26 C
Surabaya
Tuesday, January 31, 2023

Selama Menikah Kerap Bertengkar, 90 Persen karena Sikap Mertua

Menikah bukan hanya perkara aku dan kamu mencintai, lalu hidup bahagia bersama selamanya. Ada keluarga, ada mertua juga yang sering kresnya daripada akurnya.

TIM Wartawan Radar Surabaya

Dulu, Karin, 27, tak pernah terpikir bahwa campur tangan orang tua dalam kehidupan rumah tangga bisa serumit ini. Di bayangannya, asalkan ia dan suaminya saling cinta, maka seperti apa pun menyebalkannya mertua, tak akan menggaggu kehidupan rumah tangganya. Tapi nyatanya tak sesimpel itu Ferguso!

Siapa yang menyangka, bahwa mertua yang sungguh baik kepadanya saat ia dan Donwori, 30, pacaran berubah 180 derajat setelah masuk dalam pernikahan. Orang tua Donwori menjadi mertua mengerikan setelah Karin menjadi mantunya. Gara-gara mertua juga, hubungan yang berjalan empat tahun itu kandas sudah. “Aku capek, bosan berurusan lagi sama Mamae Mas Wori, ” kata Karin di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas 1 A Surabaya, beberapa waktu lalu.

Karin menjelaskan, selama tinggal bersama mertua, ia tak pernah diperlakukan dengan baik oleh orang tua Donwori. Kalau tidak dibanding-bandingkan, ya disalah-salahkan. “Sejak tahu sifatnya begitu, aku memang jaga jarak. Wah tambah, sejak itu aku makin didiskriminasi,” jelas Karin.

Baca Juga :  Suami Tak Bisa Ngayomi, Selingkuhi Dua Wanita Sekaligus

Sikapnya ini, aku Karin memang kelemahannya. Ia tak bisa baik atau ‘pura-pura’ baik kalau sudah disakiti. Alhasil, ia hanya akan berkomunikasi sekadarnya dengan mertua. Dari sini, Karin dituduh-tuduh mantu tak tahu diri dan tak tahu cara mengambil hati mertua. “Bukan apa-apa Mbak, mertuaku itu kebangetan memang. Aku kadung loro ati,” curhatnya.

Kata Karin, setiap hari tak ada yang terlewat tanpa perkataan menyakitkan dari mertua. Terutama mertua perempuan. Padahal, ia mengaku, meski sebentar, sebelum kerja ia juga membantu melakukan pekerjaan rumah. “Aku dicacat terus, begini gak bener begitu gak bener,” katanya.

Sikap jahat mertuanya ini hanya berlaku kepadanya saja. Dengan mantu yang lain, mertuanya sungguh sayang. Karin sendiri sebenarnya tak pernah tahu apa yang membuat mertuanya begitu membencinya. Kalau iri dengannya, apa yang diirikan.

Kalau merasa anaknya direbut, toh Donwori ini anak mamanya sekali. Yang selalu sayang dan ngglibet sama mamanya. Kalau kurang puas dengan background keluarga dan ekonomi Karin, ya tidak juga. Wong kalau Karin rasa-rasa, keluarganya lebih sejahtera ketimbang keluarganya Donwori.

Baca Juga :  Benci Rokoknya, tapi Bukan Perokoknya, Karin Batal Cerai

“Mungkin karena tinggal bersama terus Mbak, makanya tidak akur. Ndak coba tinggal pisah sama mertua?” tanya Radar Surabaya, sok-sokan jadi konsultan pernikahan. “Loh sudah, setahun terakhir ini kami ngontrak seadanya sama suami,” kata Karin kemudian.

Namun rupanya, teror dari mertua terus mengikuti Karin sampai pada rumah kontrakan. Mertuanya akan marah-marah kalau sehari saja Donwori tak menelepon. Saat menelepon pun, alih-alih mengucapkan kangen pada mantu dan cucunya, malah menjelekkan Karin.

Hingga keputusan Karin berpisah ini bermula ketika sang mertua, mengolok-ngolok orang tua Karin. Karin dituduh menghabiskan uang Donwori untuk pengobatan bapaknya.

“Bapakku memang sakit Mbak, tapi ya maaf saja. Aku mampu mbayari berobatnya. Wong gajinya Mas Wori itu juga gak cukup mau buat nambal, gitu mamanya gak sadar diri,” ungkap Karin, marah-marah.

Terhadap perilaku menyebalkan orang tuanya, Donwori selalu dan selalu meminta Karin untuk sabar. Namun lama ditahan-tahan, kesabaran Karin habis juga. Jika ia flashback, hampir 90 persen pertengkaran rumah tangganya dipicu perilaku mertuanya. (*/opi)

Menikah bukan hanya perkara aku dan kamu mencintai, lalu hidup bahagia bersama selamanya. Ada keluarga, ada mertua juga yang sering kresnya daripada akurnya.

