temen komunitas. Mereka sudah mapan, kerjanya juga enak. Tidak ada masalah dengan uang, tapi kayaknya masalah dengan jiwanya,” pungkasnya.

Meski sudah tiga kali dikhianati, Karin tidak menutup hati dengan pria baru yang mendekatinya. Namun, ia berjanji akan lebih selektif dan tidak akan menikah semudah seperti yang dulu-dulu. Apalagi, kedua orang tuanya yang sudah pensiun berharap dia hanya menjaga ketiga anaknya saja, daripada menikah lagi. ”Dijalani saja. Kayaknya, anak lebih amanah dan saya akan berjuang demi mereka,” kata dia.

Donwori yang terlihat tenang dengan wajah rupawan mengaku kalau tidak ingin berpisah dengan istrinya. Ia mengaku istrinya sangat baik dan tidak ingin mengulangi kesalahannya. ”Tidak ada masalah apa-apa. Saya masih mencintainya,” tutup dia dan masuk ke mobil di parkir depan PA Klas IA Surabaya. (*/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/