alexametrics
25 C
Surabaya
Thursday, January 27, 2022
spot_img

Kerap Berbohong pada Pasangan, Rumah Tangga Hancur 

spot_img

Jujur terhadap pasangan bisa menjadi perekat hubungan. Namun sebaliknya, jika kerap berbohong kepada pasangan, bersiaplah digugat ke pengadilan agama.

LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Surabaya 

Nasib rumah tangga Karin, 26, akhirnya tak dapat ditolong lagi. Karin merasa usahanya untuk hidup rukun nan harmonis hanya sia-sia belaka. Gegaranya Donwori, 26, kerap berkata bohong kepadanya.

Padahal usia pernikahan baru satu tahun lamanya. Menikah Februari 2020, renggang Agustus 2021. Itu bermula saat perselisihan dan pertengkaran kerap terjadi. Karin merasal karena Donwori tak pernah jujur.

“Enggak pernah jujur Mas masalah uang. Kerja juga enggak jelas. Kalau ditanya ngakunya kerja. Tapi ditagih yang enggak ada,” kata Karin bercerita pada Radar Surabaya yang menemuinya di Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya, empat hari lalu.

Wanita asal Karang Pilang itu mengira, Donwori bakal terbuka dan jujur kepadanya. Saat keluar rumah misalnya, Donwori tak pernah bercerita ingin ke mana dan akan ke mana. Pulang pun kerap laut malam. “Masalahnya saya enggak tahu apa yang dia lakukan di luar. Ini sudah enggak normal. Saya kan bingung kalau tanya suami saya di mana, lah saya enggak tahu,” ujarnya.

Tak hanya itu, Donwori juga menyimpan penyakit. Saat ditanya, Donwiri jug kerap tak jujur. Padahal Karin berniat ingin membantunya berobat. Pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan Karin kerap membuat emosi Donwori. “Apa salah saya tanya begitu. Kan pasangan harus tahu semuanya. Bukan malah berbohong enggak punya penyakit apa-apa,” imbuhnya jengkel.

Lama-lama, Karin yang kesal dengan sikap Donwori yang tak menghargainya membuat Karin minggat dari rumah. Tiga bulan lamanya suaminya tak juga datang membuat Karin yakin Donwori sudah tak lagi menginginkannya.

Pertengahan Desember 2021 Karin pergi ke PA Klas 1A Surabaya. Karin menggugat cerai Donwori. Lagi-lagi, Donwori tak pernah hadir selama persidangan. “Padahal saya harap dia datang dan jujur ada pada sebenarnya. Eh malah absen terus, ya sudah saya tinggal saja,” terang perempuan beralis tipis itu. (*/opi)

Jujur terhadap pasangan bisa menjadi perekat hubungan. Namun sebaliknya, jika kerap berbohong kepada pasangan, bersiaplah digugat ke pengadilan agama.

LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Surabaya 

Nasib rumah tangga Karin, 26, akhirnya tak dapat ditolong lagi. Karin merasa usahanya untuk hidup rukun nan harmonis hanya sia-sia belaka. Gegaranya Donwori, 26, kerap berkata bohong kepadanya.

Padahal usia pernikahan baru satu tahun lamanya. Menikah Februari 2020, renggang Agustus 2021. Itu bermula saat perselisihan dan pertengkaran kerap terjadi. Karin merasal karena Donwori tak pernah jujur.

“Enggak pernah jujur Mas masalah uang. Kerja juga enggak jelas. Kalau ditanya ngakunya kerja. Tapi ditagih yang enggak ada,” kata Karin bercerita pada Radar Surabaya yang menemuinya di Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya, empat hari lalu.

Wanita asal Karang Pilang itu mengira, Donwori bakal terbuka dan jujur kepadanya. Saat keluar rumah misalnya, Donwori tak pernah bercerita ingin ke mana dan akan ke mana. Pulang pun kerap laut malam. “Masalahnya saya enggak tahu apa yang dia lakukan di luar. Ini sudah enggak normal. Saya kan bingung kalau tanya suami saya di mana, lah saya enggak tahu,” ujarnya.

Tak hanya itu, Donwori juga menyimpan penyakit. Saat ditanya, Donwiri jug kerap tak jujur. Padahal Karin berniat ingin membantunya berobat. Pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan Karin kerap membuat emosi Donwori. “Apa salah saya tanya begitu. Kan pasangan harus tahu semuanya. Bukan malah berbohong enggak punya penyakit apa-apa,” imbuhnya jengkel.

Lama-lama, Karin yang kesal dengan sikap Donwori yang tak menghargainya membuat Karin minggat dari rumah. Tiga bulan lamanya suaminya tak juga datang membuat Karin yakin Donwori sudah tak lagi menginginkannya.

Pertengahan Desember 2021 Karin pergi ke PA Klas 1A Surabaya. Karin menggugat cerai Donwori. Lagi-lagi, Donwori tak pernah hadir selama persidangan. “Padahal saya harap dia datang dan jujur ada pada sebenarnya. Eh malah absen terus, ya sudah saya tinggal saja,” terang perempuan beralis tipis itu. (*/opi)

Most Read

Berita Terbaru