26 C
Surabaya
Tuesday, January 31, 2023

Cemburu Sama Selingkuhan ‘Digital’, Witing Trisno Jalaran Chatting Bendino

Witing tresno jalaran ngglibet bendino. Di era digital, istilah ini sedikit mengalami modifikasi. Jadi witing tresno jalaran chatting-an bendino.

TIM Wartawan Radar Surabaya

Karin, 45, termasuk tipikal perempuan yang cekatan. Baru semalam bertengkar hebat dengan Donwori, 47, suaminya, paginya sudah hitung-hitungan sama pengacara, ngurus cerai.

Di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya, ia melontarkan uneg-unegnya. “Biar mahal yang penting cepet selesai urusanku (cerai, Red). Gak wara-wiri,” kata perempuan asal Kalibokor Surabaya ini.

Keinginannya untuk segera bercerai didorong oleh sikap suaminya yang cemburuan. Padahal, selama ini, ia mengaku tak pernah sekalipun menjalin hubungan terlarang dengan pria lain. “Terus kemarin kenapa sampai bertengkar Mbak?” tanya Radar Surabaya heran. “Nah itu, dia mergoki chattinganku sama Koko,” jujur Karin.

Rupanya, yang disebut Karin selingkuh itu adalah pertemuan antara laki-laki dan perempuan sampai melakukan ‘sesuatu’. Sementara yang ia lakukan selama ini tak dihitung sebagai selingkuh. Apalagi, posisi selingkuhan digitalnya ini ada di luar kota.

Jadi selama ini beberapa bulan terakhir, Karin intens berkomunikasi dengan Donjuan, yang sering ia panggil sebagai “Koko” itu. Donjuan adalah rekan kerja Karin yang telah terpisah puluhan tahun dan baru nyambung beberapa bulan saja gara-gara sosial media.

Baca Juga :  CD Selalu Hilang, Ternyata Dicuri Suami gara-gara Tak Diberi Jatah

“Gak tahu ya Mbak, dulu itu padahal bertahun-tahun kerja bareng, kita ya gak pernah ngobrol, terus pisah lama. Eh baru deket sekarang,” kata Karin berbinar-binar.

Komunikasi Karin dan Donjuan ini terjalin gara-gara si cowok sering mengomentari foto profilnya. Tak jarang, komentarnya dibumbui dengan bahasan “dewasa”. Karin menyebut, Kokonya ini orang yang nakal dan nyebelin, tapi memancingnya untuk membalas komennya.

Mungkin, ini mungkin , gara-gara lawan bicaranya dikira sudah menikah, maka ia los saja cerita, tanpa filter. “Pas aku foto sama burung, dia komen, kok burungnya kecil, gatel, ” cerota Karin sambil cengengesan.

Lalu, setelah komenan itu, masih juga dibales dengan Karin dengan nada nakal juga. “Gatelnya yang mana? Mau digarukin? Pakai apa? ” lanjutnya. Komenan itu selalu datang setiap Karin ganti profil.

Karin mengaku, godaan-godaan nakal Donjuan membuatnya merasa muda lagi. Saking terbiasanya dengan godaan Donjuan, ia kangen kalau satu malam saja tidak chatting-an dengan Donjuan. Hingga, gerak-gerik itu sempat tertangkap oleh Donwori. “Dia tanya, chatting-an sama siapa kok senyum-senyum, aku bilang temen,” katanya santai.

Baca Juga :  Malunya, Kena Body Shaming Oleh Suami Sendiri

Dan karena namanya perempuan, Karin yang terbiasa dengan chatting-an Donjuan, sempat meminta kejelasan hubungannya. Dan inilah yang memicu amarah Donwori. Karena bayang-bayang Donjuan selalu menghantuinya ke manapun ia beraktivitas, masak ingat Donjuan, kerja ingat Donjuan, bahkan, ketika dengan Donwori pun ingat Donjuan.

Akhirnya, ia nekat menyampaikan perasaan hatinya. “Aku bilang ke Koko, pas malam-malam, sambil nangis. ‘Ko, tetep seperti ini ya, dengerin curhatanku gak peduli apa pun, jangan blokir kontakku, aku maunya seperti ini terus’,” urai Karin.

Eh…, ndilalah gerak-gerik Karin ketangkap basah oleh Donwori. Pas sedang baper-bapernya, handphone yang ada di tangan Karin direbut. Setelah membaca chattingan-nya, sambil menangis, Karin dipukuli Donwori habis-habisan. “Abis itu, dia nelrpon Koko. Bilang kalau aku barusan dipukuli, jadi jangan macam-macam,” katanya.

Rupanya, Donwori dan Donjuan adalah sahabat lama. Yang agaknya, hubungan itu harus rusak gara-gara perselingkuhan online itu. “Aku nyaman sama dia Mbak, soalnya suamiku kaku. Kalau dengan Donjuan, dia bisa dengerin curhatku, bisa ngajak guyon. Meski nomerku sudah diblokkir pun sama Mas Wori, aku masih kangen,” pungkas Karin. (*/opi)

Witing tresno jalaran ngglibet bendino. Di era digital, istilah ini sedikit mengalami modifikasi. Jadi witing tresno jalaran chatting-an bendino.

