alexametrics
33 C
Surabaya
Friday, October 22, 2021

Tobat Punya Istri Materialistis Gak Realistis

Karin termasuk kategori perempuan materialistis. Karin juga tidak realistis. Gak heran kalau Donwori pilih mengakhiri pernikahannya.

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya

Kalau sudah minta tas atau kosmetik, sikap Karin seperti anak kecil. Gak iso disemayani. “Minta sekarang, ya harus sekarang dibeliin. Padahal kekuatan uang saya kan terbatas,” kata Donwori.

Tak hanya materialistis, Karin juga tidak pernah patuh dengan suaminya. Saat dinasihati Donwori, Karin selalu menyangkal. “Modele njengkelno,” tegas Donwori.

Tidak heran jika rumah tangga mereka sudah umek sejak awal pernikahan. Baru dua tahun menikah, Donwori pun sudah tak betah. “Gaji saya habis hanya untuk gaya hidup Karin yang sok kaya,” sambat karyawan di sebuah pabrik kosmetik itu.

Menurut Donwori, Karin sering meremehkan keluarganya soal harta. Karin menilai keluarga Donwori kurang mampu. “Istri saya ini sedikit-sedikit bicara soal harta dan warisan. Padahal saya dari keluarga kurang mampu, nggak punya harta berlebih,” kata Donwori.

Meskipun hidup berkecukupan daripada keluarganya yang lain, Donwori tidak pernah menunjukkan sikap angkuh dan sombong kepada keluarganya. Akan tetapi, Karin istrinya selalu menyombongkan diri. “Dia kalau bicara ke keluarga saya, selalu menyombongkan diri. Saat saya ingatkan, eh malah melawan,” jelasnya.

Donwori jelas kesal dengan Karin. Diingatkan bukannya memperbaiki diri, Karin malah pergi meninggalkan rumah.

“Semenjak setahun terakhir, dia sudah nggak pernah kembali lagi. Saya cari ke rumah orang tuanya, juga nggak ada. Akhirnya atas persetujuan keluarga saya ajukan perceraian ini,” kata Donwori ditemui Radar Surabaya di Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya, kemarin (11/10). (*/opi)


Karin termasuk kategori perempuan materialistis. Karin juga tidak realistis. Gak heran kalau Donwori pilih mengakhiri pernikahannya.

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya

Kalau sudah minta tas atau kosmetik, sikap Karin seperti anak kecil. Gak iso disemayani. “Minta sekarang, ya harus sekarang dibeliin. Padahal kekuatan uang saya kan terbatas,” kata Donwori.

Tak hanya materialistis, Karin juga tidak pernah patuh dengan suaminya. Saat dinasihati Donwori, Karin selalu menyangkal. “Modele njengkelno,” tegas Donwori.

Tidak heran jika rumah tangga mereka sudah umek sejak awal pernikahan. Baru dua tahun menikah, Donwori pun sudah tak betah. “Gaji saya habis hanya untuk gaya hidup Karin yang sok kaya,” sambat karyawan di sebuah pabrik kosmetik itu.

Menurut Donwori, Karin sering meremehkan keluarganya soal harta. Karin menilai keluarga Donwori kurang mampu. “Istri saya ini sedikit-sedikit bicara soal harta dan warisan. Padahal saya dari keluarga kurang mampu, nggak punya harta berlebih,” kata Donwori.

Meskipun hidup berkecukupan daripada keluarganya yang lain, Donwori tidak pernah menunjukkan sikap angkuh dan sombong kepada keluarganya. Akan tetapi, Karin istrinya selalu menyombongkan diri. “Dia kalau bicara ke keluarga saya, selalu menyombongkan diri. Saat saya ingatkan, eh malah melawan,” jelasnya.

Donwori jelas kesal dengan Karin. Diingatkan bukannya memperbaiki diri, Karin malah pergi meninggalkan rumah.

“Semenjak setahun terakhir, dia sudah nggak pernah kembali lagi. Saya cari ke rumah orang tuanya, juga nggak ada. Akhirnya atas persetujuan keluarga saya ajukan perceraian ini,” kata Donwori ditemui Radar Surabaya di Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya, kemarin (11/10). (*/opi)


Most Read

Berita Terbaru