alexametrics
25 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Istri Ngeden Lahiran, Suami Malah Hohohihe dengan Selingkuhan

Laki-laki itu suku banyak alasan. Tak heran demi ingin nikah lagi, jurus seribu alasan pun dikeluarkan. Termasuk jurus bersilat lidah yang tak masuk akal.

Mus Purmadani – Wartawan Radar Surabaya

DONWORI, 40, menikah dengan Karin, 38, sudah 10 tahun lebih. Keduanya sudah dikarunia tiga anak. Dua anak perempuan, dan satu laki-laki. Yang sulung SD kelas III, kalau yang tengah tahun depan masuk SD. Sedangkan yang bungsu baru berusia dua tahun. Kalau melihat dari luarnya, banyak yang mengatakan jika Donwori dan Karin ini keluarga yang bahagia.

Suami-istri kerja, punya anak yang cantik-cantik dan ganteng, serta hidup serba berkecukupan. Rumah bagus, mobil punya, dan ukuran materi lainnya nyaris lengkap. Tapi, fakta yang terjadi di dalam rumah tangga mereka, justru sebaliknya. Karin mengaku tidak bahagia.

“Awalnya sampai anak-anak lahir, ya jelas bahagia. Tapi dua-tiga tahun terakhir ini, bahagia seperti direnggut dari samping saya,” kata Karin.

Ketidakbahagiaan diawali ketika Donwori izin menikah lagi. Alasannya sangat tidak masuk akal. “Katanya karena ia ingin punya anak laki-laki. Jelas saya nggak mau. Saya kan normal, masih bisa hamil lagi. Kemungkinan punya anak laki-laki terbuka lebar. Jadi kenapa harus nikah lagi? Kita kan bisa bikin anak laki-laki sendiri,” cerita Karin saat ditemui Radar Surabaya di Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya, beberapa waktu lalu.

Singkat kata singkat cerita, Karin benar-benar hamil. Yang bikin bahagia, setelah di-USG ternyata calon bayinya berkelamin laki-laki. “Bahagia saya luar biasa. Kebayang bahwa saya punya keluarga yang tetap utuh. Saya bahagia karena bisa memberikan anak laki-laki seperti keinginan suami,” ungkapnya.

Lagi-lagi, kebahagiaan Karin hanya ada di awang-awang. Sebaliknya, ketika hamil tujuh bulan, dia dapat kabar jika suaminya sudah punya selingkuhan. Namanya Sephia. “Teman satu kampus. Kebetulan Mas Wori dan Sephia ini sama-sama ambil kuliah S2 di kampus yang sama. Kenalnya ya karena kuliah lagi itu,” cerita Karin.

Mengetahui istrinya hamil anak laki-laki, eh tidak membuat Donwori bungah atau putus dari Sephia. Donwori malah makin lengket dengan selingkuhannya itu. “Ketika mau melahirkan, Mas Wori sudah tak minta mendampingi, seperti yang dia lakukan dengan dua anak kami sebelumnya. Tapi kenyataannya, saat saya ngeden, ia malah sedang hohohihe dengan Sephia,” aku Karin.

Merasa diperlakukan seperti itu, Karin pun memilih berpisah. Ia sudah tak peduli lagi dengan Donwori dan Sephia. “Saya sudah nggak tahu harus bagaimana lagi selain cerai dari dia,” kata Karin. (*/opi)


Laki-laki itu suku banyak alasan. Tak heran demi ingin nikah lagi, jurus seribu alasan pun dikeluarkan. Termasuk jurus bersilat lidah yang tak masuk akal.

Mus Purmadani – Wartawan Radar Surabaya

DONWORI, 40, menikah dengan Karin, 38, sudah 10 tahun lebih. Keduanya sudah dikarunia tiga anak. Dua anak perempuan, dan satu laki-laki. Yang sulung SD kelas III, kalau yang tengah tahun depan masuk SD. Sedangkan yang bungsu baru berusia dua tahun. Kalau melihat dari luarnya, banyak yang mengatakan jika Donwori dan Karin ini keluarga yang bahagia.

Suami-istri kerja, punya anak yang cantik-cantik dan ganteng, serta hidup serba berkecukupan. Rumah bagus, mobil punya, dan ukuran materi lainnya nyaris lengkap. Tapi, fakta yang terjadi di dalam rumah tangga mereka, justru sebaliknya. Karin mengaku tidak bahagia.

“Awalnya sampai anak-anak lahir, ya jelas bahagia. Tapi dua-tiga tahun terakhir ini, bahagia seperti direnggut dari samping saya,” kata Karin.

Ketidakbahagiaan diawali ketika Donwori izin menikah lagi. Alasannya sangat tidak masuk akal. “Katanya karena ia ingin punya anak laki-laki. Jelas saya nggak mau. Saya kan normal, masih bisa hamil lagi. Kemungkinan punya anak laki-laki terbuka lebar. Jadi kenapa harus nikah lagi? Kita kan bisa bikin anak laki-laki sendiri,” cerita Karin saat ditemui Radar Surabaya di Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya, beberapa waktu lalu.

Singkat kata singkat cerita, Karin benar-benar hamil. Yang bikin bahagia, setelah di-USG ternyata calon bayinya berkelamin laki-laki. “Bahagia saya luar biasa. Kebayang bahwa saya punya keluarga yang tetap utuh. Saya bahagia karena bisa memberikan anak laki-laki seperti keinginan suami,” ungkapnya.

Lagi-lagi, kebahagiaan Karin hanya ada di awang-awang. Sebaliknya, ketika hamil tujuh bulan, dia dapat kabar jika suaminya sudah punya selingkuhan. Namanya Sephia. “Teman satu kampus. Kebetulan Mas Wori dan Sephia ini sama-sama ambil kuliah S2 di kampus yang sama. Kenalnya ya karena kuliah lagi itu,” cerita Karin.

Mengetahui istrinya hamil anak laki-laki, eh tidak membuat Donwori bungah atau putus dari Sephia. Donwori malah makin lengket dengan selingkuhannya itu. “Ketika mau melahirkan, Mas Wori sudah tak minta mendampingi, seperti yang dia lakukan dengan dua anak kami sebelumnya. Tapi kenyataannya, saat saya ngeden, ia malah sedang hohohihe dengan Sephia,” aku Karin.

Merasa diperlakukan seperti itu, Karin pun memilih berpisah. Ia sudah tak peduli lagi dengan Donwori dan Sephia. “Saya sudah nggak tahu harus bagaimana lagi selain cerai dari dia,” kata Karin. (*/opi)



Most Read

Berita Terbaru