TIM Wartawan Radar Surabaya

Karin, 45, termasuk tipikal perempuan yang cekatan. Baru semalam bertengkar hebat dengan Donwori, 47, suaminya, paginya sudah hitung-hitungan sama pengacara, ngurus cerai.

Di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya, ia melontarkan uneg-unegnya. “Biar mahal yang penting cepet selesai urusanku (cerai, Red). Gak wara-wiri,” kata perempuan asal Kalibokor Surabaya ini.

Keinginannya untuk segera bercerai didorong oleh sikap suaminya yang cemburuan. Padahal, selama ini, ia mengaku tak pernah sekalipun menjalin hubungan terlarang dengan pria lain. “Terus kemarin kenapa sampai bertengkar Mbak?” tanya Radar Surabaya heran. “Nah itu, dia mergoki chattinganku sama Koko,” jujur Karin.

Rupanya, yang disebut Karin selingkuh itu adalah pertemuan antara laki-laki dan perempuan sampai melakukan ‘sesuatu’. Sementara yang ia lakukan selama ini tak dihitung sebagai selingkuh. Apalagi, posisi selingkuhan digitalnya ini ada di luar kota.

Jadi selama ini beberapa bulan terakhir, Karin intens berkomunikasi dengan Donjuan, yang sering ia panggil sebagai “Koko” itu. Donjuan adalah rekan kerja Karin yang telah terpisah puluhan tahun dan baru nyambung beberapa bulan saja gara-gara sosial media.

Baca Juga :  Mana Tahan Punya Suami Nganggur Dua Tahun

“Gak tahu ya Mbak, dulu itu padahal bertahun-tahun kerja bareng, kita ya gak pernah ngobrol, terus pisah lama. Eh baru deket sekarang,” kata Karin berbinar-binar.

Komunikasi Karin dan Donjuan ini terjalin gara-gara si cowok sering mengomentari foto profilnya. Tak jarang, komentarnya dibumbui dengan bahasan “dewasa”. Karin menyebut, Kokonya ini orang yang nakal dan nyebelin, tapi memancingnya untuk membalas komennya.

Mungkin, ini mungkin , gara-gara lawan bicaranya dikira sudah menikah, maka ia los saja cerita, tanpa filter. “Pas aku foto sama burung, dia komen, kok burungnya kecil, gatel, ” cerota Karin sambil cengengesan.

Lalu, setelah komenan itu, masih juga dibales dengan Karin dengan nada nakal juga. “Gatelnya yang mana? Mau digarukin? Pakai apa? ” lanjutnya. Komenan itu selalu datang setiap Karin ganti profil.

Karin mengaku, godaan-godaan nakal Donjuan membuatnya merasa muda lagi. Saking terbiasanya dengan godaan Donjuan, ia kangen kalau satu malam saja tidak chatting-an dengan Donjuan. Hingga, gerak-gerik itu sempat tertangkap oleh Donwori. “Dia tanya, chatting-an sama siapa kok senyum-senyum, aku bilang temen,” katanya santai.

Baca Juga :  Suami Tak Betah Istri Tiap Dandan Habiskan Waktu Tiga Jam

Dan karena namanya perempuan, Karin yang terbiasa dengan chatting-an Donjuan, sempat meminta kejelasan hubungannya. Dan inilah yang memicu amarah Donwori. Karena bayang-bayang Donjuan selalu menghantuinya ke manapun ia beraktivitas, masak ingat Donjuan, kerja ingat Donjuan, bahkan, ketika dengan Donwori pun ingat Donjuan.

Akhirnya, ia nekat menyampaikan perasaan hatinya. “Aku bilang ke Koko, pas malam-malam, sambil nangis. ‘Ko, tetep seperti ini ya, dengerin curhatanku gak peduli apa pun, jangan blokir kontakku, aku maunya seperti ini terus’,” urai Karin.

Eh…, ndilalah gerak-gerik Karin ketangkap basah oleh Donwori. Pas sedang baper-bapernya, handphone yang ada di tangan Karin direbut. Setelah membaca chattingan-nya, sambil menangis, Karin dipukuli Donwori habis-habisan. “Abis itu, dia nelrpon Koko. Bilang kalau aku barusan dipukuli, jadi jangan macam-macam,” katanya.

Rupanya, Donwori dan Donjuan adalah sahabat lama. Yang agaknya, hubungan itu harus rusak gara-gara perselingkuhan online itu. “Aku nyaman sama dia Mbak, soalnya suamiku kaku. Kalau dengan Donjuan, dia bisa dengerin curhatku, bisa ngajak guyon. Meski nomerku sudah diblokkir pun sama Mas Wori, aku masih kangen,” pungkas Karin. (*/opi)

Most Read

Berita Terbaru