TIM Wartawan Radar Surabaya

Dulu, Karin, 27, tak pernah terpikir bahwa campur tangan orang tua dalam kehidupan rumah tangga bisa serumit ini. Di bayangannya, asalkan ia dan suaminya saling cinta, maka seperti apa pun menyebalkannya mertua, tak akan menggaggu kehidupan rumah tangganya. Tapi nyatanya tak sesimpel itu Ferguso!

Siapa yang menyangka, bahwa mertua yang sungguh baik kepadanya saat ia dan Donwori, 30, pacaran berubah 180 derajat setelah masuk dalam pernikahan. Orang tua Donwori menjadi mertua mengerikan setelah Karin menjadi mantunya. Gara-gara mertua juga, hubungan yang berjalan empat tahun itu kandas sudah. “Aku capek, bosan berurusan lagi sama Mamae Mas Wori, ” kata Karin di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas 1 A Surabaya, beberapa waktu lalu.

Karin menjelaskan, selama tinggal bersama mertua, ia tak pernah diperlakukan dengan baik oleh orang tua Donwori. Kalau tidak dibanding-bandingkan, ya disalah-salahkan. “Sejak tahu sifatnya begitu, aku memang jaga jarak. Wah tambah, sejak itu aku makin didiskriminasi,” jelas Karin.

Baca Juga :  Suami Tak Betah Istri Tiap Dandan Habiskan Waktu Tiga Jam

Sikapnya ini, aku Karin memang kelemahannya. Ia tak bisa baik atau ‘pura-pura’ baik kalau sudah disakiti. Alhasil, ia hanya akan berkomunikasi sekadarnya dengan mertua. Dari sini, Karin dituduh-tuduh mantu tak tahu diri dan tak tahu cara mengambil hati mertua. “Bukan apa-apa Mbak, mertuaku itu kebangetan memang. Aku kadung loro ati,” curhatnya.

Kata Karin, setiap hari tak ada yang terlewat tanpa perkataan menyakitkan dari mertua. Terutama mertua perempuan. Padahal, ia mengaku, meski sebentar, sebelum kerja ia juga membantu melakukan pekerjaan rumah. “Aku dicacat terus, begini gak bener begitu gak bener,” katanya.

Sikap jahat mertuanya ini hanya berlaku kepadanya saja. Dengan mantu yang lain, mertuanya sungguh sayang. Karin sendiri sebenarnya tak pernah tahu apa yang membuat mertuanya begitu membencinya. Kalau iri dengannya, apa yang diirikan.

Kalau merasa anaknya direbut, toh Donwori ini anak mamanya sekali. Yang selalu sayang dan ngglibet sama mamanya. Kalau kurang puas dengan background keluarga dan ekonomi Karin, ya tidak juga. Wong kalau Karin rasa-rasa, keluarganya lebih sejahtera ketimbang keluarganya Donwori.

Baca Juga :  Benci Rokoknya, tapi Bukan Perokoknya, Karin Batal Cerai

“Mungkin karena tinggal bersama terus Mbak, makanya tidak akur. Ndak coba tinggal pisah sama mertua?” tanya Radar Surabaya, sok-sokan jadi konsultan pernikahan. “Loh sudah, setahun terakhir ini kami ngontrak seadanya sama suami,” kata Karin kemudian.

Namun rupanya, teror dari mertua terus mengikuti Karin sampai pada rumah kontrakan. Mertuanya akan marah-marah kalau sehari saja Donwori tak menelepon. Saat menelepon pun, alih-alih mengucapkan kangen pada mantu dan cucunya, malah menjelekkan Karin.

Hingga keputusan Karin berpisah ini bermula ketika sang mertua, mengolok-ngolok orang tua Karin. Karin dituduh menghabiskan uang Donwori untuk pengobatan bapaknya.

“Bapakku memang sakit Mbak, tapi ya maaf saja. Aku mampu mbayari berobatnya. Wong gajinya Mas Wori itu juga gak cukup mau buat nambal, gitu mamanya gak sadar diri,” ungkap Karin, marah-marah.

Terhadap perilaku menyebalkan orang tuanya, Donwori selalu dan selalu meminta Karin untuk sabar. Namun lama ditahan-tahan, kesabaran Karin habis juga. Jika ia flashback, hampir 90 persen pertengkaran rumah tangganya dipicu perilaku mertuanya. (*/opi)

Most Read

Berita Terbaru