30 C
Surabaya
Thursday, December 8, 2022

Diselingkuhi Tetap Woles karena Selingkuhan Suami Nilainya Cuma 65

Perempuan mana pun kalau diselingkuhi pasangan pasti sakit hati. Tapi, perempuan yang sati ini woles saja.

TIM RADAR SURABAYA

Sambil memainkan handphonenya, Karin, 30, duduk di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, sepekan lalu. Ia akan menjalani sidang pertama perceraiannya dengan Donwori, 31, suaminya. Alasannya umum sekali, tak terima diselingkuhi. “Tiwas (daripada, Red) aku diselingkuhi, uang belajaan sama cinta dibagi, mending lak tak tinggal aja,” curhatnya seenteng kapas.

Meskipun awalnya ia merasa sakit hati karena suaminya melirik perempuan lain, pada akhirnya ia woles saja. Alasannya, selingkuhan Donwori, sebut saja Namanya Sephia, 35, ini tak lebih cantik darinya. Dari segi fisik, Sephia cuma dapat nilai 65 (dari skala 1 hingga 100), sementara Karin ada di angka 90. Jelas tetangga sebelah kalah telak kan? “Ora muring-muring….Aku gak panas blas. Wong selingkuhane lemu tongos gitu. Idih,” lanjutnya dengan mimik muka jijik.

Karena fisik yang bagi Karin kurang itu, ia merasa menang. Ia malah tak habis pikir dengan mata suaminya yang rabun. Katanya, kalau niat selingkuh mbok ya cari yang lebih cantik, lebih semok, dan lebih hot. Bukan yang lebih bobrok. Ia yakin semua pria itu sama, kalau sudah menikah cari yang lain pasti karena fisiknya. Lha ini, kok malah nyeleneh.

Memang bisa dikata Karin ini adalah perempuan di atas rata-rata. Tubuhnya ramping, rambutnya hitam panjang dengan lesung pipi yang manis. Cuma sekilas lewat pembicaraan ketahuan kalau dia pemarah.

Perempuan yang tinggal di kawasan Mulyorejo Surabaya ini menjelaskan, perselingkuhan suaminya ini terbongkar lagi-lagi karena sosmed. Karin saat itu mendapati chattingan mesra Donwori dengan Sephia yang terbuka. Dari situ ia mulai menelusuri profil Sephia. “Owalah.. apoteker dia, tapi kok elek,” begitu Karin bercerita.

Sejak tahu perselingkuhan itu, Karin mulai menyadap sosmed Donwori. Dari situ ia tahu pesan-pesan jorok bin menjijikkan si suami dengan selingkuhannya ini. Bahkan suatu kali keduanya janjian untuk bertemu di hotel. Karena panas, Karin pun membuntuti.

Di hari H pertemuan, tepatnya tiga minggu sebelum perceraian diurus, Karin menodong suaminya di kamar hotel. Ditangkap basah istrinya, Donwori sempat panik. Ia berkali-kali meyakinkan Karin bahwa selingkuhannya ini hanyalah rekan bisnis. “Bisnis apa yang dilakukan di dalam kamar hotel,” serunya lagi.

Karena tak terima, Karin langsung pulang ke rumah orang tuanya. Permintaan cerai pun ia layangkan lewat pesan WhatsApp. “Bah bah….Selingkuho sak karepmu. Selingkuhanmu gak ayu,” selorohnya lagi. (*/opi)

Perempuan mana pun kalau diselingkuhi pasangan pasti sakit hati. Tapi, perempuan yang sati ini woles saja.

TIM RADAR SURABAYA

Sambil memainkan handphonenya, Karin, 30, duduk di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, sepekan lalu. Ia akan menjalani sidang pertama perceraiannya dengan Donwori, 31, suaminya. Alasannya umum sekali, tak terima diselingkuhi. “Tiwas (daripada, Red) aku diselingkuhi, uang belajaan sama cinta dibagi, mending lak tak tinggal aja,” curhatnya seenteng kapas.

Meskipun awalnya ia merasa sakit hati karena suaminya melirik perempuan lain, pada akhirnya ia woles saja. Alasannya, selingkuhan Donwori, sebut saja Namanya Sephia, 35, ini tak lebih cantik darinya. Dari segi fisik, Sephia cuma dapat nilai 65 (dari skala 1 hingga 100), sementara Karin ada di angka 90. Jelas tetangga sebelah kalah telak kan? “Ora muring-muring….Aku gak panas blas. Wong selingkuhane lemu tongos gitu. Idih,” lanjutnya dengan mimik muka jijik.

Karena fisik yang bagi Karin kurang itu, ia merasa menang. Ia malah tak habis pikir dengan mata suaminya yang rabun. Katanya, kalau niat selingkuh mbok ya cari yang lebih cantik, lebih semok, dan lebih hot. Bukan yang lebih bobrok. Ia yakin semua pria itu sama, kalau sudah menikah cari yang lain pasti karena fisiknya. Lha ini, kok malah nyeleneh.

Memang bisa dikata Karin ini adalah perempuan di atas rata-rata. Tubuhnya ramping, rambutnya hitam panjang dengan lesung pipi yang manis. Cuma sekilas lewat pembicaraan ketahuan kalau dia pemarah.

Perempuan yang tinggal di kawasan Mulyorejo Surabaya ini menjelaskan, perselingkuhan suaminya ini terbongkar lagi-lagi karena sosmed. Karin saat itu mendapati chattingan mesra Donwori dengan Sephia yang terbuka. Dari situ ia mulai menelusuri profil Sephia. “Owalah.. apoteker dia, tapi kok elek,” begitu Karin bercerita.

Sejak tahu perselingkuhan itu, Karin mulai menyadap sosmed Donwori. Dari situ ia tahu pesan-pesan jorok bin menjijikkan si suami dengan selingkuhannya ini. Bahkan suatu kali keduanya janjian untuk bertemu di hotel. Karena panas, Karin pun membuntuti.

Di hari H pertemuan, tepatnya tiga minggu sebelum perceraian diurus, Karin menodong suaminya di kamar hotel. Ditangkap basah istrinya, Donwori sempat panik. Ia berkali-kali meyakinkan Karin bahwa selingkuhannya ini hanyalah rekan bisnis. “Bisnis apa yang dilakukan di dalam kamar hotel,” serunya lagi.

Karena tak terima, Karin langsung pulang ke rumah orang tuanya. Permintaan cerai pun ia layangkan lewat pesan WhatsApp. “Bah bah….Selingkuho sak karepmu. Selingkuhanmu gak ayu,” selorohnya lagi. (*/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/